Saya memonitor upaya gencar @dennyindrayana menggugat ijazah SMA Wapres Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Sbg political scientist, saya memandang rakyat punya hak yang mutlak untuk mengetahui kualifikasi pemimpinnya, termasuk utk mengetahui apakah telah terjadi konspirasi pelecehan administratif thdp persyaratan kandidat cawapres, yang juga berarti pelecehan pemilu, pelanggaran hukum dan penistaan thdp demokrasi kita. Negara ini milik kita semua, dan kedaulatan berada di rakyat, bukan pihak manapun. Hukum dan peraturan yg berlaku bagi semua WNI juga berlaku bagi Gibran.
Gibran perlu memberikan klarifikasi thdp tuduhan Denny Indrayana, apapun konsekwensinya. Bahkan menurut saya, ini kesempatan bgai Gibran utk membuktikan kualitasnya sbg politisi/pemimpin, dan bagi rakyat utk menilainya sendiri.
Namun sampai kini, tidak ada respon apapun dari Gibran - berbeda dari ayahnya yg paling paling tidak memberikan respon thdp upaya serupa Roy Suryo dkk. Bahkan Wapres Gibran terkesan menghindar dan bersembunyi ketimbang menghadapi serangan2 ini, dan mengandalkan pembelaan orang2 yg sebenarnya juga tidak tahu apa situasi sebenarnya mengenai ijazah SMAnya.
Bagi saya, logikanya sederhana : Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang ? We expect more from our leaders. Bagi yg sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pd Indonesia. Something to think about.
https://t.co/cExwN57lUR
anies curhat dapat perlakuan buruk waktu kampanye:
- ada kota yang seluruh listriknya dimatiin sama pln
- pas dia mau kampanye di sana
- itu bukan cuma soal mikrofon doang
- tapi listrik satu kota
- panitia penyelenggara terpaksa pinjem genset diesel
- pln bolehin pake genset
- tapi gak boleh pake sistem kabel listrik mereka
- dia bilang "it's all right, don't worry, let's move on"
- dia gak mau bikin itu jadi masalah besar
- dia gak pernah bahas soal kejadian itu selama kampanye
- kalau ditanya baru dia cerita, kalau gak ditanya dia gak akan cerita sendiri
- dia bilang itu wajar, bagian dari tantangan yang harus dihadapi kalau mau berjuang
- dia analogiin kayak main bola
- kalau lawan main kasar itu tugas wasit kasih kartu,
- bukan tugas pemain buat protes
- fokusnya tetep main dan berjuang terus
@kmadytiab@AzzamIzzulhaq@Telkomsel Nanti makin lama pilihan paketnya semakin mahal pak, kalau disaya yg ada 100 gb, pdhal sisa banyak setiap bulan, g ada paket yg murah