@erlanishere Harusnya sudah bisa dinilai dari kisah wowo kabur dari asrama buat acara anaknya harto di jakarta itu.
Tp kan kebanyakan dari kita menganggap keren ‘bandel dikit pas sekolah’, dan menertawakan yg menerapkan aturan dgn dalih ‘cepu’🙂↔️
@anotherside0fk@SistersInDanger Aku heran deh, banyak bgt nemuin orang2 yg pro bahkan jd penjilat rezim sampai ngelecehin orang yg kritik pemerintah itu rata2 orang yg penghasilannya kecil dan masih susah, bahkan kadang banyak hutang. Kok bisa? Harusnya kan mrk senang ada yg bantu menyuarakan kesulitany
Busyet.
Ada yang membela MBG sampai seperti ini? Justru pengakuan Bahtra Banong ini memvalidasi Fatimah bawah MBG bukan prioritas.
Jika kondisi di sana benar-benar seperti Bahtra sampaikan (anak berangkat sekolah pagi buta pakai perahu, berangkat tanpa sarapa, lalu tidak bisa konsentrasi sekolah karena lapat), maka MBG hanya menangani 'gejalanya' saja, bukan 'penyebab' kenapa itu terjadi.
Agak ironi jika bumiputera Sultra seperti Bahtra bisa mengatakan itu sambil mendukung MBG yang biayanya besar namun mubazir dan jadi ladang korupsi.
Kenapa?
Karena penyebab utama "perut kosong saat sampai sekolah" itu bukan sekadar "tidak sempat makan di rumah", melainkan kombinasi geografis dan kemiskinan yang memaksa anak menghabiskan energi dan waktu sepagi itu untuk sekadar sampai sekolah.
Anak yang sudah kelelahan dan lapar karena perjalanan naik kapal pagi-pagi itu bukannya lebih butuh makanan di sekolah, tapi SANGAT BUTUH agar perjalanan itu tidak lagi menjadi beban berat mereka setiap hari.
Harusnya uang MBG diprioritaskan untuk menjamin perjalanan mereka, akses yang layak bagi mereka, dan keselamatan mereka sampai sekolah.
Di samping itu, apa yang dialami anak-anak untuk sampai sekolah, tentu saja dialami pula oleh dapur-dapur MBG.
Kalau anak-anak saja harus berangkat pagi buta untuk sampai sekolah, bagaimana MBG yang harus dibuat setiap hari, berulang, harus sudah matang, dan harus dikirim ke sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti itu?
Saya baru ingat bahwa Bahtra ini sempat dialog dengan Ferry Amsari soal kunjugan presiden yang cukup rutin dan kata Teddy memakai uang pribadi presiden.
Dia bilang, apa salahnya presiden memakai uang pribadi untuk kunjungannya ke luar negeri? Ini bukti bahwa presiden siap berkorban demi negara, kata Bahtra.
Kocak. Itu jelas melanggar aturan!
Masak orang kayak gini mau didukung? Dan ternyata yang dukung juga punya logika yang tingkat kemiringannya sama, euy~
Istigfar antum, @FDonghun!
@dynamitekid_96 Gue aja kl otak gue mampu sama punya banda gede, pengen bgt lanjut S2 di UI atau UGM. Biarin deh orang² udik ntu kagak mau masuk situ, ntar ujung²nya juga masuk kubur
Salah satu alasan, kenapa gerakan mahasiswa ga bisa diandalin..
Mereka ini terlalu berkubu-kubu..
Terutama antara BEM PTN dan non-PTN.
Antara organisasi eksternal vs BEM
Dan bahkan di internal organisasi eksternal aja bisa dipecah belah. Itu satu.
Kedua,
Aktivis BEM dan gerakan mahasiswa eksternal, itu diakomodasi sama pemerintah.
Mereka ditarik jadi politisi atau tenaga ahli atau macam-macam. Lalu punya banyak uang dan akses.
Aktivis2 itu kan banyak junior.
Otomatis, dia bisa mengendalikan juniornya karena punya uang dan akses.
Ya, dengan cara itu, mereka bisa memecah belah gerakan mahasiswa.
Gue lanjut di reply..
FOTO: TEMPO/DR/Rully Kesuma; Promah~9