Jalaludin yang lecehkan Fathimah minta maaf, setelah digertak & dipaksa oleh @primastikax 💪🔥
YANG PENTING ITU JANGAN MISKIN HATI & OTAK, JALAAAALLLL 🤬
Awas lu kalau lecehin perempuan lagi di medsos, di jalanan, atau di manapun! Perempuan bukan objek seksual!!!
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Pertanyaan yang cukup rasional ditanyakan: apa iya keanggotaan Forum Betawi Rampok (FBR) diisi oleh orang Betawi?
Kalau dicek etnis anggota-anggotanya, ternyata... 😅😅😅
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
statement “jangan nikah atau punya anak kalau miskin” itu classist dan dehumanizing. kekhawatiran dan standar pribadi lo gak seharusnya dipaksakan ke orang lain, apalagi dalam hal yang halal. definisi “mampu” juga beda-beda, gak bisa diseragamkan dan gak ada titik akhirnya, rezeki juga gak selalu stabil.
kebayang ada keluarga sederhana bonceng tiga naik motor, main ke alun-alun, makan batagor di rumput sambil ketawa-tawa. lalu anaknya mulai besar dan baca kalimat “orang tuamu seharusnya tidak punya anak karena miskin” atau “bapak lo seharusnya gak nikahin ibu lo” di internet. selama ini dia punya prasangka baik dan kenangan hangat, tapi beberapa kalimat bisa meruntuhkan itu semua, bahkan mengubah cara dia memandang orang tuanya sendiri. hati orang tua mana yang gak hancur, seakan yang dihitung cuman uang, bukan cinta, usaha, dan pengorbanan mereka selama ini. yang gue percaya, any sane parent would want the best for their child, life also doesnt always go according to human plans, there are things beyond our control that cant be reduced to rigid standards.
semua ini bukan berarti kita menolak ikhtiar perencanaan yah, tapi menyederhanakan nilai manusia hanya dari finansial itu gak adil buat buat gue. so please, maybe we can be more careful with our words, cobalah lebih berempati. di balik setiap keluarga, pasti ada usaha, cinta, ceritanya masing-masing yang gak keliatan buat lo, jangan lah direduksi jadi duit, duit, duit
HATI HATI MODUS tanam bunga
kronologi sumber :
SEDIKIT SHARING RINGAN AGAR KITA LEBIH HATI-HATI DGN NIAT BAIK MENOLONG ORANG LAIN
Ceritanya kemarin minggu tiba2 di depan rumah ada bapak-bapak jalan kaki membawa keranjang pikul berisi rumput bunga dan nawarin ke istri untuk ditanam di taman depan rumah. Dan seperti biasa, karena istri saya mudah tersentuh, akhirnya dia ijinkan bunga itu ditanam di dekat dinding teras bagian depan.
Sambil bapaknya bekerja, kami nonton tv di dalam rumah, ternyata bapaknya bekerja sangat cepat, mulai dari memangkas/mencongkel rumput yang ada dan menggantikannya dengan bunga, dan pengerjaannya bahkan sudah sampai ke area bagian belakang yang tidak kami minta. Saya kemudian tanya ke istri, "harganya berapa?". Istri menjawab jika satunya 6 ribu rupiah.
Saya minta istri menanyakan jumlah yang sudah ditanam oleh bapaknya, dan dijawab 700 buah (padahal belum selesai). Istri langsung teriak kaget, karena artinya jumlah uang sudah 4,2juta, karena ia berpikir kalau uang yang mungkin dihabiskan tidak sampai 1 juta. Istri saya penasaran dan kemudian menghitung jumlah bungkus polibag yang sudah dipakai.
Disini mungkin memang kami salah karena percaya aja, tapi ternyata bapaknya sangat pintar dengan sengaja menanam bunga itu lapis dua (hijau dan merah) dengan kerapatan sangat tinggi hingga menghabiskan semua stock yang dia miliki. Akhirnya penanaman selesai, istri saya sambil shock menanyakan totalnya.
Mungkin karena si bapak sudah melihat istri saya menghitung, jd gak berani asal sebut, sebelumnya sdh sempet sebut habis 700 (blm selesai, mungkin kalau selesai dia akan sebut 1000 - mungkin bisa habis >6jt), setelah dihitung istri jumlahnya total hanya sktr 500an. Artinya hanya sktr 3,x juta. Istri saya nego2 tapi bapaknya bertahan (lha wong sudah ditanam 😎), akhirnya kami deal di harga 3 juta.
Nyesek juga ngerasain tanam "rumput" segitu 3 juta 😅🤣😂, ya saya memang gak tahu harganya apakah memang layak, tapi kami gak kepikiran aja sore itu bakal keluar duit 3 juta hanya buat rumput bunga itu. Tapi ya sudahlah, kita ikhlaskan aja, hitung2 beramal. Tapi harapannya si bapak tidak menggunakan cara2 curang untuk memaksakan menjual produknya. Semoga berkah dan sehat selalu ya pak 😊
dedyliem
@walkwithmetn@hrdbacot Gue pernah lagi “sistem kerja 6-1 apakah anda keberatan?” Gue jawab “anda memenuhi ekspektasi gaji saya aja gaberani dan masih tanya soal ini?”
Biasanya PT gw nerima org PKL dari SM*I jurusan kimia industri.. tumben2 nerima PKL dari SMK sekitar, jurusan TKJ, ditaruh di produksi pula
Disuruh masukin data ke excel, aku yg baca data, dia yg masukin ke excel
Bikin tanda buka sama tutup kurung ( ) gabisa cook 😂