APA YANG KALIAN LIHAT DI MEDSOS TENTANG KARHUTLA KALIMANTAN, MUNGKIN BELUM MENGGAMBARKAN KONDISI SEBENARNYA.
Di lapangan, kondisinya jauh lebih buruk dari apa yang terlihat di media sosial.
Bahkan beredar informasi bahwa hampir 80% kawasan konservasi habitat orangutan di Kalimantan Barat terdampak kebakaran.
Angka ini tentu masih perlu dikonfirmasi secara resmi.
Tapi ada satu hal yang nyata
SATWA LIAR JUGA MENJADI KORBAN.
Dalam sebuah evakuasi, tim menyelamatkan induk orangutan beserta anaknya dari atas pohon di kawasan yang terdampak karhutla.
Induknya terlihat lemah.
Sesak napas.
Di sekelilingnya, hutan yang seharusnya menjadi rumah mereka telah berubah menjadi kawasan penuh asap dan sisa kebakaran.
Bayangkan...
Mereka tidak punya kendaraan untuk mengungsi.
Tidak punya rumah lain untuk dituju.
Tidak bisa memilih pindah ke tempat yang lebih aman.
Mereka hanya bisa bertahan di habitatnya sendiri yang sedang terbakar.
Tim BKSDA dan pihak terkait terus bekerja untuk menyelamatkan satwa yang masih tersisa.
Mereka bekerja ketika sebagian dari kita mungkin hanya melihat asap dari layar ponsel.
Ini bukan sekadar soal hutan terbakar.
Ini tentang rumah yang hilang.
Tentang satwa yang kehilangan habitat.
Tentang induk yang berusaha bertahan sambil melindungi anaknya.
Dan tentang manusia yang juga harus menghadapi dampak karhutla.
Semoga mimpi buruk ini segera berakhir.
Semoga api segera padam.
Semoga hujan segera turun.
Dan semoga masih banyak satwa yang berhasil diselamatkan.
🙏DOAKAN MEREKA.
WARGA YANG TERDAMPAK.
DAN SATWA-SATWA YANG TIDAK PERNAH MEMILIH UNTUK BERADA DI TENGAH BENCANA INI.
Mereka hanya ingin satu hal
PULANG KE HUTAN YANG AMAN.
TIDURMU GAK AKAN NYENYAK KALAU TINGGAL DI SINI. 😭🔥
Bayangin lagi tidur nyenyak, tiba-tiba kebangun karena api udah di depan rumah. Buat kalian yang tinggal di Kalimantan dan daerah lain yang lagi dihantam kemarau, kekeringan, kabut asap, plus masih ada aja oknum yang tega bakar lahan dan hutan… jaga diri, jaga keluarga, semoga kita semua selalu dilindungi. 🙏🏻💔
Karena tidur aja sekarang rasanya gak bisa tenang. Besok bangun, gak tahu yang datang asap atau api. 😭
📍 tatah platar, Kalimantan Selatan
📅 14 September 2026
sumber ada di video
Elle s’appelait Wafaa Akila.
Elle s’apprêtait à reprendre l’école.
Elle a été assassinée avec son père aujourd’hui par l’armée israélienne à Gaza.
Plus personne n’en parle ici en France : le génocide des Palestiniens, et en particulier des enfants, se poursuit.
Paparan abu vulkanik yang sampai ke Jakarta aja uda menganggu, gimana Saudara kita yang terpapar Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan, Sumatera dan lainnya selama berminggu-minggu.