@LambeSahamjja Saham konstruksi ada risiko cash flow jelek yg menyebabkan fundamental nya menjadi jelek juga, knp invest di saham konstruksi sih bang, klau mau invest lebih ke saham yg sektor nya bagus dan secara long term mampu bertahan dgn baik
Menarik melihat langkah SMAN 1 Pontianak. Secara komunikasi publik, mereka sedang melakukan 'Moral High Ground'. Mereka menolak narasi 'ulang lomba' yang justru berisiko merusak mental siswa dan sportivitas. Mereka tidak menyerang MPR, tapi mengunci argumen pada transparansi poin. Sebuah contoh manajemen krisis yang sangat dewasa di level sekolah menengah. Pendidikan bukan cuma soal menang, tapi soal kejujuran sistem
Makasi sawerianya bang,
Saya tuh gak terlalu rapih kalo nulis,
Saya jelasin langsung yang ada di kepala ya,
Ini pengalaman saya sendiri ya,
Ini tuh udah mendarah daging karena keseringan ngelakuin nya,
Jadi udah tersetting mindset nya
Saya mulai ya
Jam nya,
Saya sangat suka scalping pada pagi hari Jam 9 sd 9.30
Tips nya baca pelan2 ya bang,
1. Fokus hanya ke watchlist
Ingat ya, saya gak peduli yg di luar watchlist, rumputku lebih hijau dari pada rumput tetangga
2. Liat dulu kondisi IHSG,
- Kalo open harga IHSG turun, persiapan entry dari bawah pilih watchlist yang harganya turun,
Akan terlihat diorderbook saat harga itu di tarik naik ke atas,
Baru saya Entry, CL kalo minus 3 %,
RR 1:1 atau 1:2
-Kalo open harga IHSG naik,
Saya HAKA FAK 1 WL yang lagi naik,
CL3% RR 1:1 /1:2
Tips penting
1. Kalo IHSG turun, jangan paksa entry di WL yang udah naik tinggi pasti kamu di banting ( ini yang sering kejadian, tradernya udah gak disiplin gak perlu ngumpet di balik kata terlambat)
2. Akan enak banget scalping
Kalo IHSG open langsung naik tinggi banget (>1%) atau turun banyak banget <-1)
3. Jangan over trade,
Udah selesai scalping, stop buy sell,
Pantau aja2, liat market buat persiapan besok.
4. Sesering mungkin ngelakukan 1 metode yang sama sampe mahir,
Jgn belum apa2 ganti2 metode,
Tanamkan di mindset
kita bukan lagi judi, kita lagi adu strategi di market dengan scalper lain,
Yg disiplin yang akan menang.
Jangan cepat nyerah
Jangan berhenti belajar
Semoga baik
Saya usul kembali ke buku matematika SD tahun 90an.
Buku fisik dan semua harus punya. Buku ini, materinya sederhana dan diulang-ulang.
Kalimat yang digunakan sangat efektif, sederhana, singkat, dan mudah dipahami.
Tidak terlalu banyak gambar² ilustrasi yang mengalihkan perhatian anak saat belajar.
Anak ke sekolah tidak perlu bawa hape.
Orangtua didiklat soal screen time dan harus menerapkan di rumah pakai aplikasi parental kontrol.
Tidak usah menggunakan media pembelajaran digital selama SD. Kecuali guru dan orangtua MEMILIKI LITERASI DIGITAL YANG TINGGI.
suka banget dengan kalimat ini :
"Jangan menertawakan badai orang lain hanya karena langitmu sedang cerah."
tapi, jangan lupa juga sebaliknya :
"Jangan menghujani matahari orang lain hanya karena langitmu sedang badai"
cantik banget kalimat ini :
"Kalau hujan yang nyentuh kulitmu aja harus nempuh perjalanan sejauh itu buat sampai ke kamu, berarti semua hal yang emang buatmu; rezeki, kesempatan, jabatan, bahkan orang-orang yang tepat, semuanya lagi berproses menujumu."
trust the delay.
Guys kata Denny Sumargo soal hidup, uang, dan kesehatan singkat tapi dalam.
1. Badan adalah investasi terbaik.
Bukan saham. Bukan properti. Kalau badan rusak semua aset lain tidak ada artinya.
2. Soal steroid dan suntik kurus.Boleh.
Tapi semua yang instan ada tagihannya. Cepat naik cepat turun. Tidak ada jalan pintas yang gratis.
3. Soal uang.
puncak karir gaji puluhan juta per bulan dia tidak merasa itu cukup. Bukan karena serakah. Tapi karena uang bukan tujuannya. Uang itu alat buat cari experience. Bukan buat validasi.
4. Soal tekanan.
Otot tumbuh karena dirusak dulu diangkat beban sampai sakit baru jadi besar. Hidup manusia sama persis. Kalau tidak siap sakit jangan harap jadi kuat.
5. Soal kepercayaan.
Trust no one but love everyone. Termasuk jangan terlalu percaya diri sendiri. Karena diri sendiri pun bisa bohongi kita.
6. Soal pilihan.
10 miliar dalam 1 tahun vs 10 miliar dalam 10 tahun dia pilih yang 10 tahun. Karena prosesnya yang membangun karakter. Bukan hasilnya.
Dan dia sendiri lahir mau digugurkan dua kali. Besar berpindah-pindah. Dihina karena ras. Tidur di trotoar setelah jadi atlet terbaik.
Tapi tidak pilih jadi korban.
menikahlah dengan seseorang yang memahami sikap sakinah, mawaddah, warahmah.
— sakinah : ketika tau kekurangan pasangan tapi tidak mencela.
— mawaddah : ketika melihat kekurangan pasangan tapi memilih fokus pada kelebihannya.
— warahmah : kekurangan pasangan dijadikan sebagai ladang amal pahala.
Kemajuan teknologi harusnya dinikmati dalam bentuk rasa syukur, konteksnya adalah “Rahmatan lil ‘Alamiin”, bukan superioritas satu kelompok atas kelompok lain.
Gagasan mengenai kalender Islam tunggal berbasis teknologi satelit adalah sebuah visi besar yg berpotensi menyatukan umat.
Namun, agar visi ini tidak menjadi pemicu perpecahan baru, kita perlu melihatnya melalui kacamata yg lebih jernih dan bijaksana bahwa kemajuan ilmu pengetahuan merupakan hidayah yg mengintegrasikan penentuan kalender hijriah melalui kemajuan teknologi mutakhir.
Kemajuan teknologi satelit bukanlah alat untuk memenangkan satu metode di atas metode lainnya. Sebaliknya, teknologi ini adalah titik temu (kalimatun sawa) yg menyempurnakan kekurangan manusiawi pada kedua metode tradisional.
Bagi penganut Rukyat (NU), Satelit sejatinya adalah “mata” yg diletakkan di luar atmosfer. Jika selama ini rukyat terbatas oleh gumpalan awan, lengkung bumi, dan keterbatasan optik mata, maka kamera resolusi tinggi pada satelit adalah bentuk “Rukyat Kontemporer” yg ribuan kali lebih presisi.
Jadi ini bukan meninggalkan sunnah melihat hilal (rukyat), sebaliknya memuliakan sunnah tersebut dengan penglihatan yg paling jernih.
Dan bagi penganut Hisab yg selama ini dipedomani oleh kelompok Muhammadiyah, data posisi bulan yg dihasilkan oleh satelit adalah validasi empiris bagi perhitungan matematika.
Teknologi ini mengubah derajat ketelitian dari estimasi menjadi kepastian mutlak. Ini adalah ”Hisab Terverifikasi”, di mana angka-angka di atas kertas mendapatkan bukti fisiknya secara real-time.
Jadi jelas bahwa “Sains” (pengetahuan) sebagai Rahmatan lil 'Alamiin, bukanlah milik organisasi atau kelompok tertentu.
Sains yg melahirkan Teknologi adalah bahasa universal yg di anugerahkan Allah kepada manusia. Dalam konteks Islam, kemajuan teknologi adalah perwujudan dari sifat Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).
Jika teknologi ini berhasil menyatukan kalender Islam, maka manfaatnya dirasakan oleh seluruh umat manusia, karena akan tercipta keteraturan sosial, kepastian ekonomi, dan kedamaian ibadah.
Mengklaim teknologi sebagai “Kemenangan” satu kelompok adalah “bocah banget”, sebab itu bentuk penyempitan makna rahmat Tuhan yg sangat luas.
Sains hadir untuk melayani tuntutan kemanusiaan (seperti pesawat, hp, laser, dll), bukan untuk memvalidasi ego kelompok.
Jika ada anggapan bahwa penggunaan teknologi satelit berarti satu kelompok “menyerah” kepada kelompok lain, itu merupakan klaim eksklusivitas yg sangat keliru.
Karena logikanya NU tidak kehilangan identitas rukyat-nya, karena satelit pada dasarnya melakukan observasi visual (melihat), dan Muhammadiyah tidak kehilangan identitas hisab-nya, karena sistem satelit bekerja berdasarkan algoritma perhitungan yg sangat rumit.
Satelit adalah harmoni antara akal (hisab) dan penginderaan (rukyat). Ketika keduanya menyatu dalam teknologi, perbedaan antara “melihat” dan “menghitung” menjadi tidak relevan lagi, karena keduanya memberikan hasil di satu titik persamaan kebenaran ilmiah.
Jadi clear ya, menerima Satu Kalender Tunggal berbasis teknologi adalah bentuk kedewasaan beragama. Ini adalah langkah maju di mana umat Islam berhenti berdebat tentang “cara melihat” dan “cara menghitung”, tetapi mulai fokus pada “makna dari apa yg dihitung dari teknologi penglihatan.”
Note:
Penjelasan Literasi Rakyat ini hanya mencoba merujuk pada metode dan cara berpikir “Islam Rahmatan lil ‘Alamiin”.
Wallahu’alam bishawab..🙏
Saya pernah bilang ke istri.
Mari bedakan antara jujur (honest) dan terbuka (transparent).
Jujur itu penting dan harus. Ia adalah fondasi dasar dalam komunikasi.
Tapi untuk interaksi sehari-hari. Transparansi menjadi penting karena ia hadir tanpa perlu ada tanya sebelumnya.
"Bukan waktunya yang pendek, kita aja yang suka menyia-nyiakan waktu"
"Bukan waktunya yang pendek, menggunakan waktunya yang ga terlalu bagus"
"Waktumu itu pasti cukup untuk melakukan hal-hal luar biasa"
"Allah sudah menyediakan ruang dan waktu yang cukup untuk kamu melakukan hal luar biasa dalam hidupmu, kecuali kamunya sendiri yang ga mau"
"Waktumu cukup, ruangmu cukup, modalmu cukup, tinggal kamu mau atau engga, mau berjuang atau ga"
Itu adalah catatan dari Ngaji Filsafat pak Fahruddin Faiz episode Rumus Hidup Sukses.
Itu adalah ngaji pak Faiz yang sy putar berulang setiap kondisi tertentu, biasanya sy akan mendengarkan itu kalau
1. Merasa pekerjaan banyak dan ga selesai-selesai
2. Sbg bapak kadang ada pikiran kekhawatiran ga bisa memenuhi kebutuhan keluarga
3. Butuh motivasi untuk semangat melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang selama ini suka dihindari tp seharusnya dilakukan
Setiap mendengar ceramah beliau itu, hati rasanya tenang, pikiran terasa lebih jernih.
Tidak selalu menyelesaikan masalah, namun setidaknya bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kecemasan dalam diri saya.
Setahu saya, ceramah itu masih bisa terus ditemukan di Youtube dan Spotify. Atau bisa ditemukan di Apple Podcast.
Coba dengarkan dan kembali ke sini, ceritakan apa yang kalian rasakan, semoga membantu ya!
Gua nemu quote indah banget, kira2 begini :
• Salah satu cara bikin hati lebih tenang itu berhenti melawan takdir.
• Salah satu diantara obat mental itu adalah belajar menerima takdir
• salah satu cara berhenti overthinking adalah yakin bahwa takdir allah selalu punya maksud
Dan yang paling ngena buat gue,
Salah satu pelajaran hidup paling berat itu belajar menerima… tanpa harus selalu tanya “kenapa”.
Hai haii-!!!
Aku caca, anak dari konsultan pernikahan dan aku sering bgt liat mama dapet klien seperti ini…
Mama selalu ngasih solusi untuk para laki2 dan perempuan (apalagi anak2ny) kayak gini :
“Saat ingin menikah ada 4 perkara yang harus dipenuhi!
1. Komunikasi
2. Agama
3. Finansial
4. Keluarga
Kenapa ada ke-4 perkara tersebut? Karena 4 hal tersebut merupakan masalah terbanyak yg menyebabkan perceraian.
Komunikasi ga cuma ngobrol aja, tapi ada love language yang saling melengkapi, ada keterbukaan antara suami maupun istri. Jangan pernah berfikir kalo suami harus kuat selalu! Engga! Justru menikah atau punya istri adalah safe space suami! Tapi, kalau udh KDRT, cabut.
Agama? Ga cuma sholat dan ngaji weii… lihat gimana dia ke tuhan dan dia ke orang sekitarnya. Itu mencerminkan agamanya dia. Judgmental? Habluminannas-nya ga bagus.
Finansial? Sebelum nikah ini harus jujur satu sama lain, pinjol, judol, gaji, buat orang tua, buat kebutuhan dan nafkah harus tau! Kalo cocok jalan kalo ga? Lewat aja
Keluarga? Loh, kenapa?
Lihat bagaimana keluarganya, apakah tangki cinta ibu dan ayah terpenuhi? Apakah keluarganya sudah selesai dengan masalah pribadinya?
Kalau tidak ini akan ada masalah pada iri dan cekcok mertua mantu atau bahkan ipar.
Suami yang baik adalah cerminan istri yang menemani, dan begitu sebaliknya istri yang baik adalah cerminan suami yang menuntun istrinya.”
FYI, Bentjok ini adalah cucu pendiri Batik Keris yang sempat masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes (2018). Tapi di balik kekayaannya, dia adalah "otak" di balik manipulasi pasar modal terbesar di RI: Jiwasraya & Asabri.
A thread..
Dulu, ada 2 ulama besar kita yaitu Imam Malik dan Imam Syafii berdebat mengenai bagaimana caramya rezeki datang.
Imam Malik sebagai gurunya Imam Syafii berpendapat jika yang lebih utama dalam mendapatkan rezeki itu adalah tawakkal,
Imam Malik berkata kepada Imam Syafi’i, “Lakukan saja apa yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus yang lainnya.” Kemudian, Imam Malik membacakan hadits Rasulullah yang berbunyi:
“Andai saja kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka Allah akan memberi rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, di mana ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar, pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Malik dikutip oleh Imam Az-Zarqani, Syarah al-Muwatha’, [Kairo: Maktabah ats-Tsaqafah, 2003], jilid IV, halaman 394).
Tapi Imam Syafii memiliki pendapat lain, dia berpendapat bahwa rezeki itu harus dicari dan diusahakan alias rezeki datang murni karena usaha kita. Seperti contoh bila burung tidak keluar sarangnya dia tidak mungkin mendapatkan rezekinya.
Akhirnya setelah beberapa lama ketika di kesempatan lain Imam Syafii lagi berjalan-jalan ada orang-orang yang sedang memanen anggur dan ada gerobak anggurnya yang terprosok, lalu Imam Syafii membantunya dan akhirnya diberikan imbalan sekantung anggur.
Imam Syafii sadar perbuatannya barusan bisa jadi bukti argumennya, lalu dia langsung ngibrit lari ke rumah Imam Malik untuk menceritakan pengalaman yang bisa memperkuat argumennya.
Setelah sampai di rumah Imam Malik, saat itu Imam Malik sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Imam Syafii mengucapkan salam, memberikan sebagian anggur yang dia bawa kepada Imam Malik dan mulai bercerita terkait pengalamannya barusan. Simplenya begini
“Tuh kan bener semisal saya tidak keluar rumah dan membantu para pemanen anggur mana bisa saya dapet anggur ini”
Lalu Imam Malik jawab “lah ini saya seharian cuma di rumah mengajar, jujur dari tadi kebayang kepengen makan anggur, eh tiba-tiba kamu datang dengan membawa anggur ini” beliau melanjutkan “ Untungnya, kamu datang membawakannya untukku. Bukankah ini yang dimaksud dengan, ‘Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus yang lain’.” Akhirnya, keduanya pun tertawa lebar dan mereka melanjutkan menikmati buah anggur tersebut.
Argumennya orang-orang berilmu emang beda ya 🤣
Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki kepada kita semua dengan rezeki yang sebaik-baiknya rezeki, aaaaminnnn