❗️ALL EYES ON BORNEO❗️
Ketika tim kami datang ke Palangka Raya indeks kualitas udara sampai 533 dan malam ini makin meningkat sampai 737.
Sesak tanpa masker diluar ruangan, dan banyak daerah yang masih terbakar.
ㅤ
Donation links for everything that happened in Indonesia:
NTT: https://t.co/4qWMXkuJm1
NTT: https://t.co/dDvGXe6K09
Orang Utan: https://t.co/nY9HZQSXYi
YIARI: https://t.co/1XmiJLbSOI
Kalimantan: https://t.co/PyWxf8VKHm
Aceh: https://t.co/DuSB39GuBa
#PRAYFORINDONESIA
ㅤ
Jang Dongyoon hidupnya penuh gebrakan 😭
• Jadi mahasiswa ekonomi di Hanyang Univ.,
• Tiba-tiba nangkep perampok bersenjata di minimarket,
• Dapet apresiasi warga pemberani dari polisi & penghargaan dari kampus,
• Tiba-tiba ditawari jadi aktor karena viral di berita,
• Jadi aktor, dipuji karena aktingnya, dapet beberapa award,
• Menantang diri jadi sutradara, filmnya lolos seleksi tayang di festival internasional,
• Tiba-tiba jadi juara pertama kompetisi boxing & jadi best player,
• Lulus dari Hanyang Univ setelah 15 tahun jadi mahasiswa,
• Tiba-tiba pengumuman mau nikah 😭🫶🏻
Temen-temen Dongyoon be like, "Ada gebrakan apa lagi ni anak???"
JEJU lagi gak baik baik aja gaesss. Dalam 3 hari sejak 22 Agustus, sudah ada 4 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia
Kasusnya begini:
23 Agustus dini hari, seorang pemancing nemuin jasad laki laki yang diperkirakan usia 70 an di laut sekitar Jocheon. Ternyata dia baru dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Terus 24 Agustus pagi, jasad yang diduga Jang Mi-ran (37) ditemukan setelah 104 hari hilang, cuma di sekitar penginapan tempat dia tinggal. Di hari yang sama, jasad orang hilang lainnya juga ditemukan di sekitar lembah Aewol.
Sementara 22 Agustus, seorang pria 60 an yang hilang sejak Juli juga ditemukan meninggal di Gujwa.
SEORANG WNI MELAPORKAN KASUS PERDAGANGAN MANUSIA DI JEJU???? DAN YANG DILAPORIN JUGA WNI???
jadi WNI ini (kioyyx_) cerita kl dia ingin melaporkan kasus perdagangan manusia yang ada di jeju, kemudian salah satu warga korsel (cholok_villa) ini ngasih saran kl korbannya udah banyak maka harus lapor ke kedutaan masing-masing
kioyyx_ ini udah lapor ke kantor imigrasi dan orang asing jeju, tp udah 1 bulan berlalu dan tidak ditindaklanjuti. dia juga udah lapor ke kedutaan besar Indonesia di korsel tp katanya kasus pidana harus dilaporkan oleh korban langsung. masalahnya, korbannya itu mostly imigran ilegal yang takut buat speak up
fyi, banyak banget imigran illegal di jeju yang berasal dari indo (ratusan-ribuan orang) dan yang mengirim mereka itu juga WNI dengan memberi iming-iming gaji 7jt won per orang (sekitar 89jt rupiah)
si kioyyx_ juga bilang kl dia punya bukti atas tindakan illegal si pelaku ini
SEREM BGTTTT, kerja di indo serem gara-gara gajinya dikit, kerja diluar indo ternyata juga gak kalah serem...
Bacain kasus di Jeju itu kok ngeri ya... Karena mulai muncul spekulasi soal perdagangan manusia, si OP ini jadi keinget ada orang Indonesia yang sempet bikin komentar di IG bahwa katanya lagi terjadi kasus perdagangan manusia di Pulau Jeju. Orang Indonesia ini katanya udah melaporkannya juga ke media dan kantor imigrasi, tapi karena nggak tahu harus menghubungi pihak mana untuk melaporkan kasus ini dari luar negeri, akhirnya dia minta tolong lewat komentar IG supaya ada yang bisa mengarahkan atau menghubungkannya dengan pihak kepolisian Jeju/Seogwipo.
Jadi katanya dia sudah melapor ke Imigrasi Jeju, Kedubes RI di Korea, dan kepolisian Indonesia. Sementara ke KBS, dia mengirimkan berbagai bukti seperti foto, video, dan kronologi kasus, tetapi hanya mendapat respons “Kami akan memeriksanya” dan belum ada tindak lanjut lagi.
Dia menyebut ada pihak di Indonesia yang merekrut orang dan mengirim mereka ke Jeju dengan bayaran sekitar 7 juta won per orang. Setelah tiba, sebagian mengajukan suaka atau bekerja secara ilegal, bahkan ada yang membayar 900 ribu won untuk mendapatkan alamat di Jeju yang dipakai dalam pengajuan suaka.
Orang ini mengaku juga sudah melaporkan kasus ini kepada lembaga yang menangani perdagangan manusia (TPPO) dan kepolisian di Indonesia. Namun, dia diberi penjelasan bahwa karena kasus ini melibatkan lintas negara, bagian yang terjadi di Korea membutuhkan kerja sama dari lembaga penegak hukum Korea. Polisi Indonesia tidak bisa masuk ke Korea dan melakukan penangkapan secara langsung.
https://t.co/VDpUMi3EsJ
There's a safety alert in Jeju Island, South Korea.
15 people are confirmed missing with 4 bodies found so far, the South Korean police is receiving a lot of backlash for their mishandling of the latest case.
Theories are pointing to a possible Serial Killer in the area.
Someone mapped out cases of missing persons on the island.
a Local claims that they're receiving a missing person alert every week.
BUAT YANG BERENCANA LIBURAN KE KORSEL ESPECIALLY JEJU, PLS BACA INI!!!
jadi di jeju itu ternyata banyak banget kasus orang hilang dan kasus pembunvhan tapi beritanya disembunyikan, tau-tau ketemu m4yatnya aja ☠️
OP ini cerita: dulu waktu liburan ke jeju, dia makan ke restoran daging terkenal. pas mau pulang, tiba-tiba pemilik resto (ibu-ibu) itu melarang OP buat pulang jalan kaki dan maksa OP untuk naik mobilnya aja
karena nggak enak, OP akhirnya jadi nebeng di mobil pemilik resto itu. selama diperjalanan, pemilik resto cerita kalau di area tsb sudah banyak orang hilang, pokoknya banyak banget kasus orang hilang/pembunvhan, tapi berita itu ditutupi/disembunyikan
pemilik resto juga ngasih tau kl yang hilang itu semuanya pasti wisatawan/turis, soalnya kan keliatan bgt kl mereka turis, jadi emang sengaja “diincar”
pemilik resto itu jg nyaranin better naik taxi, meskipun jarak ke penginapan itu dekat. terus quote RT dari tweet ini juga banyak bgt yang nyaranin untuk bawa mobil sendiri, soalnya emang se bahaya itu
A Jeju police officer was arrested today for deliberately shutting down missing-person cases — not one or two, but roughly 298 of them. He told families their loved ones were safe, then quietly deleted the cases from the missing-persons system.
The case cracked open because of Jang Mi-ran's disappearance, which turned out to expose a far larger cover-up.
Jang Mi-ran, 37, went missing on May 12.
Her boyfriend reported it, and the officer assigned to the case told him he'd reached her, that she was safe, and that she didn't want her location shared — then closed the file that same night. It later emerged there was no record police had ever actually contacted her.
Once the officer was identified and implicated, investigators went back through his past cases. Between August 22 and 24, they found four bodies of people who had been reported missing — Jang Mi-ran among them, found 104 days after she disappeared, just a few minutes' walk from where she'd been staying. The other three were men, two in their 60s and one in his 70s.
Since prosecutors' authority to conduct supplementary investigation was abolished, public anxiety has been mounting over how a single officer could kill hundreds of cases with almost no way for anyone to catch it.
Video: the family, enraged, confronts the officer. (Chanel A News)
Kerja gak sesuai tupoksi, semua diurus one man show, kerjaan siapa aja diserobot, beneran ugal ugalan banget ngurus negara. Pantes kebingungan semuanya, ternyata motivasinya yang penting tampil.