BAIS
Badan ini, kemarin anak buahnya yang menyiram air keras kepada aktivis. Setelah diseret ke pengadilan, dalihnya :'kesal'. Udah, selesai. divonis 2 tahun. Sementara korbannya , buta permanen.
Kemarin, direkturnya sendiri, yang memimpin pasukan bersenjata menggeruduk polda metro jaya, yang barusan menggeledah dan membawa barang bukti dari jampidsus.
Suatu badan yang dibentuk untuk melindungi negara dari keamanan terutama dari luar, digunakna untuk urusan beginian.
Inilah bahayanya kita membuka celah sedikiiiittt saja untuk TNI masuk ke kancah sipil. BUBRAH semua !
Cukup terakhir kali ini saja, kita memilih presiden dari tentara.
cc @Kemhan_RI@prabowo@Kemhan_RI@Puspen_TNI
Bikinnnn Ngelussss Dengkul lagiiii Nihhhhhh....
200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, dilaporkan mengalami Ke Racun An massal setelah menyantap menu daging olahan dari program eMBeGeehhhhh pada Senin (11/5/2026)
Para korban yg terdiri dari pelajar TK, SD, hingga SMP ituhhh kini menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan setempat
Maaf menyela malam Selasa Handai Tolan sekelian. Kami ingin mengabarken, bahwa ada peristiwa pengracunan lagi oleh kubangan lumpur (espepege) di Surabaya, pada hari ini, Senin, 11 Mei 2026. Jumlah korbannya RATUSAN.
Mohon tunggu, kami akan update segera beritanya. Stay tune 🙏🏻
Mereka gak peduli anak anak suka tau tidak.
Mereka gak mau tau makanannya enak apa tidak.
Mereka masa bodoh walaupun makanannya dibuang ketempat sampah.
Yg penting bagi mereka; proyek jalan terus,cuan mengalir deras.
KONTRAS DENGAN PRABOWO,
BIAYA DINAS LN PM WONG SINGAPURA
HANYA PULUHAN JUTA PER TRIP
PAKE PESAWAT KOMERSIAL DAN TIM YG KECIL!!
ARTINYA 1 KALI DINAS LN PRABOWO NYARIS =
1000 KALI DINAS PM SINGAPURA
Ketika foto dan video PM Singapura Lawrence Wong naik pesawat ekonomi viral di seluruh dunia, banyak yang penasaran:
sebetulnya berapa sih total biaya yang dikeluarkan negara untuk perjalanan dinasnya?
Berikut rinciannya
TIKET PESAWAT BERANGKAT (Singapura ke Laos)
Wong terbang ke Vientiane, Laos menggunakan Lao Airlines, maskapai penerbangan nasional tuan rumah.
Ini bukan pilihan mewah, tapi pilihan yang menunjukkan kepercayaan dan penghormatan terhadap negara tuan rumah.
Harga tiket kelas ekonomi rute ini berada di kisaran S$150 hingga S$250 atau sekitar Rp 1,7 juta hingga Rp 2,9 juta per orang sekali jalan.
TIKET PESAWAT PULANG (Laos ke Singapura)
Inilah yang membuat dunia melongo. Wong memilih terbang pulang menggunakan Scoot Airlines, maskapai budget anak perusahaan Singapore Airlines.
Harga tiket Scoot rute Vientiane ke Singapura sekali jalan tercatat hanya S$197 atau sekitar Rp 2,4 juta.
Wong memilih kursi baris terdepan kelas ekonomi yang memiliki ruang kaki sedikit lebih luas, sehingga harga tiketnya kemungkinan S$226 atau sekitar Rp 2,6 juta.
Penting dicatat: Scoot bahkan tidak menawarkan kelas bisnis, sehingga tidak ada opsi upgrade mewah sama sekali.
AKOMODASI / HOTEL
Singapura tidak mempublikasikan secara terbuka detail hotel yang digunakan pejabat dalam kunjungan kenegaraan.
Namun berdasarkan praktik umum KTT ASEAN, delegasi kepala pemerintahan biasanya menginap di hotel bintang lima yang telah disiapkan panitia tuan rumah, dengan biaya ditanggung pihak penyelenggara atau dibagi bersama delegasi. Laos menyiapkan akomodasi resmi untuk seluruh kepala pemerintahan yang hadir sebagai bagian dari paket penyelenggaraan KTT.
KEAMANAN DAN PENGAWALAN
Di sinilah perbedaan paling mencolok terjadi.
Wong tidak menggunakan eskortan jet tempur, tidak membawa kapal perang, dan tidak memobilisasi kendaraan lapis baja lintas negara.
Ia hanya didampingi oleh sejumlah pejabat dan staf pendamping yang terlihat dalam video, jumlahnya sangat terbatas, terbang dalam penerbangan yang sama, di kabin yang sama, bersama warga biasa.
TOTAL ESTIMASI BIAYA TRANSPORTASI
Hanya untuk komponen tiket pesawat, pengeluaran Wong tidak lebih dari S$500 atau sekitar Rp 6 juta pulang pergi.
Bahkan jika ditambahkan biaya operasional delegasi kecil yang menemaninya, total biaya perjalanan dinas ini diperkirakan hanya beberapa puluh juta rupiah, jauh di bawah standar yang biasa dianggarkan kepala pemerintahan manapun.
KONTEKS YANG PERLU DIPAHAMI
Singapura adalah salah satu negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita di atas USD 65.000.
Mereka mampu menyewa jet pribadi atau pesawat kenegaraan kelas wahid. Tapi Wong tidak melakukannya. Bukan karena tidak ada anggaran, tapi karena budaya pemerintahan Singapura memang menanamkan prinsip:
uang negara adalah uang rakyat, dan setiap sen harus bisa dipertanggungjawabkan.
Inilah yang disebut kepemimpinan berbasis nilai,
bukan
kepemimpinan berbasis gengsi.
Hasil uji lab oleh BPOM yang diduga sebagai penyebab keracunan 162 siswa di Anambas:
- Kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar 100 hingga 5.000 mg/L
- Juga ditemukan Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus.
SPPG diminta untuk perbaiki standar dan memperbarui Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Waaahhhh ... mulai ada pembungkaman ini !?
Ini juga malah lebih frontal, siswa di keluarkan secara sepihak hanya karena orang tuanya suka mengkritisi MBG
Parah nih rezim gemoy !!!!
5000 SPPG diduga fiktif.
7,6 T duit negara menguap.
KPK sudah warning dari awal: rawan korupsi.
Pemerintah? Tetap jalan.
Mereka gak malu korupsi atas nama gizi dan kemiskinan.
Kalau ini masih bisa ditoleransi, berarti yang rusak bukan cuma sistemnya. https://t.co/VXx2Uta94m
@tempodotco About the time. Harus kita dukung, dan semoga gerakan protes yang sama diikuti oleh mahasiswa2 lainnya dari seluruh kampus di Indonesia. Ingat, MBG itu program populisnya prabowo untuk 2029, kalau seluruh lapisan masyarakat benci MBG, program ini akan dia hentikan.
@tempodotco Negara inikan hanya ajang aji mumpung untuk orang2 yg duduk dikekuasaan..setelah lengser dari kekuasaan semua akan jadi sandra politik oleh kekuasaan penggantinya atau jadi alat politik orang sebelumnya agar tetap dalam lingkaran kekuasaan, efeknya semua sistem aburadul
Guys, ada sesuatu yang sangat ironis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di Indonesia.
1 Mei — Hari Buruh.
Prabowo hadir di Monas.
Berdiri di panggung bersama puluhan ribu buruh. Bernyanyi.
Berpidato.
Mengumumkan cicilan KPR 40 tahun dan potongan ojol 8%. Kaos 200 ribu lembar dibagikan. Sangat meriah.
2 Mei — Hari Pendidikan Nasional.
Prabowo rapat tertutup di Hambalang.
Tidak ada seremoni khusus.
Tidak ada pidato untuk guru dan siswa.
Tidak ada satu pun agenda yang secara khusus merayakan atau memperingati Hardiknas.
Bukan kebetulan ini adalah pilihan.
Ketika seorang presiden memilih hadir secara dramatis di Hari Buruh dengan panggung besar dan ribuan orang tapi memilih rapat tertutup di rumah pribadi pada Hari Pendidikan Nasional itu bukan soal jadwal yang padat.
Itu adalah pernyataan tentang apa yang dianggap lebih penting secara politik.
Buruh hadir secara fisik dan bisa dimobilisasi.
Guru honorer yang gajinya Rp300 ribu per bulan tidak membawa massa ke Monas.
Anak-anak di sekolah rusak tidak bisa berteriak di depan istana.
Siswa disabilitas yang dibuang sistem tidak punya organisasi yang bisa mengancam stabilitas politik.
Makanya satu dirayakan dengan meriah.
Yang satu dilewati dengan rapat tertutup di Hambalang.
Dan ini bukan pertama kali Hambalang dijadikan tempat rapat kabinet:
8 Maret 2026 — lima rapat dalam satu hari di Hambalang. Membahas pendidikan, geopolitik Timur Tengah, mudik Lebaran.
2 Mei 2026 — rapat tertutup lagi di Hambalang. Membahas aspirasi buruh dan perguruan tinggi.
Pola ini konsisten.
Dan setiap kali hasil rapatnya dirilis isinya selalu berakhir dengan kalimat yang sama:
"Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia."
Tanpa angka.
Tanpa target.
Tanpa timeline.
Tanpa akuntabilitas.
Sementara di luar Hambalang kondisi pendidikan Indonesia hari ini:
Guru honorer masih ada yang menerima gaji Rp150-300 ribu per bulan. Ratusan ribu ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Anak disabilitas masih bisa dikeluarkan sekolah secara diam-diam dan tidak ada yang menindak.
Perguruan tinggi terbaik masih terkonsentrasi di Jawa. Angka putus kuliah karena faktor ekonomi masih sangat tinggi.
Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2026 solusi yang ditawarkan adalah: manfaatkan fakultas teknik perguruan tinggi untuk membangun daerah.
Bukan ide buruk.
Tapi itu bukan jawaban atas masalah struktural yang sudah puluhan tahun tidak selesai.
Ki Hajar Dewantara pasti sangat sedih:
Hardiknas ditetapkan untuk mengenang beliau — yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia tanpa kecuali.
Yang berjuang agar anak-anak pribumi bisa mengakses pendidikan yang bermartabat.
Yang mendirikan Taman Siswa karena sistem yang ada tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Dan di hari yang didedikasikan untuk mengenang perjuangannya presiden rapat tertutup di rumah pribadi.
Tanpa satu pun momen yang secara khusus menyapa guru, siswa, atau orang tua yang berjuang keras menyekolahkan anaknya.
"Ing ngarsa sung tulada."
Di depan memberi teladan.
Teladan seperti apa yang diberikan ketika Hari Buruh dirayakan dengan meriah tapi Hari Pendidikan Nasional dilewati tanpa pesan khusus untuk anak-anak Indonesia?
Indonesia merayakan Hari Buruh dengan kaos, panggung, dan janji-janji besar.
Dan keesokan harinya Hari Pendidikan Nasional dilewati dengan rapat tertutup di kediaman pribadi presiden yang hasilnya hanya satu paragraf rilis.
Bukan salah buruhnya.
Mereka memang harus diperjuangkan.
Tapi kalau energi, perhatian, dan kehadiran fisik presiden hanya muncul ketika ada massa yang bisa dimobilisasi dan tidak hadir ketika yang membutuhkan perhatian adalah guru honorer yang tidak punya serikat besar dan siswa yang tidak bisa berteriak di depan istana maka yang terjadi bukan keberpihakan.
Itu politik.
Dan politik yang mengorbankan pendidikan demi popularitas jangka pendek adalah utang yang akan dibayar oleh generasi berikutnya bukan oleh kita yang sekarang.
This is what Arab Muslim slave traders are doing to black Christian children in Sudan.
Where’s the UN? Where’s the Palestinian protest crowd? Where’s Greta, BLM, and the so-called human rights activists?!
Mengenang 21 Martyr dari Libya
Matius 24:9
“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku (Yesus).”