pagi2 dibuat nyesek baca postingan grup FB 🥲
mas2 ini bertanya gimana caranya menjalani hidup setelah ditinggal wafat istri, lalu anaknya.
ada salah 1 komen yg menyarankan sebuah buku, judulnya
"seorang pria yg melalui duka dengan mencuci piring",
maknanya kurang lebih seberat apapun hidup,
kita harus tetap bergerak, jalani hidup sehari2.
ada yg pernah baca bukunya???
rekomen gak menurutmu gaes???
Mengapa seseorang yang sudah punya jabatan, fasilitas, bahkan kekayaan, masih bisa korupsi?
Pertanyaan ini menarik karena jawabannya mungkin bukan sekadar…
“Karena dia serakah”
Nah, teori GONE membantu kita dalam melihat korupsi dari 4 sisi berbeda
🧵 #Kriminopedia
Gua Berusaha Untuk Mengurangi Nonton Short Video Setelah Baca Jurnal Ini
Lo pernah nggak sih ngerasa otak makin “lemot” setelah seharian scroll short video?
Awalnya gua pikir itu cuma perasaan doang, sampai gua baca jurnal ini.
Ternyata, kebiasaan nonton short video, entah itu TikTok, Reels, YouTube Shorts, ternyata beneran ada efeknya ke otak. Efeknya ngaruh ke kognisi, memori, dan fokus.
Iya, betul, kemampuan otak yang selama ini kita andalkan buat kerja, belajar, atau sekadar mikir jernih itu bisa terganggu.
Penelitian meta-analisis skala besar yang ngerangkum 71 penelitian dengan hampir 100.000 partisipan menemukan hasil menarik yaitu
𝗦𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗻𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝘃𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗸, 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗳𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 𝗼𝘁𝗮𝗸
Nonton short video terlalu sering juga berkaitan dengan naiknya tingkat stres, kecemasan, sampai gangguan tidur.
Short video itu kontennya super cepat, super padat, dan super stimulatif. Otak kita kebanyakan “dopamine hit” dalam waktu singkat. Akhirnya, konten panjang jadi kerasa membosankan, kokus makin pendek, daan itu kebawa ke aktivitas lain di dunia nyata.
Semoga bermanfaat!
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar
@kimsabuj "Akulah contoh si lucky boy itu kak. Lulus sekolah buka katering eh langsung laris. Bisnis franchise martabak langsung rame. Abis itu iseng jadi calon walikota eh menang. Terus iseng apply jadi calon wakil presiden eh dipilih. Kuncinya yakin sm diri sendiri & pilihan Allah."😌
Kalau dipikir-pikir, gaji pegawai MBG lebih besar dari gaji Dosen yang telah bergelar PhD
Beban dosen pun tidak hanya mengajar karena terikat tri dharma perguruan tinggi.
Selain pendidikan, ada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Leslie Lamport (Creator of LaTex): "If you think you know something but don't write it down. You only think you know something.
It reveals what you haven't said. And that there's steps in there. You may think they're obvious, but you haven't written them down.
And that's where errors come in. That's where that one third of the paper's errors come in, because it really makes you honest."
Mumpung ingat — siapakah perempuan Indonesia yang pertama kali menjadi rektor universitas?
Namanya Utami Suryadarma (1917–96). Ia memimpin Universitas BAPERKI, yang lantas ganti nama jadi Universitas Res Publica, sejak November 1962 hingga universitas tsb ditutup, Oktober 1965.
My dear front-end developers (and anyone who’s interested in the future of interfaces):
I have crawled through depths of hell to bring you, for the foreseeable years, one of the more important foundational pieces of UI engineering (if not in implementation then certainly at least in concept):
Fast, accurate and comprehensive userland text measurement algorithm in pure TypeScript, usable for laying out entire web pages without CSS, bypassing DOM measurements and reflow
Semua orang tau presiden Iran itu dokter bedah jantung. Tapi tau gak kalau Wapres Iran itu punya gelar PhD di bidang electrical and communication engineering?
Thesisnya sampe dikenal dengan istilah "Aref Theory". Edan bener.
When yh punya wapres dengan CV segunung gini....
Ini kasus yang ngga sesederhana "males" atau "nggak niat". Empat tahun mandek dengan data yang sudah ada, tantrum kalau ditanya progress, dan pola nyalahin dosen yang ternyata bukan akar masalahnya... ini lebih mirip gejala seseorang yang sedang stuck secara psikologis, bukan akademis.
I've seen similar pattern on my circle of friend during my theses writing. Data udah lengkap, dosen udah oke, tapi yang bersangkutan kayak lumpuh tiap kali mau buka laptop untuk nulis.
Itu bukan malas biasa. Itu bisa jadi campur aduk antara takut gagal, takut di-judge, dan makin lama makin malu karena sadar diri sudah kelamaan.
Jadi bukannya maju, malah makin menghindar. Lingkaran setan.
Tapi saya juga nggak mau romantisasi hal beginian. Ada titik di mana empati keluarga perlu diimbangi dengan kejujuran. Kalau memang DO sudah di depan mata, mungkin justru itu momentum yang dia butuhkan untuk berhenti lari.
Kadang seseorang baru bisa jujur sama diri sendiri, kalau sudah nggak ada lagi tempat sembunyi.
Yang bikin saya mikir, reaksi tantrumnya itu. Kalau setiap ditanya langsung defensif, kemungkinan besar dia sendiri tahu ada yang salah tapi belum siap menghadapinya.
Menurut saya pribady anxiety-nya udah cukup parah dan bentuknya bukan panik, melainkan diam dan menghindari.
Mungkin yang perlu dicoba bukan lagi nanya "gimana skripsinya?" tapi duduk bareng dan tanya "kamu baik-baik aja nggak?"
Mungkin akan beda efeknya. Semangat yah nder 🤍🤍🤍
contoh mid tier group yang ditinggal gara-gara tiba2 ganti konsep + agensinya kek bajingan, dihujat ntu lagu sama warga sampe membernya udah pada jadi sachet, giliran balik ke konsep yg mirip pada gakda yang tune in
@mysanctuarium@fraviato Max itu yg kutangkep semua perbedaan dirangkul, ga jarang setelah roasting dia balikin lg
Kyak mbak2 yg slalu beli tiket utk almarhum ayahnya (kursi kosong front row) dibilang wasting money tp ujungnya dibilang bapaknya pasti bangga di surga slalu dibeliin tiket stand-up