fuck u mean bertahan idup demi apa ya gk demi apa apa bgt juga anjir ya karna gue masih napas aja😭 like gk semuanya harus dicapture in melow way guys chill just buy any ice cream matcha wtv the f u want bcs yall happen to still breathing just don't make it too hard
lu ga punya pasangan, ga deket sama siapapun, ga ada hal sweet di keseharian, ga ada yg ditunggu, hiburan ga ada yg menarik lagi, terus ngerasa kesepian.
trus lu bertahan hidup demi apa sii?
@hitam_puma7 Pertama² kualifikasi lo ke applicant tuh gada hubungannya sama spektrum LGBT, which is antara lo claim org lgbt taste soal looksnya paling oke atau lo simply oversharing aja. Kedua, lo nyusahin job seeker di negara yg udah prihatin kontol. May this kind of HRD never find me.
Gua tuh muak banget sama loker magang yg nulisin benefit kaya gini, like wdym namanya magang udah pasti dapet experience, proses, sama connections lah kontol(?)
Seolah dikira lo gangerti kalau tenaga lo seharusnya dihargai dengan uang, dgn embel² "kita yg butuh pengalaman"
@pria_iwan@MariaAlkaff_ Yaudah gini aja mas dari pada cuma trashtalk ke orang, mas minta argumen yg bisa diterima akal ya? Gausah argumen dulu, mas bilang nonton siarannya dari awal sampe akhir coba paparin aja dulu itu isi forumnya bahas apa. Supaya mas punya basis knp ini dibilang framing buruk
@pistaciyou Priviledge. Fakta bahwa kalian dikuliahin dan bisa mikir bahwa itu adalah bare minimum aja itu sebuah priviledge. But isn't it unethical saying this only set as a minimum knowing your parents may bleed to up brings you? Coba yuk punya hati lebih pada dilembutin lagi
@halsuisseeeoo@cinephileintern Yg pocong 2 ada di youtube kak ternyata wkwk, kalo yg pocong 1 kayanya emang udah lost media deh soalnya emang gak pernah sempet ditayangin
Mau Syiah, Mau Ahmadiyah, mau nyembah sendal juga gue kaga peduli sama kepercayaan dan keyakinan orang. Mainan politik identitas emang mainan rezim gentong babi
Camat Lamba Leda Utara (Manggarai Timur), Agustinus Supratman, meluapkan amarahnya hingga membanting paket logistik di hadapan petugas BNPB saat meninjau posko pengungsian gempa Flores (21/8/2026)...
Amarah sang Camat meledak, karena menolak tuduhan bahwa pihak kecamatan menghambat distribusi, sembari tegas membongkar bobroknya pendataan pusat...
Ketegangan memuncak saat Agustinus menolak keras menandatangani dokumen berita acara penyerahan bantuan...
Dia menemukan manipulasi data yang fatal: klaim bantuan di atas kertas dicatat melimpah, padahal barang fisik yang ada di lapangan sangat minim, hanya sekitar 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak...
"Bapak keterlaluan, bapak jual nama saya...!" tegas Agustinus yang gak terima namanya dicatut demi memoles laporan manis ke pusat...
Masuk hari ke-enam pascagempa, aksi berani sang Camat menjadi tamparan keras bagi BNPB agar berhenti merekayasa angka dan segera menyalurkan bantuan secara transparan serta merata demi penderitaan warga...!
Beneran presiden kali ini selain ignorant, tone deaf, dikelilingi penjilat, bodoh, ternyata dia NPD juga. wdym itu ngapain ada pasukan sky diving ngibarin gambar muka dia segede karpet masjid