RIP Bapak Jakob Oetama (27 Sep 1931 - 9 Sep 2020). Pendiri Harian Kompas bersama PK Ojong (28 Juni 1965).
Buah pikiran dan teladan bapak akan tetap abadi bagi Pers Indonesia.
Kalang-Kabut Kocar-Kacir
Direktur SDM Pertamina perintahkan seluruh karyawan sebar infografis performa perusahaan migas dunia slama pandemik.
Pantesan lini masa penuh infografis yg menekankan wajar Pertamina rugi Rp 11 T.
Kalo wajar, knp harus Kalang-Kabut Kocar Kacir?
Ajukan Uji Materi ke MK adalah hak konstitusi RCTI.
Tidak ada yg salah dgn itu, sekalipun membawa kita flashback soal persaingan Ojek Pangkalan Vs Ojek Online.
Pada akhirnya semua insan dan entitas usaha harus mampu menyikapi perkembangan jaman.
https://t.co/CjNUkU5Q5b
Sebelum bicara moral netizen di media sosial, RCTI sebaiknya ngaca dulu.
Apa selama ini sdh bermoral dgn tayangan tak mendidik dan mencerdaskan, receh dan unfaedah, demi rating dan pendapatan iklan?
RCTI menegaskan tak ingin menghambat kreativitas netizen di YouTube dan aneka macam media sosial. Tetapi untuk moral bangsa. #kumparanNEWS https://t.co/zRZVIzsd4F
Siapapun tau, tujuan RCTI ajukan Uji Materi UU Penyiaran ke MK terkait Netflix dan YouTube, karena kalah bersaing.
Tak elok kalau tujuan bisnis dibungkus dengan kalimat yang seakan-akan perduli dengan moral bangsa.
Karena selama ini tayangan RCTI banyak yg tidak mendidik.
Hello mas @yusuf_dumdum.
Anda sendiri ahli soal migas dan IPO sehingga Anda melecehkan ulama dgn mengesankkannya akan bawa kehancuran?
Atau Anda hanya sekedar influencer sok maha ahli yg di hire @pertamina utk membunuh pandangan yg menolak IPO Subholding Pertamina?
Wow serikat pekerja Pertamina hire Abdul Somad utk perkuat narasi penolakan rencana IPO subholding Pertamina?
Jadi ingat pesan: βJika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.β
Rencana IPO diframing jual aset negara. Gagal paham ππ #SavePertamina
Seharusnya Anda kritisi jika ada yg salah dgn pernyataan Ustad Abdul Somad? Bukan merendahkan ulama dgn beri kesan UAS akan membawa kehancuran. Jgn perkeruh situasi bangsa dgn adu domba. Influencer @pertamina kenapa spt ini?
ICW Ungkap Pemerintah Gelontorkan Rp 90,45 M untuk Jasa Influencer.
Pemerintah Kok Kayak Kompeni.. Rakyat Diadu Sama Rakyat?
π€π
#1TriliunanBuatBayarBacot
https://t.co/EwBy7FSR8S
Ini contoh berita yg menyesatkan. Judul bertolak belakang dengan isi.
Judul seakan2 Indonesia masuk peringkat tiga pertumbuhan ekonomi dunia. Padahal hanya SEMPAT DIPREDIKSI oleh IMF. Itupun hanya klaim sepihak Presiden @jokowi.
#JKWnolPrestasi