tanpa mau mencari solusi dari kondisi "not okay" kita :)
Need more information about our mental health, see on our instagram @betterme.idn and @meellmelisa ❤️
bersuara dan kita mengabaikan suara itu, bagaimana kita bisa utk mencari solusi dari masalah yg ada? wong kita aja ga mau mengakui ada masalah itu.
Jadi.... not okay ga selamanya buruk, yg jadi buruk ketika kita tdk mau mengakui dan memilih utk terus menerus di kondisi not okay
Ketika kita mau mengakui kita sedang "not okay", ini akan sangat membantu kita untuk mencari cara mengatasinya.
Bayangkan ketika kalian denial / tdk mau mengakui kalian berada pada kondisi "not okay" and then pretend to be okay. Psikologis kalian seakan akan dibiarkan utk tdk
hidup kita akan dipenuhi ups dan downs karena emosi yang kita rasakan.
So.... its okay not to be okay. Akui ketika kita merasa berada tdk pada kondisi "baik" / downs karena namanya kehidupan akan membuat kita bisa merasakan emosi ttt termasuk emosi yg diberikan label negatif
yup proposional. Ketika kita nihil emosi atau emosi berada tingkatan berlebihan tentu hal ini akan memberikan dampak negatif pada kita.
Nah karena kita sudah memahami bahwa setiap emosi baik positif maupu negatif memiliki fungsi bagi kita, maka....
Alarm ini membantu kita untuk bergerak dan bereaksi pada ancaman tsb. Kebayang dong kalau kita ga punya emosi marah ini, alarm diri kita seakan-akan menghilang.
Nah yang harus diingat semua emosi sekalipun diberikan negatif mpy fungsi ASALKAN berada pada tingkatkan proposional
bahwa sesungguhnya semua emosi pasti memiliki fungsi untuk diri kita. Misalnya, emosi marah. Banyak individu yang salah kaprah bahwa emosi ini harus dihilangkan, padahal ketika emosi marah memberikan kita "alarm" ada hal yang mengancam diri kita.
The power of "Its okay not to be okay".
Setiap manusia dibekali dengan berbagai emosi, entah emosi yang diberikan label positif maupun negatif. Label negatif pada emosi membuat individu merasa emosi ini harus dihilangkan. Nah, ini yang harus diedukasi