hi min @txtdrbekasi, mohon info donk. daerah duren jaya, pisang mas bekasi timur masih pemadaman ga ya? banjirnya apakah sudah surut? ada keluarga daerah sana dan udah ga bisa dikontak wa-nya soalnya.
Ada gut feeling kenapa Ramadan tahun ini berasa sunyi dan getir. Everyone's unhappy.
Makan bohong gratis, pailit, ekonomi merosot, sekarang banjir—luar biasa hasil kerja yg dari dulu ngotot minta mandat.
Tinggal nunggu waktu kita diabisin pemerintah sendiri atau sama iklim.
Tepat sebulan tinggal di Lombok -- tepatnya Kuta Mandalika (moving from BSD); and here's a short review:
The Air
Tentunya udara bersih dengan AQI satu digit saja. Walaupun di pinggir laut, tapi hawanya ngga ada lengket2nya, ga kayak di PIK atau anywhere di Jakarta Utara ifywim.
Matahari kadang terik, tapi somehow udara ngga humid jadi asal di tempat teduh asal berangin, gw merasa ga butuh AC.
Nah, minusnya itu masih banyak yang suka bakar sampah gitu -- but well nothing is perfect.
Acommodation
Hunian (rumah yang disewakan/villa) itu relatively lebih mahal. Ini karena supply masih terbatas dan ya emang harga turis.
Monthly rent cost gw sekarang lebih mahal dibanding waktu di Branz BSD, with less facility.
Food
Kalau yang dicari makanan populer dari perspektif Jakartans seperti bakso, ricebowl, mie, ayam goreng tepung, nasi goreng, dll -- yamasih sangat terbatas opsinya.
We don't even have KFC, McD or any popular brands. Ngga ada juga go/grab-food di sini.
Kalau mau yang begituan ya harus jalan ke Mataram (1 hour driving)
Jajan paling populer adalah crepes, atau artisan gelatto (kaga ada Mixue ya)
Sehari-hari gw belanja sayur, ikan, udang di pasar kalau pengen masak. Belanja pagi masak hari itu juga, all fresh.
Kalau males masak ya ada bbrp warung prasmanan yang style-nya ya home made Indonesian food.
Transport
Harus pakai kendaraan pribadi -- ngga ada ojol di sini. Gw sewa motor bulanan yang gw pake kemana-mana.
Gw masih nunggu onewheel dikirim dari Jakarta buat strolling di pinggir pantai btw.
Scenery
Lombok is effortlessly beautiful.
Banyak banget spot pantai yang belum gw kunjungi dan kegiatan2 yang belum sempet gw lakukan kayak:
- Paragliding/Sky lancing
- Spearfishing
- Kite surfing
Belum juga menjelajah area pegunungan di kaki Rinjani kayak di daerah Sembalun dan sekitarnya.
Karena niat gw pindah bukannya "vacation" tapi long term stay ya ngga keburu-buru sih.
Hospitality
I mentioned before, gw ga pernah berasa mendapat diskriminasi dibanding foreigners.
Tapi memang secara standard hospitality, somehow berasa masih belum sebagus di Bali misalnya.
Hal-hal kecil misalnya cleaning schedule villa gitu kadang ngga jelas; handuk kelupaan, dll.
Dan juga, di jalan Kuta ini masih banyak anak2 kecil yang jualan gelang dengan metode rada maksa dan memang di "pekerjakan" orang tuanya; dan ini lumayan mengganggu kenyamanan kalau lagi makan gitu.
Kapan itu lagi beli crepes juga ada bule yang dikerubungin anak-anak kecil diminta beliin mereka crepes gitu (kayaknya gara-gara dia beliin satu anak trus lainnya pada ngikut)
Not that it's a big deal, tapi penting buat set expectation right; apalagi yang niatnya misal "vacation in fancy island place" gitu.
Some notes
Mungkin orang melihat gw doing "permanent vacation" gitu but really I'm just trying to balance work-life.
Sudah beberapa tahun terakhir gw selalu mencoba conscious untuk menghindar business opportunity yang membuat gw "geographically locked somewhere".
And there's always trade-off in this. My wife and I are always comfortable with some degree of uncertainty; yang mungkin buat bbrp orang lumayan ekstrim seperti pertanyaan "minggu depan kita tinggal di mana ya?"
Btw gw rencana tinggal sampai akhir tahun, tapi pindah kesini cuman book villa buat sebulan doang. Ketemu tempat tinggal for the rest of the year ya baru dapetnya seminggu yang lalu :D
Foto pindahan pinjem mobil warlok:
Di twit gw lain gw ada komentar kalau tinggal di Singapore "terlalu teratur, kurang chaos" -- and I think what I mean is this:
When your life goal is already past "survival" stage; then gw melihat ada spektrum begini:
Bosan -- Nyaman -- Seru -- Menderita
Too much predictability; bakal ada di spektrum paling kiri.
Too much uncertainty; you'll end up di paling kanan.
The goal is just to swing between "Nyaman" dan "Seru".
FIN
saat kamu mulai naik:
1. posisi naik
2. uang banyak
3. kenalan orang kuat
4. ada pencapaian
maka akan ada potensi percikan arogansi dalam diri yg bisa perlahan muncul, anggap remeh orang lain karena di bawah kamu. ga semua orang bisa meredam 'arogansi' ini.
Self-doubt stops too many women from applying for jobs.
After clearing the bar for expert-level work, 92% of men applied—but only 50% of women did.
It shouldn't matter whether you feel qualified. That's for the employer to judge. If you're interested, put your hat in the ring.
@blackhat2017 Harusnya ada spesial thanks untuk operator sekolah. Menyambungkan tua dan muda, pusat,daerah dan srver sekolah. Panjang umur juga buat tendik 💪💪💪. Btw mereka tuh makin sedikit y skrg 😭
Bacain reply dan QT di twit tentang orang hilang, jadi tahu kalau kayaknya pengetahuan Gen Z tentang peristiwa penculikan itu banyak didapat dari… novel Laut Bercerita.
THANK YOU, Leila Chudori. Mari kita promosikan buku ini lebih sering ke adik-adik kita.
Salut dengan KH Ma’ruf Amin, sudah sepuh saat menjadi Cawapres 2019, tapi berani tampil di sesi khusus debat Cawapres. Bahkan tampil dg sangat baik.
Masak ada anak muda yg gak berani tampil debat cawapres sih? Masak sih kalah berani sama yg sepuh? Masak ada yg kayak gitu sih 😁
Kebayang ga sih kalian idup di jakarta pusat cuma keluar duit 1,2 juta buat kost2an dan makan sebulan?
Ada yg pernah lakuin atau sedang lakuin?
Kemarin gw nemu client macam gini. Gw sampe berkali2 mastiin "kamu cuma ngabisin duit 1,2juta? Idup di jakarta? How??
A friend who’s been hiring people for more than a decade cautioned me against hiring people who have enough experience to be prideful, but not enough to be wise.
He said: “People who are new to the working world know they don’t know anything. But once they get a few wins under their belt, their confidence rises much faster than their skills. Beware of hiring these people. Their over-inflated egos lead to poor decisions and unrealistic expectations.”
The Dunning-Kruger Effect, but for career development.
Lagi melototin peta rencana proyek LRT Bali 2024.
Jadi kebayang naik Bali Line keliling pulau berpemandangan pesisir pantai, terus lanjut naik High Speed Railway ke Jakarta. Kalo rindu Canggu bisalah pake Line 3.
16 Nov 2015, sebentar lagi genap 8 tahun sejak saya memaparkan kepada Presiden @jokowi konsep e-Gov yang terpadu, arsitektur dan tata kelolanya, termasuk organization design untuk kebijakan (NCIO) serta implementasi (“NewCo” anak perusahaan BUMN, atau sekarang istilahnya GovTech)
"Protecting my energy"
Kai, anak gw yang masih SD kemarin tanya:
"Ayah dan ibu apa resepnya sih kok keliatan santai dan tenang menjalani hidup? Aku aja baru kelas 5 rasanya berat banget menghadapi tugas-tugas sekolah" Tanya Kai sambil ndusel ke perut gw.
Gue ketawa denger pertanyaan polosnya.Tapi dalam konteks lebih serius, yang gw lakukan adalah menjaga energi agar tetap baik, dan ini bukan effort kecil.
Bagaimana cara menjaga energi supaya tetap Zen versi gw? Ada beberapa hal:
1. Fokus hanya pada hal penting, dalam hal ini cuma ada 3 hal terpenting di hidup gw sekarang: Diri sendiri, keluarga, kerjaan. Diluar hal itu, ga akan gw ambil pusing.
Oleh banyak orang, fokus begini dianggap egois. Ya terserah aja, mending dibilang egois tapi kenyataannya bisa menebar energi baik di sekitar daripada ribet ngurusin banyak hal sampe energinya habis dan orang terdekat jadi korban.
2. Cut off semua yang toxic. Entah itu yang berwujud teman, makanan, kebiasaan, lingkungan dll. Keluarga ga gw sebut, karena keluargaku manis semua 🥰
Gw termasuk cepet nge-cut semua yang pengaruhnya buruk. Kadang dianggap ga punya hati, tapi ya lebih penting menjaga supaya hati gw nyaman daripada membiarkan orang ga tau diri lalu lalang bikin sumpek. Space kesabaran dan energi gw yang luas, gw dedikasikan hanya pada orang-orang terkasih.
3. I am good at saying NO. Undangan yang ga cocok, kesepakatan yang ga menguntungkan, aktivitas yang gw ga suka akan gw tolak dengan mudah tanpa rasa bersalah. Just say NO.
4. Gw ga FOMO, Fear of Missing Out atau merasa tertinggal saat seseorang posting momen seru/penting tapi kita ga ada di sana. Gw punya keseruan dan momen penting gw sendiri.
5. Menikmati hidup yang cukup, ngga greedy/serakah. Menemukan titik cukup ini perlu latihan karena banyak orang yang terus menerus haus padahal udah minum banyak. Ini bahaya.
6. Moment of reflection. Gw punya momen khusus berdialog dengan the higher energy, merefleksi apakah langkah gw sudah benar atau belum, sekaligus momen minta tolong dan berserah. Momen itu adalah tahajud.
7. Last but not least, memiliki banyak hal yang udah selesai itu melegakan. Ada masanya gw bertahun-tahun tenggelam menyelesaikan berbagai pe-er kehidupan. Kalau kamu masih banyak PR, segera diselesaikan satu per satu dengan khusyuk, fokus, sambil tetap menikmati momen bersama orang-orang terkasih.