Nangis lihatnya nyebrang pake baskom, masih banyak ini yang seperti ini didaerah daerah lain
Presiden sama wakil presiden beserta jajaran sama aja, OMON OMON
Mba fatimah ini keren banget sumpah🤩😭
setelah liat video yang cukup panjang ada satu momen yang mau aku highlight, yaitu pesan untuk pak presiden.
Aku lihat video ini bukan sekadar mahasiswa yang mengkritik presiden tetapi seorang anak muda yang berani mengatakan apa yang banyak rakyat rasakan, yang tidak meminta yang muluk-muluk. Hanya mengingatkan bahwa setelah sekian kali mencoba dan akhirnya diberi kesempatan memimpin, jangan sampai presiden justru semakin jauh dari suara rakyat karena dikelilingi orang-orang yang membuatnya hanya mendengar kabar baik.
Kadang keberanian terbesar bukan berteriak paling keras, melainkan menyampaikan kebenaran tepat di hadapan orang yang paling berkuasa.
Sekali lagi keren banget kamu mba fatimah🥹🤩👏🏻
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami.
Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami. Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini.
Jauh dari sorotan kamera dan tidak suka ngonten, begitulah pemimpin yang sebenarnya, sederhana dan alami. Berbeda dengan gubernur yang hanya tampak sederhana pas lagi ngonten dan di kanal yutub-nya saja. Kerjanya pun tidak pernah menyentuh akar permasalahan.
Di saat ruang publik terus dihujani komplain atas gaya hidup mewah dan pamer harta (flexing) para pejabat negara, sebuah pemandangan kontras datang dari ufuk timur.
Gubernur Papua membuktikan bahwa kekuasaan tidak harus selalu berkelindan dengan kemewahan. Langkah kaki yang tetap menapak bumi dan pilihan hidup yang jauh dari kata glamor ini seolah menjadi tamparan keras bagi kultur hedonisme birokrasi modern.
Di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap integritas aparat, kesederhanaan ini bukan sekadar pencitraan, melainkan sebuah pesan kuat tentang esensi sejati seorang pelayan rakyat.
Ketika kemewahan dianggap sebagai standar baru kekuasaan, berani tampil sederhana adalah bentuk perlawanan moral yang paling senyap namun mematikan. Bagaimana perspektif Anda?
Masyarakat Papua menolak..
Kini PGI juga menolak PSN di Papua..
Sangat jarang mreka ini berbicara tentang urusan negara, mungkin sekarang sudah saatnya..