Menaruh ekspektasi berlebih pada manusia itu ibarat kita sengaja pesan tiket untuk kecewa. Tapi, menjaga hati agar hanya berharap pada Allah adalah satu-satunya jalan agar kita terbebas darinya.
HATI-HATI!
JANGAN tidur siang kelamaan!
𝗣𝗲𝗻𝗲𝗹𝗶𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 "𝗸𝗲𝗯𝗮𝗯𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻" 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 1 𝗷𝗮𝗺 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗦𝗧𝗥𝗢𝗞𝗘!
Bisa tidur siang di tengah-tengah pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sehari-hari, merupakan hal yang tentunya kita inginkan. Bahkan tidur siang pun sebenarnya baik untuk memulihkan kemampuan berpikir kita.
Namun, penelitian INTERSTROKE International Study yang melibatkan 4.496 orang dari berbagai negara menunjukkan hasil yang cukup bikin mikir dua kali sebelum “rebahan bentar tapi kebablasan.”
Ternyata, orang yang tidur siang lebih dari 1 jam, entah itu direncanain atau kebablasan, punya risiko stroke lebih tinggi antara lain:
-2,8x lebih tinggi kalau kebablasan
-1,7x lebih tinggi kalau memang direncanain
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂?
Tidur siang yang terlalu lama bisa ganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang ngatur kapan kita harus bangun, tidur, dan ngatur hormon tubuh.
Kalau jam biologis ini rusak, maka bisa muncul gangguan respon imun dan peningkatan peradangan di tubuh dan pada akhirnya berujung pada peningkatan risiko stroke.
Semoga bermanfaat!
▶️ MEMBANTAH PEMIKIRAN SESAT YANG MEYAKINI NABI ADAM ‘ALAIHISSALĀM DILAHIRKAN
📡 Simak poster selengkapnya:
https://t.co/SpGLsA4uCE
Benarkah Nabi Adam ‘alaihissalām dilahirkan sebagaimana manusia setelahnya? Klaim ini jelas menyelisihi Al-Qur’an dan akal sehat, karena Allah ﷻ menegaskan bahwa Adam diciptakan langsung oleh-Nya, bukan dilahirkan. Allah ﷻ berfirman:
قَالَ يٰٓاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۗ
“(Allah) berfirman, ‘Wahai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku (kekuasaan-Ku)’?” (QS Ṣād [38]: 75).
Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Adam ‘alaihissalām diciptakan secara langsung oleh Allah dari tanah, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, bukan melalui proses kelahiran. Bahkan, Allah ﷻ juga menjelaskan bahwa seluruh manusia berasal dari satu jiwa, yaitu Adam, dan darinya diciptakan pasangannya (Hawa), lalu berkembanglah keturunan manusia. Hal ini sebagaimana firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS An-Nisā’ [4]: 1).
Oleh karena itu, keyakinan bahwa Adam ‘alaihissalām dilahirkan adalah syubhat yang bertentangan dengan dalil yang jelas. Maka, hendaknya kita berhati-hati dalam menerima informasi dan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah, serta menjauhi pemikiran yang menyimpang.
Semoga Allah ﷻ menjaga akidah kita di atas kebenaran dan meneguhkan hati kita hingga akhir hayat. Āmīn.
Wallāhu a‘lam biṣhawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Sederhana, namun masih banyak orang yang membaca doa sebelum dan sesudah makan tidak sesuai dengan dalil. Yuk, lebih cermat dalam beragama. Terus belajar agar amalan sehari-hari kita sesuai dengan sunnah Nabi.
▶️ TANPA DISADARI, SURGA DAN NERAKA IKUT MENDOAKANMU
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/ufpTC44WJD
Tahukah Anda bahwa surga dan neraka senantiasa berinteraksi dengan kita setiap hari? Meskipun tidak terlihat secara kasat mata, surga dan neraka merespons doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah ﷻ di setiap kita berdoa meminta dimasukan ke dalam surga dan di jauhi dari api neraka.
Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan sebuah keutamaan luar biasa bagi siapa saja yang konsisten memohon surga dan berlindung dari api neraka. Pada saat seorang hamba memohon surga sebanyak tiga kali (dalam riwayat lain tujuh kali) dalam sehari, maka surga akan langsung merespons dan memohon kepada Allah ﷻ agar memasukkan hamba tersebut ke dalamnya.
Begitu pula sebaliknya, pada saat kita berlindung dari siksa neraka, neraka itu sendiri yang akan memohon kepada Allah ﷻ agar menyelamatkan kita. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ النَّارُ: اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ
”Siapa yang meminta surga 3 kali, maka surga akan berkata: ’Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam surga.’ Dan siapa yang memohon perlindungan dari neraka 3 kali, maka neraka akan berkata: ’Ya Allah, lindungilah dia dari neraka.” (HR. Ahmad: 13173).
Sungguh sebuah kabar yang sangat luar biasa mengetahui bahwa tempat kembali kita kelak ikut memohonkan kebaikan bagi kita di hadapan Allah ﷻ. Mari kita istiqamahkan doa ini pada waktu-waktu mustajab agar kita mendapatkan syafaat dan perlindungan-Nya.
Allahu a’lam bishawab.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ MELAWAN FITRAH MENGUNDANG MURKA
📡 Simak poster selengkapnya:
https://t.co/decscvAyg1
Ketika sesuatu yang jelas menyimpang justru dianggap wajar, di situlah fitrah mulai tergeser. Dalam Islam, ketertarikan kepada lawan jenis merupakan bagian dari ketetapan Allah ﷻ, sedangkan menyimpang darinya termasuk perbuatan keji yang melampaui batas.
Allah ﷻ berfirman:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍۢ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ ٨١
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas’.” (QS Al-A’raf [7]: 80-81).
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا
“Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali.” (HR Ahmad: 2913 dan Ibnu Hibban: 4417, dihasankan Syaikh Syu’aib al-Arna’uth).
Penyimpangan dari fitrah bukan hanya merusak tatanan moral, tetapi juga mengundang murka Allah serta membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, jagalah diri dengan iman, perkuat pendidikan agama, dan pilihlah lingkungan yang baik agar tetap berada di atas fitrah yang benar.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari segala bentuk penyimpangan, meneguhkan hati kita dalam ketaatan, dan mengaruniakan kehidupan yang penuh keberkahan. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ BERHENTILAH SEKADAR MENGAKU, MULAIALAH AGAR DICINTAI ALLAH ﷻ
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/bZLMfn7X3t
Mengaku mencintai Allah ﷻ adalah perkara mudah, namun yang jauh lebih utama adalah bagaimana agar Allah ﷻ mencintai kita. Cinta dari Sang Pencipta tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan hanya kepada hamba yang pantas menerimanya melalui pembuktian amal saleh yang nyata. Saat Allah ﷻ mencintai seseorang, Dia akan menjadi penolong dan pembela baginya pada setiap urusan, karena kedudukan sebagai kekasih Allah ﷻ adalah pencapaian tertinggi bagi setiap jiwa yang beriman.
Keagungan cinta Allah ﷻ ditandai dengan diterimanya seorang hamba oleh penghuni langit dan bumi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit seraya berkata: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka penduduk langit pun mencintainya, lalu Allah menjadikan penerimaan dan simpati terhadapnya di bumi.
Dan apabila Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka Jibril pun membencinya. Lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka mereka pun membencinya, kemudian kebencian terhadapnya ditanamkan di bumi.” (HR. Muslim: 2637dan Al-Bukhari: 7485)
Allahu a’lam bishawab.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah