You're acting like Muslims are forcing something on Japanese society, but that's not what's happening at all. Nobody's making you eat halal food or pay for it. Halal food is there for Muslims, not for you.
And about the whole "When in Rome, do as the Romans do" thing... you're forgetting that there are Japanese Muslims too. Not every Muslim in Japan is an immigrant. Some are native Japanese citizens, and the government has every reason to accommodate its own people, so asking for halal options isn't playing the victim, it's a completely normal thing.
On top of that, Muslims are the ones opening halal businesses themselves. It's no different from my country, where pork and alcohol are available for Christians, not for us. We don't call that a burden on society, we call it respecting different beliefs.
So stop twisting the issue and looking at it from such a narrow-minded perspective. Having different food options in a developed country is completely normal. Honestly, I can't believe I even have to explain something this basic.
Sakit hati banget pas dengar pemaparan Ketua Perpusnas di RDP DPR. Dia cerita kalau karena efisiensi, Perpusnas bahkan nggak punya anggaran untuk mengirim buku ke daerah. Mau daerah perlu dan minta kayak gimana pun ya nggak akan bisa dikasih, lha wong duitnya nggak ada. Kacau.
hadiah uang dari fifa di piala dunia 2026:
- spanyol (juara): us$ 51 juta atau Rp 918 miliar
- argentina (runner-up): us$ 34 juta atau sekitar Rp 612 miliar
- uang dan emas di rumah febrie : 676 miliarrr
aku pertama baca animal farm itu terjemahan ini. kemudian pas baca lagi yang terjemahan bentang, berasa banget tololnya. akhirnya, aku putuskan buat baca lagi dengan versi teks asli. baru tuh terkaget-kaget dan terheran-heran, this mothefucker nerjemahin ‘oat’ menjadi ‘beras’ supaya pas dgn pembaca indonesia.
mahbub gk cuma nerjemahin kata-kata, dia juga menerjemahkan konteks.
Media Askar, Dosen UGM: "DATANGLAH HARI KETIKA..."
Kami, saya pribadi, itu tidak pernah menyangsikan niat program MBG ini.
Hingga akhirnya datanglah hari di mana program itu diluncurkan.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dipilih dari ahli serangga.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dari polisi dan TNI
Sampai kemudian datanglah hari ketika penunjukan SPPG itu tidak melewati skema pengadaan barang dan jasa yang benar.
Datanglah hari ketika kita kemudian tau SPPG itu dimiliki oleh unsur, entitas yang terafiliasi dengan penguasa.
Datanglah hari kemudian kita tau ada ribuan dapur dimiliki oleh polisi, kemudian TNI, ormas keagamaan, termasuk juga mereka yang terafiliasi dengan partai politik.
Sampai kemudian datanglah hari ketika Pak Prabowo berpidato bahwa polisi dan TNI dilibatkan dalam pemberian Makan Bergizi Gratis.
What's going on here?
Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara.
Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di Inggris.
Tidak ada satu pun negara di seluruh dunia, yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan.
#intinyadeh Icad, admin thekerupuk, ditangkap polisi.
> Pas keluar kos sama istri, tiba2 dicegat ~10 org yg keluar dr rumah RT, ternyata polisi
> Gak liatin surat tugas atau penangkapan
> Maksa utk masuk ke kamar kos, udh minta utk ngobrol di parkiran aja yg lbh publik
(1/3)
UPDATE:
Admin @TheKerupuk per hari ini, 17:30 naik dari saksi jadi tersangka buat kasus bikin meme.
Sementara itu Febrie, nimbun 74 kg emas, sama duit milyaran, turun dari tersangka jadi saksi buat kasus korupsi dan cuci duit.
a ésta hermana la han arrestado más veces por defender la humanidad que a los pederastas que siguen en cargos políticos aprobando que bombardeén civiles, realmente vivimos en el infierno
The deal has been made🤝
Setelah kasus Febri dilimpahkan dari Polri ke Kejaksaan, sekarang Kejagung stop pemeriksaan SPPG.
Sungguh bangsa yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan penyelesaian masalah secara musyawarah mufakat😌😌
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
just learned that the word "ferret" is derived from the Latin word furittus meaning
"LITTLE THIEF" and that a group of ferrets is called a BUSINESS and i am absolutely pleased with this new knowledge