Kabar kenaikan pertamax hari ini, dibarengi dengan kabar kenaikan uang kegiatan anak sekolah tahun ajaran 2026/2027.
Bismillah selalu ada rejekinya... Aamiin
Setelah baca ini, jadi paham kenapa tiket pesawat domestik bisa jauh lebih mahal dari tiket luar negeri ternyata bukan soal avtur mahal. Mau marah tapi gimana? Ini indonesia. 😭😭😭
Anjirrr trailer Ghost in the Cell garapan Joko Anwar ini cakep bener. Siapa sangka lagu Cicak-Cicak di Dinding bisa terdengar secreepy ini?
Suka banget premisnya, komedi horor dengan isu korupsi sistemik tentang para napi yg berjuang bertahan hidup dari teror seram di penjara.
Tayang 16 April di bioskop.
niatin, lu kerja buat cari nafkah.
udah, cukup sebatas itu aja.
kalo pun pada akhirnya lu dapat teman baik dan dekat dari rekan-rekan kerja lo, anggap aja itu rezeki.
Sepertinya kamu lupa, biarkan hari ini aku mengingatkan kembali.
Sampai saat ini, kamu sudah melewati banyak hal yang dulu kamu kira akan mematahkanmu.
Sampai hari ini, Kamu terus berusaha tersenyum, meski di dalam dada ada beban yang kamu pikul sendirian.
Kamu bertahan di hari-hari yang kamu pikir tidak akan sanggup kamu lewati.
Kamu sudah berusaha kuat untuk waktu yang lama. Saking lamanya, kamu sampai lupa sudah sejauh apa kamu sudah berjalan.
Kalau hari ini tubuhmu minta
Istirahat, istirahatlah. kamu tidak perlu menanggung semuanya sendirian. Kamu boleh minta ditemani. Kamu boleh minta bantuan. Kamu boleh berkata, aku capek.
Walau kamu merasa rapuh, percayalah tetap ada doamu yang sampai, meski suaramu pelan.
Jadi kalau belakangan ini belum ada yang bilang, biar aku yang bilang.
Aku bangga sama kamu.
Teruslah berjalan, teman. meski langkahmu pelan. Kamu tidak tertinggal. kamu sedang melakukan semua yang kamu mampu.
Kamu sudah berusaha sebaik mungkin setiap hari, dan itu sudah lebih dari cukup.
Gimana pun yang kita punya hanya momen saat ini, present moment.
Bukan masa lalu maupun masa depan.
Kita bisa mengupayakan momen saat ini jadi momen bahagia dan kita syukuri,
yaitu dengan nggak terseret penyesalan masa lalu, nggak hanyut kekhawatiran masa depan, nggak terbawa pikiran yang terus menarik ke sana kemari.
Sadari pikiran yang bermunculan. Lalu sadari bahwa hakikat diri kita adalah kesadaran yang menyadari pikiran itu.
Hakikat diri kita adalah sang penyaksi semuanya itu.
Seringkali badan dan pikiran kita nggak selaras.
Badan di sini-kini, pikiran ke masa lalu atau masa depan, terseret penyesalan, kemarahan, ketakutan, keserakahan, dan sebagainya.
Akibatnya kita nggak sadar penuh hadir utuh bersama orang yang sedang kita temui.
Supaya sadar penuh hadir utuh, pikiran perlu dibawa kembali ke badan, pikiran perlu diajak bertemu badan, di sini kini.
Sederhananya dengan sadari tarikan dan embusan napas.