Gurita kepentingan di balik Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar ICW. Dari sampel 102 yayasan mitra, ditemukan afiliasi ngeri-ngeri sedap:
• 28 yayasan terafiliasi Parpol
• 18 Pebisnis Swasta
• 12 Birokrasi
• 9 Relawan Pilpres
Sisanya terhubung ke militer & eks koruptor. Ini program gizi atau bancakan politik?
Video : kompas tv
Penutup dari pak @zanatul_91
"Ketika MBG Dibela ,Keracunan Dianggap Biasa, mempertontokan keserakahan dan membiarkan negeri ini dalam Mala Petaka"
"Saya Bersaksi siapapun yang merampok anggaran Pendidikan Di Dunia hidupnya dipenjara dan di Akhirat dia Masuk Neraka" -
Dan kami sbg rakyat jg ikut menjadi saksi, bagaimana pemerintah menyakiti dan mencederai pendidikan di negeri tercinta ini 😭
Mari kita terus suarakan Perjuangan ini!!!
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
liat di threads tadi ada kak gabriellaocv, yg ngenotice ada orang di atas gedung
Ngeliat mahasiswa demo ❌
Mencari org org sus di atas gedung ✅
So far uda nemu 3 org di pinggir gedung tinggi, di atas Hotel Indonesia, UOB, Graha Mandiri
Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia.
FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa.
Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya😭😭😭
VIRAL🔥
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, mengirimkan DM meminta izin kepada pendaki sekaligus konten kreator (Canro Simarmata) untuk menggunakan cuplikan video drone jalur Torean,
Kemudian dibalas dengan sangat soft spoken dan mengirimkan rate card 10 juta untuk penggunaan videonya.
Cetaaaasss ✨
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
2 Penyiram air keras pada Novel Baswedan (2017) adalah anggota Brimob Polri
4 Penyiram air keras pada Andrie Yunus (2026) adalah anggota Badan Intelijen Strategis TNI
Polri dan TNI.
Jika aparat telah jadi penjahat, apakah negara masih bisa menjamin keamanan warganya?
Lah, saya malah mau menertibkan anda. Sebagai pemimpin anda tidak tertib. Urusan bisnis anda cepat menyembah asing. Giliran warga anda disiram air keras. Anda malah diam. Tak ada kecaman, apalg mnemukn pelaku. Yang anda maksud dg ditertibkan itu apa?
Yg paling menyedihkan sampe hari ini adalah ga ada satupun ucapan dari Presiden mengenai serangan yg dialami Andrie Yunus.
Gw bingung yg dibilang antek asing siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau ikut BOP tanpa ada penjelasan sama sekali ke rakyat.
Gw bingung yg dibilang gak mau liat Pemerintah berhasil siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau gak mau jenguk anak2 muda yg sampe sekarang masih ditahan sama kepolisian tanpa kepastian masa depan yg jelas.
Gak bisa dikerasin terus, Pak.
Turun ke bawah. Ngobrol sama pegiat HAM. Ngobrol sama pengamat yg berseberangan sama Bapak. Ngobrol sama anak2 muda yg banyak harus nyambi karena blm dapat kerjaan. Ngobrol sama ojol, pekerja buruh, pegawai kantoran, OB, kasir, pedagang. Kelas menengah yg statusnya kadang bs di atas dan sangat mudah jatuh ke bawah.
Jangan cuma ngobrol sama org2 kaya yg punya modal. Jangan cuma ngobrol sama menteri-menteri yg cuma mau kasi informasi baik. Jangan cuma ngobrol sama anak2 muda lulusan luar negeri yg kerja sama Bapak atau mereka yg ikut Bapak dari lama atau mereka yg kagum sama Bapak krn Bapak bantu hidupnya.
Jangan cuma ngobrol sama mereka. Ngobrol sama orang-orang yg bersebrangan sama Bapak.
Kekuasaan itu gak akan bertahan lama, Pak dan kekuasaan itu bukan punya Bapak.
Suatu saat bakal Tuhan tunjukin kekuasaan itu bukan punya siapa2 kecuali mereka yg hidupnya bekerja keras & berintegritas.
Time will tell, Pak.
Pantes ga brani diajak debat ilmiah ttg HAM
Hawong paham HAMnya sejak umur 5th..
Anak 5th tahu apa? 🥱🥱
Ga nemu solusi jdnya malah gedeg..
(Mungkin efek ekstasi yg konon bikin gedeg pun kalah sm omongan orang ini) 🤪
LEBIH BAIK DIPENJARA DARIPADA MENGAKUI HAL YANG TIDAK SAYA LAKUKAN!" REFPIN (20 THN)
Refpin Akhjana Juliyanti (20), warga Dusun V Tran Pangkalan, Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, kini tengah berjuang mencari keadilan. Mantan pengasuh anak (babysitter) ini menjalani sidang perlawanan di Pengadilan Negeri Bengkulu setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap anak seorang anggota DPRD Kota Bengkulu.
Kronologi Kasus Kasus ini bermula saat majikan Repfin menemukan memar kecil pada tulang kering betis sang anak. Atas temuan tersebut, istri anggota DPRD tersebut melaporkan Repfin ke Polresta Bengkulu. Status hukum Repfin meningkat drastis; ia yang awalnya dipanggil sebagai saksi, langsung ditetapkan sebagai tersangka pada panggilan pertama. Kejanggalan Penetapan Tersangka Kuasa hukum Repfin, dipimpin oleh Abu Yamin, SH., dkk, melayangkan keberatan atas prosedur penetapan tersangka yang dinilai prematur. Beberapa poin krusial yang diangkat meliputi:
Minim Saksi: Tiga saksi yang dihadirkan penyidik Unit PPA Polresta Bengkulu memberikan keterangan serupa, yakni tidak ada satu pun yang melihat atau mendengar Repfin melakukan pencubitan atau kekerasan. Interpretasi Visum: Tim hukum menilai hasil Visum et Repertum tidak bisa menjadi bukti tunggal kekerasan oleh kliennya. Visum tersebut hanya menyatakan adanya memar, namun tidak dapat membuktikan penyebab spesifik atau pelaku di balik luka tersebut.
Prinsip di Atas Segalanya Pihak pelapor dikabarkan sempat menawarkan perdamaian dengan syarat Repfin harus mengakui perbuatannya. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Hingga proses persidangan berlangsung, Repfin tetap konsisten pada pernyataannya bahwa ia tidak pernah melakukan penganiayaan. Bagi Repfin, berada di balik jeruji besi jauh lebih terhormat daripada harus membenarkan fitnah dan mengakui kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Sumber: @untungsr25
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat 🇮🇩. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun 🇮🇩 dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta 🇮🇩 memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah 🇮🇩 tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat 🇮🇩 meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi 🇮🇩. Mungkin mereka menyangsikan motivasi 🇮🇩 .. something to think about #wisdomwithoutfear
@RadioElshinta Kocak banget anjing, seumur hidup baru kali ini gua liat ada pemerintah yang ngerasa tersaingi sama rakyatnya 😆😆😆😆
Makanya kerja yang bener, lu masih pada rakus sama citra & spotlight, kerja semau dengkul.
Giliran ada yang beneran kerja, lu pada kelabakan takut kesaing.