Nekat Panjat Blokade Beton di depan Gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto, Senayan, Seorang Ibu Ngaku Ingin Masuk dan Cari Koruptor #Demo
https://t.co/96znEphbQ0
-- Panjang umur perjuangan #BijakSampaikanPendapat
@PRFMnews@ASTRATolCipali@RadioElshinta@SonoraFM92@mnctrijaya Oalah... padahal masih padat banget plus ujan sekarang dan jalur sebelah juga masih kosong... semoga yang berwenang mempertimbangkan untuk membuka lagi. Ga kebayang ini kalo ketemu dg yg dr Bandung ...
Pria ini memperlakukan ibunya yang lanjut usia dan disabilitas dengan penuh kasih sayang dan perhatian adalah wujud bakti tertinggi (birrul walidain). 🥺❤
Baru-baru ini di acara Jimmy Kimmel Live!, Jimmy Kimmel kembali menyindir Donald Trump lewat monolog pembukanya.
Fokus utamanya adalah keputusan Trump melakukan serangan militer ke Iran. Kimmel mengejek langkah itu sebagai tindakan yang bertentangan dengan janji kampanye Trump sendiri, dan menyindirnya sebagai upaya pengalihan isu politik.
Ia bahkan memberi julukan satir pada operasi tersebut dan menampilkan klip lama Trump yang dulu menuduh presiden lain akan memicu perang dengan Iran, lalu membaliknya sebagai bahan lelucon.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di Appstore dan Google Play Store.
#InilahNews #JimmyKimmel #Inilahcom #TitikTengah #TitikCerah
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.
Karena setiap takdirNya, ditentukan dg kehendak, ilmu dan hikmahNya... Dia yang Maha segalanya. Bahkan sehelai daun kering yang jatuh, telah Dia tetapkan, apalagi nasib² terhadap manusia, mahkluk yg Dia muliakan bahkan diatas para malaikat ...
#belajarhusnuzhon#tazkiyatunnufs
Pemerintah China menjatuhkan hukuman mati kpd ex pimpinan Bank of China Liu krn terbukti korupsi dan bertindak sewenang-wenang. Jubir Pemerintah China mengatakan, "Kami menghukum mati (lagi) 1 orang koruptor untuk mendidik rakyat kami yang berjumlah 1,4 miliar orang".