@mhuseinali It's not always bad and not always good. Lebih ke gimana bisa nyeimbangin obedience dan ngerti saat itu cuma jokes. This is an interesting topic though.
@xdozul Pernah ada seseorang yang bilang gini ke gw dulu: tangan kiri itu juga tangan yang diciptakan Tuhan dengan sempurna, jadi ga perlu minta maaf kalau ngasih sesuatu pakai tangan kiri selama tangan itu bersih. Percuma ngasih pake tangan kanan kalo tangannya kotor.
Food for thought: there's always two sides (or more) of everything. Sometimes we just have to chose the less evil one. But how do you decide which one is less evil?
π€―π€―BREAKING: temuan wartawan dibalik dalang penjarahan. π€―π€―
Kesaksian oleh "paid actor" yg ketinggalan rombongan bernama Ahu:
-4 mobil konvoy berangkat bareng dari cimahi, terus lanjut jemput orang di bandung, bandung barat, sukabumi, cianjur sampai bogor rombongan 600 motor.
-Mampir ke tanggerang dulu, kamis nyampe senayan lemparin molotov.
-Sebelum berangkat, diperintshkan membuat dulu bom molotov. βAda 160 botol dibuat,β isinya minyak tanah.
-Botol itu kemudian diangkut ke kendaraan minibus putih. βMacam Alphard tapi bukan, saya lupa namanya,β kayaknya hiace ya?
-Di DPR ketemu rombongan lain yang direkrut dengan cara yang sama dari daerah jawa & bekasi.
-Sebagian kelompok beraksi di DPR, rekan-rekan Ahu yang lain membakari halte-halte Transjakarta.
βItu pakai molotov yang dibuat di kampung,β
-Sebagian dari anggota rombongan, kata dia, ditugaskan mengunggah siaran live di TikTok.
-Dapet brief penjarahan ke 4 rumah, Pimpinan rombongan memberi tahu ada empat rumah yang bakal dijarah dan lokasinya mulai dari priuk. tapi ga berangkat karena kepencar dari rombongan.
-Saat diperlihatkan video penjarahan sama wartawan Ahu mendaku mengenali sebagian penjarah. βItu yang baju biru juga rombongan saya, Bangβ
https://t.co/tKRvWuNz0M
lihat seberapa jauh kita tumbuh sebagai masyarakat. lima tahun lalu, demonstrasi represif akan dicap rusuh, perusakan fasum akan dituduhkan pada demonstran. hari ini ribuan orang, ribuan akun membagikan komentar tentang textbook 98. kita makin pintar, dan pemerintah masih tolol.