Dan 2020 akan terlewati kurang dari 50 jam lagi. Sebagian berkata tahun ini tahun "terburuk", karna virus "katanya". Goncangan disegala sektor terjadi, membatasi ruang gerak, memaksa untuk keluar dari zona nyaman, menuju perubahan yang "belum" jelas, masih meraba-raba.
Mulai terasa lelah dan jenuh, terus udah banyak luka kecil-kecil, lebam dan kek goresan kecil-kecil juga nih kaki dan tangan. Kalau kulit yang "menghitam" mah sudah biasa ya. Butuh rehat sejenak sepertinya.
Mungkin setelah menulis ini aku masih naik dan turun, tapi semoga melva yang sedang berproses ini senantiasa bisa peka kepada Tuhan. Mungkin semuanya belum sesuai keinginan tapi biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Karna jujur, ga mampu dan ga akan pernah aku mampu tanpa Tuhan.
A note to myself
Hari ini, aku mengambil bagian as supporter Axel untuk event lari, Jakim. Dari semalam, berdoa sama Tuhan, "Tuhan, besok melva mau berangkat jam 04.00. Berkati perjalanan..." Awalnya mau naik ojek cuma ended up jalan kaki. Puji Tuhan, banyak orang di jalan.
Jadi aku menyadari bahwa dulu aku berdoa tapi aku mau yang kudoakan itu terjadi, memaksa Tuhan mengacc permintaanku. Beda dengan hari ini, aku berdoa tapi aku juga berserah. Let God.