Setiap pesawat komersial di dunia membawa kotak hitam. Begitu ada insiden, sekecil apa pun, kotak itu dibuka, datanya dibedah habis, dan hasilnya dipakai mengubah prosedur di seluruh industri.
Bukan buat mencari siapa yang salah, tapi buat memastikan kejadian itu tidak pernah terulang lagi di pesawat mana pun.
.
Bandingkan dengan dunia kesehatan. Di banyak rumah sakit, kesalahan medis lebih sering ditutupi daripada dibuka. Bukan karena dokter jahat, tapi karena mengakui kesalahan terasa seperti menghancurkan reputasi seumur hidup.
Akibatnya, kesalahan yang sama terjadi lagi, di ruang operasi lain, pada pasien lain, tanpa pernah benar-benar dipelajari.
.
Di sinilah muncul sesuatu yang disebut paradoks kesalahan. Penelitian menunjukkan rumah sakit yang paling banyak melaporkan kesalahan justru yang paling aman.
Sementara yang jarang melaporkan bukan berarti minim kesalahan, mereka cuma lebih pandai menyembunyikannya. Keterbukaan, bukan kesempurnaan, yang sebenarnya menyelamatkan nyawa.
.
Kenapa manusia begitu sulit mengaku salah. Karena mengakui kesalahan menyerang harga diri secara langsung, apalagi kalau itu menyangkut hal yang kita anggap penting untuk identitas kita.
Otak lebih memilih membangun alasan yang membenarkan diri sendiri daripada menerima kenyataan bahwa keputusan kita keliru dari awal.
.
Buku ini membedakan dua jenis sistem, loop tertutup dan loop terbuka. Loop tertutup mengabaikan atau memutarbalikkan data kegagalan sehingga kesalahan terus berulang tanpa disadari.
Loop terbuka justru menjadikan setiap kegagalan sebagai bahan evaluasi yang ditindaklanjuti. Sains, olahraga elite, dan penerbangan hidup dari loop terbuka ini.
.
Pertanyaannya bukan lagi soal industri mana yang lebih baik. Pertanyaannya, dalam hidupmu sendiri, kegagalan mana yang selama ini kamu tutupi rapat-rapat karena terlalu menyakitkan untuk diakui.
Buku ini bukan cuma bicara soal sistem organisasi, tapi cara berpikir yang bisa mengubah caramu memandang setiap kesalahanmu sendiri.
10 FAKTA UNIK TENTANG
MAKANAN
1.Madu itu abadi: Nggak bakal basi, bahkan
setelah 3.000 tahun.
2.Semangka itu air padat: 92% isinya air.
Cara paling enak buat hidrasi.
3.Nanas itu sabar: Butuh waktu sampai 3
tahun cuma buat tumbuh satu buah.
4.Cabai itu penipu: Dia nggak panas, cuma
lagi ngerjain saraf otak kamu.
5.Bawang putih itu antibiotik: Alami buat
lawan bakteri bandel.
6.Brokoli vs Steak: Kalau hitungannya per
kalori, protein brokoli malah lebih tinggi.
7.Apel vs Kopi: Makan apel di pagi hari bikin
melek lebih stabil dibanding kafein.
8.Lemon buat mual: Cukup hirup aromanya
kalau lagi pengen muntah.
9.Tenaga Pisang: Cuma butuh 2 buah buat
modal olahraga intens 90 menit.
10.Cengkih buat batuk: Isap satu-dua butir
di mulut buat redakan batuk dan tensi.
EL MÉTODO DE CARL JUNG PARA HACER QUE LOS DESEOS SE HAGAN REALIDAD.
Funciona Incluso Para Escépticos.
Practícalo Durante 10 Días, Y Algo Extraño Comienza a Suceder:
HILO🧵
1/ Left Hand Path (LHP) itu jalur kiri yg beda dengan interpretasi mainstream.
Dalam Kabbalah:
Samael disebut "Angel of Severity” (malaikat penghakiman), terkait dengan kematian, pembatasan, dan kehancuran ego
➡️ Samael = fungsi kosmik, bukan sekadar entitas jahat.
1/ Refleksi Diri
Jadi, anda adalah Tuhan Tertinggi sekaligus orang yg bekerja dari jam 8 sampe jam 5, nyupir truk, menulis, bayar pajak dan tagihan listrik. Bukan cuma anda yg merupakan Tuhan Tertinggi, tapi juga semua orang. Kita bagian dari kesadaran murni, kekosongan.
1/Berdirinya Arab Saudi
Awalnya : Hashemite vs Saud
Terjadi perang antara:
Keluarga Hussein (Hijaz: Mekkah & Madinah)
vs
Ibn Saud
Hasilnya:
Tahun 1925 → Ibn Saud menguasai Mekkah
Hashemite kalah dan terusir
The human body has:
- 206 bones
- 650 muscles
- 79 organs
- 86 billion neurons
- 37 trillion cells
And they all work together perfectly.
God is the greatest designer.
"Tante Aku Guru 30 Tahun. Dia Bilang: 'Anak yang Paling RUSAK Bukan yang Nggak Diurus.
Tapi yang TERLALU Diurus.' Pas Dia Jelasin, Aku Merinding, Asliiii."
Tanteku guru SD. 30 tahun ngajar. Dari zaman dia ngajar nulis pakai batu tulis atau kapur sampai sekarang ujian pakai tablet.
Lebaran kemarin, dia cerita yang bikin sudut meja makan diam.
"Kalian tahu anak yang paling bikin guru KHAWATIR?"
Aku nebak: "Yang bandel?"
"Bukan."
"Yang nilainya jelek?"
"Bukan."
"Yang NGGAK PERNAH GAGAL."
Aku bingung. "Maksudnya Nte?"
Tante cerita satu muridnya. Sebut aja Alif. Dia rangking 1 sejak kelas 1. PR selalu beres. Seragam rapi. Nggak pernah telat. Nggak pernah kena hukuman.
Anak sempurna.
Sampe suatu hari, kelas 5, Alif dapat nilai 75 di ulangan matematika. Ga jelek. Tapi buat anak yang selalu 100,itu kayak dunia runtuh. Dan yg terjadi berikutnya bikin tante aku trauma sampe skarang.
Alif NGGAK NANGIS. Dia gak marah, juga nggak protes. Dia sobek kertasnya. Pelan. Satu per satu. Lalu dia duduk diam. tatapan kosong
Tanteku panik. Panggil orang tuanya. Ibunya datang. Dan kata pertama ibunya bukan "Alif kamu kenapa?"
Kata pertamanya:
"Lho, kok bisa 75? Biasanya kan 100?"
Tante aku bilang, di momen itu dia SADAR. Alif nggak takut gagal karena nilai. Alif takut gagal karena REAKSI ORANG TUANYA.
Anak itu nggak pernah diizinkan untuk TIDAK SEMPURNA.Setiap sukses = dipuji. Setiap gagal = ditanya "kenapa bisa gagal?"
Nggak pernah ada ruang untuk bilang: "Nggak apa-apa. Gagal itu biasa."
Carol Dweck, profesor psikologi di Stanford, nemuin sesuatu yang ngubah dunia pendidikan:
📊 Anak yang dipuji "PINTAR" cenderung MENGHINDARI tantangan. Karena mereka takut label "pintar"nya hilang kalau gagal.
📊 Anak yang dipuji "USAHANYA" cenderung MENCARI tantangan. Karena yang dinilai bukan hasilnya, tapi prosesnya.
Ini namanya Fixed Mindset vs Growth Mindset.
Alif punya Fixed Mindset, bukan karena dia bodoh. Tapi karena 10 tahun hidupnya dibesarkan dengan pesan:
"Kamu anak pintar. Harus selalu berhasil."
Dan pesan itu, yang keliatan POSITIF, ternyata jadi PENJARA.
📊 Studi di Journal of Personality and Social Psychology: anak yang terus dipuji "pintar" → saat menghadapi soal sulit → performanya DROP 20% dibanding anak yang dipuji usahanya.
📊 Perfectionism pada anak meningkat 33% dalam 3 dekade terakhir (Curran & Hill, 2019). Dan salah satu pemicu utamanya? EKSPEKTASI ORANG TUA yang terlalu tinggi.
Kita pikir kita sedang memotivasi. Padahal kita sedang MEMENJARAKAN.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
From the geometric foundations of Pythagoras to the algorithmic brilliance of Turing, mathematics is a continuous relay race of genius.
The "YOU" section is waiting for a breakthrough. If you could solve one unsolved mystery in math, science, or tech, which one are you claiming for your square?
Guys ini keren banget..
Demak ternyata di zaman itu adalah kota besar dengan penduduk 90 ribu jiwa!
Ini berdasarkan catatan orang Portugis yang mengunjungin Demak di tahun 1640.
Untuk di zaman itu, Demak bisa dibilang metropolis.
Sebagai pembanding, jumlah penduduk kota kota perdagangan di Eropa Utara pada abad ke 16-17 adalah:
- Hamburg : 70-90 ribu
- Edinburgh : 40-60 ribu
- Copenhagen: 60-80 ribu
Artinya apa?
Artinya bangsa kita sebelum kolonial sudah mengembangkan ekonomi yang kompleks dan peradaban yang besar di masa itu.
Tidak mungkin penduduk Demak bisa sampai 90 ribu kalau ekonomi masyarakatnya tidak maju.
Source gambar : https://t.co/8UjH5XOlzz
Riwayat Mao Tse-tung — Mao Tse-Tung
Format: EPUB
Total kata: 20.900 kata
Estimasi baca: 105 menit
Kategori: Biografi & Otobiografi, Ilmu Politik, Sejarah
Berdasarkan arsip dari: https://t.co/D5ktFZmv1K
Dapat dibaca dan diunduh gratis di: https://t.co/ROx7wjB0VM
🚨SHOCKING EXPOSURE: DID YOU KNOW THAT THESE EVIL SERPENTS IN 1913 - THE ROCKEFELLERS BOUGHT EVERY HERBAL HOMEOPATHIC SCHOOL IN AMERICA THEN CLOSED THEM ALL BY 1925!
FOLLOW ME, THE NEXT DROP WILL BE SHOCKING.
Salah satu yang menarik:
Kata "sekolah" (dan "school" dalam bahasa Inggris) sebenarnya berasal dari kata Yunani scholē (σχολή) yang artinya "waktu luang" atau "kesenggangan".
Bagi orang Yunani kuno, hanya orang yang punya waktu luang (tidak harus bekerja atau berperang) yang bisa berdiskusi, berfilsafat, dan belajar. Jadi "sekolah" awalnya bukan tempat mengerjakan tugas dan ujian, melainkan waktu istimewa untuk berpikir secara bebas.
Cukup ironis kalau dibandingkan dengan persepsi siswa zaman sekarang yang sering merasa sekolah justru kebalikan dari "waktu luang" 😄
Sejak ketemu racikan Dismak yang ini, gw udah ga pernah experiemen buat ngoplos teh2 tubruk lain.
Racikannya sedep n wangi, kalo bikin buat acara juga pakenya racikan ini. Ga heran si karena Pak William yg punya toko Dismak bukan sekadar jualan tp pecinta teh sejati.