Ada musim dimana keberanian mengambil tempat utama, juga ada musim dimana kerapuhan, luka, nestapa dan airmata menjadi bagian yang tak terelakan. Bukan kebetulan jika kedua musim itu tengah hadir dihidupmu.
Ada yang berani mewujudkan mimpinya yang hampir dikuburnya sendiri, mengalahkan keraguannya sendiri dan meneguhkan hatinya, tetap melangkah walau sulit dan terjal. Lalu ketika sampai disana dan tidak ada tepuk tangan itu, itu tidak mengurangi maknanya.
Hidup membawaku berjumpa dengan orang-orang sangat pandai dan berbakat, tapi juga bertemu dan menikmati percakapan dengan orang-orang sederhana yang disudut matanya ada bening yang ditahan untuk tumpah, karena beban seperti tak habis-habisnya.
Kita ingin melihat lebih dalam dari pandangan mata, kita ingin memahami lebih dari pengetahuan kita, bahkan kita terlalu yakin bahwa semua kita bisa kendalikan. Sampai kita tahu betapa rapuhnya hidup ini.
Aku kira musim baru ini akan lebih tenang dan hangat, ternyata angin membawa musim yang harusnya sudah lewat untuk dilalui kembali, kali ini aku menghitung hari satu demi satu, sambil menikmati Sang Pemberi.
Entah siapa yang tidak bertumbuh, tetapi semua ceritanya masih sama dan semakin hari menjadi tidak menarik karena bagian terpentingnya semakin dikesampingkan namun masih banyak yang terkecoh juga.
Yang pertama dipersembahkan setelah diujung pencapaian ini, adalah hatiku. Di pagi yang teduh, dalam hening, dengan gentar aku berdiri, ini bukan tentang kamu ini tentang aku yang selama ini memilih yang lain ketimbang hadirmu.
Trimakasih atas usai yang telah dimulai dalam perjuangan yang hampir ku menyerah. Trimakasih untuk setiaMu dan pemeliharaanMu. Yang pertama ini kiranya menjadi harum dan baik di pandanganMu sebagai wujud syukurku.
Ada musim-musim yang tidak kita pilih. Tetaplah berjalan, tetaplah hadir, tetaplah tersenyum. Mungkin tidak merubah apa-apa, semua masih sama disana, tapi anugerahnya cukup untuk ada di musim ini.
Hatinya dan semangatnya itu yang kuhargai, walau panjang jalannya aku mau menolong katanya. Jika manusia saja dapat melihatnya dan tergerak, apalagi Dia yang telah turun dan naik ke sorga, Dia pasti telah mengetahuinya bahkan semua yang tersembunyi.
Ada yang tiba-tiba hadir tanpa pernah diminta, ada yang menolong tanpa kenal sebelumnya, ada juga yang murah hati tanpa pamrih. Ada yang sudah ditetapkan untuk melapangkan jalan ini.