Begitu keluar dari elevator, hal pertama yang dicarinya di lobi adalah mencari eksistensi @debvnair. Sambil membawa barang-barangmu, dia mengedarkan pandangan. Ketika menemukanmu, dia segera mempercepat langkahnya——menghampirimu.
sedikit membungkuk, kali ini merapatkan tubuhnya kembali padamu. Dia memelankan gerak pinggulnya kembali, tapi kejantanannya melesak lebih dalam untuk membuat kepalanya menghujam serviksmu lebih keras. Kau mungkin bisa mendengar napas Arsen yang sudah makin ‘tak karuan.
“Tidak, Kafi ….” Kedua manik zamrud itu menatapmu seakan tengah menguncimu, napasnya semakin menderu, seakan siap melahap sang istrinya kapan pun.
“Kamu yang tidak bisa ke mana-mana ….”
dari kedua raga mereka yang saling beradu semakin terdengar cepat. Setelah itu, dia mengangkat kepala sejenak——beralih dari dadamu menuju wajahmu. Ucapanmu barusan terdengar begitu menggoda, dan entah mengapa dia ingin sekali membungkamnya kelak.
@debvnair Deru napas milik Arsenio semakin menggebu——dan dia mengeluarkannya dengan diam sebab mereka ‘tak bisa mengeluarkan suara berlebihan. Ini cukup membuatnya frustrasi, tapi juga adrenalin yang terpacu seakan membuat gairahnya semakin ‘tak terbendung.
dia membuka mulut ‘tuk kemudian meraup payudaramu dan mengulumnya penuh rakus. Selayaknya telah cukup lama menantikan aktivitas panas seperti sekarang. @debvnair
Namun, tujuan Arsenio bukan hanya ingin memainkan milikmu dengan jemarinya.
Kedua tangannya digunakan untuk memegang pinggulmu——penyokongmu kala bergerak menunggangi miliknya nanti. Lalu, kepala Arsenio bergerak maju. Dengan wajah yang sejajar pada ragamu,
agar menduduki miliknya yang berada di dalam liangmu. Dia bisa merasakan bagaimana kejantanannya semakin terapit bila di posisi ini, melampiaskan kepuasan tersebut dengan remasan lembut pada bokong sintal milikmu. Setelah itu pun dia menyingkap dastermu,