Sebagian beras yang terkumpul dari konser Dongker Melankolia di Kolong disalurkan kepada warga Dago Elos, Minggu, 19 Juli 2026. Warga kemudian dapat menukarkannya dengan pakaian bekas.
#Dongker#DagoElos#DagoMelawan
Ternyata nonton story temen-temen whatsapp lebih menarik yaa, caption seadanya, foto/video grafik kematian. Tapi terasa dekat dan menyenangkan.
Jadi tau kalo hari ini temen ada yang ngechat tembok rumah. Nilik kebon, ngajak anaknya sepedan, masak sayur bayem. Plis temen-temenku update story whatsapp terus karena aku melu seneng ndeloke 🥹
Apa yang terjadi pada Pee Wee Gaskins (PWG) adalah fenomena besar yang belum terulang dalam dua dekade terakhir di peta musik Indonesia. Bayangkan saja, ada band yang di-gatekeep secara ekstrem oleh penggemarnya sendiri, sampai-sampai melahirkan cultural elitism.
Di awal 2000-an, fans PWG yang dikenal dengan sebutan Dorks, tidak rela apabila musik PWG mulai dinikmati banyak orang (mainstream), terutama oleh orang-orang dari kalangan biasa atau bahkan jamet kabupaten. Menurut mereka, selera musik adalah simbol perbedaan "kelas sosial", jadi mereka memutuskan untuk banting setir menjadi haters. Selain itu, banyak juga haters yang latar belakangnya ialah mantan fans Killing Me Inside, yang kecewa karena Sansan memutuskan keluar dari KMI dan lebih memilih PWG.
Di situlah akhirnya muncul apa yang dulu kita kenal dengan Anti Pee Wee Gaskins (APWG). Anggota komunitasnya di fanpage Facebook dulu sampai ribuan dan tiap harinya tak pernah kehabisan bahan untuk menggunjing PWG. Setiap PWG merilis lagu, mereka jadi pendengar nomor satu. Setiap ada konser PWG, mereka rela datang dengan kaos sablon khusus bertuliskan “APWG Dogs” sambil membawa alat tempur berupa sandal, ember, sampai es cekek untuk dilemparkan ke arah panggung. Sangat brutal.
Kapan lagi coba kita bisa melihat fenomena aneh di mana ada paguyuban haters yang jauh lebih effort daripada fans-nya sendiri?
- KITA ADA PILIHAN POTONG GAJI PEJABAT.
- KITA ADA PILIHAN TARIK BIAYA TUNJANGAN.
- KITA ADA PILIHAN SURUH MEREKA BAYAR PAJAK.
- KITA ADA PILIHAN STOP MBG, STOP KOPDES
TAPI YANG MEREKA PILIH
- KITA DISURUH HEMAT
- PAJAK DINAIKKAN
- CONTENT CREATOR REMAHAN DIPAJAKIN
- UMKM KENA PAJAK SEPERTI PT
- LISTRIK MENYALA BERGILIR
- BBM DINAIKKAN
- SUKA BUNGA DINAIKKAN
- KALO NGK SUKA DSURUH PINDAH WARGA NEGARA
NASIB +62
Kawan-kawan kita ini mending diajarkan akuntansi dasar, marketing dasar dan juga serba-serbi hukum keuangan.
Biar apa?
Biar nnti kalau koperasi rugi, mereka ga auto diseret ke pengadilan gara-gara dianggap merugikan keuangan negara.
Apalagi kalau pengelolaan yang mereka lakukan melanggar SOP koperasi itu sendiri.
Jujur, saya ga melihat ada urgensi untuk mengimpor yel-yel tentara termasuk pelatihan militer ke manajer KDMP.
Lagian outdated banget, membangun karakter dan membina mental masa dengan pelatihan militer?
Toh yang tiap hari pelatihan militer aja banyak yang korupsi alutsista akwokwowkowk
Cek aja kasus korupsi alutsista di KPK
FOTO: Setjen Infohan Kemhan
Luis David Hutabarat, 32 tahun.
Kerjaannya nimbang sawit.
Selasa sore kemarin dia pulang naik motor dari kebun mertuanya.
Yang ditinggalin di rumah: istri, sama 4 anak.
Di jalan, dia dicegat 6 orang petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara , perusahaan sawit BUMN. Motornya ditabrak gantian sampai jatuh.
Dia lari sekitar 100 meter, jatuh lagi, sembunyi di semak. Ketemu, dikeroyok.
Ditemukan tewas dengan memar di wajah dan leher.
TNI sendiri yang konfirmasi ke media: dua dari terduga pelaku, berinisial B dan BD, lagi bertugas BKO (Bawah Kendali Operasi) di perusahaan itu.
Satu prajurit aktif dari Kodim Iskandar Muda Aceh, satu lagi purnawirawan yang baru pensiun April kemarin.
Per kemarin, keduanya resmi jadi tersangka, bareng dua warga sipil.
Motifnya apa?
Dandim Labuhanbatu sendiri yang sampaikan ke pers: pelaku curiga korban mencuri buah sawit.
Dan sebelum hasil visum keluar, sebelum proses hukum jalan , pihak Agrinas sudah lebih dulu bicara ke media, menyebut korban yang sudah tewas itu sebagai pelaku pencurian.
Mati duluan, dituduh pencuri belakangan, tanpa pernah masuk ruang sidang.
Besoknya, ratusan warga membakar kantor dan mes perusahaan itu.
Bukan karena mereka tiba-tiba brutal.
Itu ledakan dari sesuatu yang sudah lama dirasakan: aparat negara dipakai menjaga kebun korporasi, bukan menjaga nyawa rakyat di sekitarnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma soal sawit siapa yang dicuri.
Pertanyaannya: kalau personel TNI resmi ditugaskan menjaga aset korporasi sawit, dan ujungnya seorang ayah dari 4 anak mati dikeroyok cuma karena DICURIGAI mencuri buah, bukan terbukti, cuma dicurigai ,
sistem macam apa yang lebih sigap melindungi tandan sawit ketimbang nyawa rakyatnya sendiri?