Bitiwi, sesekali ayo buka lapak PRM.
Jatuhkan tweet pencarian dan tawaranmu di bawah, siapa tahu menemukan teman menulis yang cocok.
Akan admin bantu ritwot (sesanggupnya).
#PRM
Hey, kamu lagi mau cari apa? Relasi ayang-ayangan? Orang tua? Bestie? Atau mungkin mencari staf yang masih hilang entah dimana? Saatnya drop pencarianmu, let's go!
Jangan lupa er teh tw-it ini~
Di tengah setiap ujian, duka satu daerah adalah duka kita bersama. Mari sejenak melangitkan doa dan saling menguatkan untuk saudara-saudara kita dari Aceh, Kalimantan, NTT, hingga Papua.
Jangan biarkan perhatian kita berpaling! Mari terus bersuara, peduli, dan bergerak saling menjaga🫂🥀
#PRAYFORKALIMANTAN
#PRAYFORACEH
#PRAYFORNTT
#PRAYFORPAPUA
#PRAYFORINDONESIA
#AllEyesOnIndonesia
ㅤ️️
“Silakan duduk, Sabda. Kalau sama Om Wisnu, tidak perlu malu-malu.” Titah sang Ayah disertai dengan tawa khasnya. “Sabda suka apa? Daging? Pizza? Atau pasta? Mas Guntur selalu pesan pasta setiap datang ke sini.” Sambung Wisnu lagi, terlalu banyak tanya.
ㅤ️️
ㅤ️️
“Ini Sabda, Nak Guntur.” Ranti berucap. Mulut Guntur membulat selagi menyaksi bagaimana kecilnya tangan yang tengah ia genggam. “Salam kenal, Sabda. Saya Guntur.” Formal, semoga bocah di hadapan tidak menganggap bahwa Guntur terlalu kaku.
ㅤ️️
@jiwaselira ㅤ️️
GUNTUR DIMINTA UNTUK JADI SOSOK YANG SOPAN. Maka satu kuasa terjulur sebagai bentuk perkenalan. Menyambar tangan wanita paruh baya yang terjulu lebih dulu. Ia menebak, wanita ini pasti berusia lebih muda dari sang Ayah.
ㅤ️️
ㅤ️️
Keduanya semakin mendekat, lantas ia ikut berdiri sebagai bentuk kesopanan untuk menyambut tamu yang dinanti.
Siapa mereka?
Ada intensi apa mereka hadir di meja makan ini?
(@jiwaselira).
ㅤ️️
ㅤ️️
“Itu mereka.” Suara Ayah buat jemala yang tadinya tertunduk, lantas terangkat untuk melihat siapa yang sedari tadi mereka tunggu.
Dua orang; yang satu asing, satu lagi belum tahu nama tetapi sudah pernah Guntur temui sekali.
ㅤ️️