“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.
Ini dari uang pajak kita semua.
Kalo 1M bisa rebuild 1 sekolah, seharusnya 125M bisa dipake buat rebuild 125 sekolah di aceh, sumbar, sumut dibanding mendanai Ponpes yang nyata-nyata lalai dan seharusnya dihukum.
Tapi ini Indonesia bung. Akal sehat dan pejabat dijual terpisah.
“Katanya itu program langsung dari presiden, hanya ada dua pilihan, padi atau jagung, dan untuk Kepulauan Mentawai diwajibkan menanam jagung. Kami tak bisa memilih, kalau bisa memilih pasti kami akan memilih padi, karena masyarakat terbiasa menanam padi.” https://t.co/VzO8FW9VxV
@B3doel___ Mantap cak Imin. Lumbung suara itu. Bayangin aja jumlah santrinya ada berapa ditambah org tuanya, nanti dari santri udh pada lulus bakal jadi ustad yg punya pengikut lagi. Seminimalnya 1 ustad itu punya 40 jamaah, dikalikan aja brp ustad lulusan ponpes itu. Itu baru 1 ponpes.
Disaat Saudara" kita di pulau sumatera Berjuang melawan banjir & longsor efek penggundulan hutan yg ugal"an, disudut sana saudara" kita di Sulawesi tenggara sedang berjuang keras mempertahankan sepetak tanah mereka agar tidak digusur oleh negara atas nama PSN.
Cilok Rujak
Zaman SBY, terjadi pembukaan konsesi hutan terbesar di sejarah Indo. Kebetulan Zulhas jadi Menteri Perhutanan.
Zaman Jokowi, ekspor-impor dengan China semakin pesat. Kebetulan Zulhas jadi Menteri Perdagangan.
Zaman Prabowo, MBG berjalan. Kebetulan Zulhas jadi Menteri Pangan.
@KemenperinRI Mungkin bagi kita yg berpendidikan udah muak liat beginian. Tapi di luar sana ada jutaan org yg kurang pendidikan menganggap hal kyk gini tuh keren, bagi mereka pejabat tuh hrs terlihat kerja kasar turun ke lapangan. Dan mereka lah "penentu nasib bangsa" saat pemilu.
Guys, kita fokus dulu Rakyat Bantu Rakyat! Ketika ini mereda, kita buat perhitungan dg pejabat2 pembalak liar kebijakan bisnis hutan ini. Jangan biarkan mreka lalai dg nyawa saudara kita. Hari ini mreka pura2 simpati. Besok2 mreka babat hutan lg.