@gilaberkelana Usai hatinya bersedih dengan rasa takut, Kencana kini melangkah dengan ekspresi senang dengan hati yang ringan untuk sementara waktu.
Sesampainya di parkiran. Ia celingak-celinguk sejenak sembari menunggu sang dosen muda itu datang.
Baru saja ingin melakukan bimbingan dengan @gilaberkelana di ruang pengajaran, seketika seluruh badan milik nona merinding luar biasa.
"Pe, permisi... Pak." Sapanya sembari membawa sekumpulan berkas berisikan karya desain dari Kencana.
@gilaberkelana dengan tas ransel yang berada di pundak.
"Oke, Pak. Saya pamit ke parkiran duluan, ya." Pamitnya sembari mengangguk sebelum akhirnya beranjak ke tempat yang akan dituju. +
@gilaberkelana "Habisnya saya harus koreksi hasil tugas sebelumnya..." Lirihnya dengan satu helaan nafas.
"Mau, Pak!" Jawab Nana dengan spontan tak peduli dengan sikap langka sang dosen killernya hari ini.
@gilaberkelana Kedua mata cokelat milik nona mengerjap saat mendengar pujian sang dosen. Namun, secara bersamaan ia terkejut lantaran Rayfan menepuk pucuk surainya.
"Serius, Pak?!" Tanyanya dengan semangat naik kembali, kepalanya mendongak ke atas. Melihat dosennya tersenyum tipis.
@gilaberkelana Masih ingat kejadian tempo hari Kencana berhasil menangis sesugukan usai melakukan bimbingan di ruangan 'seram' yang di tempati oleh sang dosen muda.
"Saya sudah ubah komposisinya biar lebih proporsional sesuai saran bapak kemarin." +
⠀i could recognize him by touch alone , by smell ; i would know him blind , by the way his breaths came and his feet struck the earth . i would know him in death , at the end of the world .