cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
Relate wkwk love languange yg gue butuh ada di bocil, validasi yg gue butuh ada di bocil.
Setiap malem sebelum tidur selalu nungguin utk pillow talk dulu. Gak lupa 'goodnight' nya dg senyum imutnya itu.
Ahh dasar MBG.
My Bocil Gweh 🫶🏻
Percakapanku sama suami dan anak. 🥹
Lagi luluran di kamar.
👩 : "Sayang, tolong lulurin pundakku dong. Capek banget rasanya."
😒 : "Nanti ya." (sambil tiduran main HP)
👩 : "Ya Allah, bentar aja. Aku udah mau mandi."
😒 : "Sabar." (5 menit berlalu, tetap nggak gerak)
👩 : (mulai ngomel pelan sendiri)
👶🏻 : "Ma, sini aku aja. Sabar ya." (sambil senyum manis dan pakai jempol mungilnya)
👩 : "Makasih ya, Nak." (meski tahu tenaganya nggak kerasa, tapi usahanya bikin hati meleleh)
👶🏻 : "Lagi, Ma... udah?"
MasyaAllah. 🥹🤍
Pas mau tidur.
👩 : "Yuk bobok, Nak."
👶🏻 : "Yuk, Ma. Good night Mama, I love you Mama, sayang Mama." 🥹
👩 : (pura-pura nggak jawab)
👶🏻 : (mukanya langsung sedih) "Mama kok nggak jawab?"
👩 : "Hehe, bercanda, Nak. I love you juga. Yuk doa dulu."
👶🏻 : "Oke, Ma. Tangannya... ayo doa." 🤲🏻
Aku pura-pura tidur biar dia cepat terlelap. Selimutku sengaja cuma sampai pinggang.
Eh, dia malah nyium keningku, lalu narik selimut sampai ke bawah daguku. 🥹😭
Walaupun Allah belum kasih aku pasangan yang penuh empati, Allah menghadiahkanku anak yang hatinya begitu lembut.
Alhamdulillah... terima kasih ya Allah. Setidaknya aku punya alasan untuk terus kuat dan semangat menjalani hidup bersama anakku. 🤍🥹
Do’anya cantik banget :
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah.”
padahal finding someone can talk to you for hours without getting bored after a long day ITU HAL YANG TIDAK SEMUA ORANG BISA DAPATKAN. callan berjam jam cerita hal hal aneh, sharing random thoughts, dan ketawa bareng THAT'S SOOO FUN😔😔😔 i love spending time with my partner
5,8 miliar itu baru hotel…
Belum transportasi
Belum pengamanan
Belum konsumsi
Belum yang lain-lain
Mungkin kalau ditotal bisa jadi habis lebih dari 10 M sekali jalan…
Miris sekali rasanya…
Pemda dan Kementerian disuruh efisiensi
Ada yang programnya ga jalan karena kekurangan dana.
Sampai ada yang tunjangan PNS dipotong atau tidak diberikan sama sekali
Tapi yang dari atas malah jor-joran perjalanan dinas dengan pengeluaran fantastis.
Itu kita omongin PNS
Belum lagi kita ngomongin rakyat biasa yang lagi pusing sama biaya hidup akibat melemahnya mata uang rupiah.
Atau gen milenial dan gen Z yang masih nganggur dan belum dapat kerjaan pasti.
Jelas, rakyat dan pegawai yang sedang mengalami kesulitan ekonomi pasti kesal dengan fakta seperti itu.
Source gambar: https://t.co/0CRjwJWvi0
Badan terasa gemetar saat sedang adu argumen, atau bahkan marah, dengan orang lain adalah reaksi yang normal, BUKAN pertanda takut atau lemah.
Ini mirip seperti kondisi kalian saat sedang tegang saat mau maju presentasi atau sedang dikejar oleh anjing.
Kondisi ini terjadi karena tubuh mengaktifkan respons fight-or-flight melalui sistem saraf simpatis sebagai respons terhadap stress emosional yang dirasakan sebagai ancaman. Selain itu kondisi ini juga bisa terjadi saat kita sedang marah.
Jadi ketika otak mendeteksi ada situasi mengancam, termasuk konflik atau argumen, maka hipotalamus akan memicu pelepasan hormon katekolamin dari kelenjar adrenal yang akan menyebabkan respon tubuh yang unik antara lain:
-Peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
-Aliran darah lebih banyak ke otot
-Otot yang siap untuk aksi fisik
Jika energi dari reaksi simpatis tersebut tidak langsung digunakan maka otot bisa mengalami kontraksi mikro yang tidak disengaja, sehingga muncul tremor yang terlihat. Hal tersebut juga diperkuat oleh rangsangan dari saraf simpatis pada ujung saraf, sehingga gemetar semakin terlihat.
Semoga bermanfaat.
Sumber:
-Garfinkel, 2015. Anger in brain and body: the neural and physiological correlates of anger
KEHILANGAN “SPARKS”….!!
Menurut gue, kehilangan “sparks” itu normal banget dan gak selalu berarti udah gak cinta. Kadang orang tuh terlalu capek jadi manusia, sampai gak punya energi buat jadi pasangan yang romantis.
Cape kerja, overthinking soal masa depan, masalah keluarga, duit, kurang tidur, rutinitas yang itu-itu aja, semua itu bisa bikin otak masuk mode “survival”, bukan mode “mesra”. Akhirnya yang dulu excited balas chat 2 detik, sekarang buka notif aja rasanya berat 😭
Banyak orang ngira cinta harus selalu deg-degan, selalu intense, selalu pengen nempel terus. Padahak setelah fase awal lewat, cinta sering berubah bentuk jadi rasa nyaman, tenang, dan hadir.
Masalahnya adalah karena gak seheboh awal kenal, orang langsung panik dan mikir “wah jangan-jangan udah gak cinta.”
Padahal bisa jadi mereka cuma lelah. Bedanya kalau udah gak cinta, biasanya ada rasa gak peduli, gak ada niat memperbaiki, gak ada rasa kehilangan, komunikasi pun males total.
Sedangkan kalau cuma kehilangan sparks karena capek hidup, biasanya di dalam hati masih sayang, cuma baterenya abis 😅
Makanya hubungan itu kadang bukan soal nyari sparks terus, tapi gimana dua orang tetep milih satu sama lain bahkan pas hidup lagi gak romantis-romantis amat.
Kalo menurut kamu gimana? 😁
gaakan berhenti bersyukur atas pertemanan yang aku temukan di perkuliahan... pertemanan yang low maintenance tapi sangat affectionate at the same time, pertemanan yang ga "menagih" apa apa dari aku, yang selalu nerima satu sama lain apa adanya :(
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Guys, Ligwina Hananto baru ngomong panjang dan sangat jujur tentang kondisi keuangan kelas menengah Indonesia dan menurut gua ini adalah salah satu obrolan paling membuka mata yang pernah ada.
Dan dia membuka dengan satu kalimat yang langsung menghantam.
Banyak banget yang kita bilang UMKM tulang punggung ekonomi negeri ternyata bukan. Ternyata itu cuma orang lagi dagang doang.
Soal kondisi kelas menengah yang sebenarnya dan ini datanya nyata bukan opini.
10 juta orang turun kelas dari kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir.
Tapi di saat yang sama jumlah UMKM terus naik dan jumlah investor retail terus naik.
Kelihatannya paradoks.
Tapi Ligwina menjelaskan kenapa dua hal itu bisa terjadi bersamaan.
Ekonomi kita tumbuh tapi pertumbuhan penghasilan individu tidak signifikan.
Konsumsi terus meningkat tapi dibiayai oleh utang bukan oleh penghasilan yang naik. 70 persen konsumen Indonesia pakai paylater.
Dan inklusi keuangan yang naik cepat karena digital artinya akses utang makin mudah tapi literasi keuangan tidak naik secepat itu.
Hasilnya adalah orang punya lebih banyak akses untuk berhutang tapi tidak punya lebih banyak kemampuan untuk mengelola hutang itu. Dulu hutang ke rentenir atau saudara tidak tercatat.
Sekarang hutangnya ke pinjol dan terdata.
Bukan berarti lebih banyak yang berhutang tapi yang berhutang sekarang lebih kelihatan.
Soal perbedaan dagang dan bisnis dan ini adalah insight paling penting dari seluruh obrolan yang menurut gua wajib didengar semua orang yang punya usaha kecil.
Dagang adalah jual beli jual beli jual beli.
Tidak ada sistem.
Tidak ada laporan keuangan.
Tidak ada tim.
Ownernya adalah Chief Everything Officer mengerjakan semua dari produksi sampai pemasaran sampai keuangan sampai pengiriman.
Bisnis adalah entitas yang terpisah dari ownernya. Punya sistem.
Punya tim.
Punya laporan keuangan yang jelas.
Dan yang paling penting ownernya bisa gajian dari bisnis itu secara rutin dan terpisah dari uang operasional bisnis.
Masalah terbesar UMKM Indonesia adalah mereka mengaku punya bisnis padahal masih di level dagang.
Dan selama masih level dagang maka uang hasil jualan langsung masuk ke kantong pribadi untuk kebutuhan hidup tidak ada yang tersisa untuk modal, tidak ada yang dicatat, tidak ada yang bisa diaudit, dan tidak mungkin bisa dapat pinjaman bank.
Soal prinsip paling dasar yang wajib dimiliki siapapun yang punya usaha Ligwina mengambil dari prinsip Islamic Finance tapi berlaku universal.
Jelas tercatat transparan.
Seolah-olah ada investor lain yang akan melihat catatan itu.
Kalau kamu membangun bisnis dengan mindset ada orang lain yang akan mengecek laporan keuanganmu maka secara otomatis kamu akan lebih disiplin.
Kamu tidak akan sembarangan pakai uang bisnis untuk beli lipstik atau baju karena kamu tahu itu akan kelihatan dan akan ada yang bertanya.
Dan satu cara paling sederhana untuk memulai ini tanpa harus langsung bikin laporan keuangan formal adalah pisahkan rekening bisnis dari rekening pribadi. Semua transaksi bisnis masuk dan keluar dari satu rekening.
Di akhir bulan tidak perlu mencatat apapun karena mutasi rekening sudah mencatat semuanya secara otomatis.
Soal utang dan Ligwina sangat tegas tentang ini.
Di kepala kebanyakan orang Indonesia pinjam itu kalau kepepet.
Padahal yang benar adalah pinjam itu kalau mau ekspansi dan sudah jelas cara bayarnya.
Utang yang sehat adalah utang yang cicilan per bulannya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan.
Kalau sudah ada cicilan rumah dan cicilan motor yang totalnya sudah 25 persen dari gaji maka kapasitas utang tersisa hanya 5 persen.
Artinya tidak boleh ambil utang baru apapun alasannya.
Dan untuk bisnis lebih ketat lagi sebelum boleh pinjam modal saldo rekening bisnis harus bisa menutup cicilan 3 sampai 4 bulan ke depan kalau tiba-tiba tidak ada pemasukan sama sekali.
Karena bisnis tidak sekontrol karyawan yang gajinya pasti masuk setiap bulan.
Soal investasi dan ini bagian yang paling sering disalahpahami.
High risk high return itu mitos.
Yang benar adalah high risk maybe yes maybe no return.
Risiko tinggi tidak menjamin return tinggi.
Risiko tinggi hanya menjamin kemungkinan kehilangan uang juga tinggi.
Dan yang paling fundamental investasi bukan untuk jadi kaya raya tanpa batas.
Investasi yang benar adalah investasi yang punya tujuan spesifik dan tahu kapan exit.
Mau berangkat umrah angkanya berapa?
Mau beli rumah angkanya berapa?
Mau sekolahkan anak angkanya berapa?
Kalau sudah sampai angka itu keluar.
Jangan terus tahan karena serakah.
Ligwina menyebut ini sebagai masuk jalan tol ada exit gate-nya. Masalahnya adalah banyak investor retail yang masuk tol tapi lupa di mana mereka mau keluar.
Soal rumus keuangan pribadi 10-20-30-40 yang Ligwina ajarkan.
Dari total penghasilan 10 persen ditabung minimal tidak bisa kurang dari ini.
20 persen untuk gaya hidup dan bersenang-senang. 30 persen untuk cicilan utang maksimum.
40 persen untuk biaya hidup dasar.
Kalau biaya hidup di kota besar memakan 60 persen maka yang dikorbankan pertama adalah gaya hidup. Bukan tabungan.
Bukan cicilan.
Tapi gaya hidup.
Dan kolesterol keuangan adalah angka cicilan utang. Kalau kolesterol tubuh batasnya 200 maka kolesterol keuangan batasnya 30 persen.
Kalau cicilan sudah di atas 30 persen dari penghasilan ada yang salah dan perlu segera diperiksa.
Soal satu hal yang paling keras Ligwina sampaikan dan ini ditujukan bukan kepada masyarakat tapi kepada pembuat kebijakan.
Mengajarkan financial planning kepada orang yang penghasilannya sangat rendah atau tidak punya uang adalah sebuah kekejaman.
Apalagi yang mau diatur?
Apalagi yang mau dihemat kalau semuanya sudah ngepas?
Orang miskin yang dibutuhkan bukan edukasi finansial.
Yang mereka butuhkan adalah lapangan kerja yang layak, pendidikan yang terjangkau, dan akses kesehatan yang mudah.
Itu namanya kebijakan publik bukan financial planning.
Dan selama kebijakan publik belum beres maka jurang antara si punya dan si tak punya akan terus melebar dan friksi sosial yang bisa berujung kekerasan tinggal menunggu waktu.
uang itu netral. Uang tidak punya perasaan. Yang banyak baper adalah manusianya.
Dan selama kita masih baper dengan tampilan kekayaan orang lain di media sosial selama kita masih mengira dagang adalah bisnis selama kita masih berpikir solusi ketika butuh uang adalah pinjam kondisi keuangan kita akan terus rapuh bahkan di saat kita merasa baik-baik saja.