Dia membangun baluwarti
yang tinggi—tinggi sekali
agar ia bisa sembunyi.
Mimpinya telah pergi
digerus sepi
Oh, mampuslah diri sendiri.
https://t.co/gJqb0waovU
@merumbaila Mari kita lepas mereka, seolah sedang mengantar mereka di hari pertama sekolah; sebuah kecupan di kening, sebuah lambaian tangan untuk perpisahan yang pertama... namun kali ini, ia menjelma menjadi yang terakhir dan selamanya.
Ia menoleh, menatap mata sang ibu
@merumbaila Mari kita lepas mereka, seolah sedang mengantar mereka di hari pertama sekolah; sebuah kecupan di kening, sebuah lambaian tangan untuk perpisahan yang pertama... namun kali ini, ia menjelma menjadi yang terakhir dan selamanya.
Ia menoleh, menatap mata sang ibu
@merumbaila Mari kita haturkan litani-litani suci ini untuk buah hatimu, dan buah hatiku, yang telah mendahului kita mengetuk pintu langit. Bolehkah kita mendaraskan doa pelepasan bagi mereka? Bagi jiwa-jiwa kecil yang kini riang berlarian di taman keabadian.
@merumbaila tak melihat cara dunia memanggul penderitaannya.”
Maka Bunda, demi jemari kecil yang pernah menggenggammu, jangan lagi engkau merajut sedih menjadi selimut malam. Jangan lagi engkau merapal doa seolah itu adalah kutukan bagi dirimu sendiri.
@merumbaila demi mengeja kembali arti pelipur lara.
“Benarlah itu,
Mereka sedang bermain sekarang. Berlarian mengejar aliran sungai surga hingga ke muaranya. Di sana, tak ada lagi tubuh yang sakit, tak ada lagi air mata yang mengalir. Saya teramat yakin, mereka sedang tertawa bahagia,
@merumbaila Sejenak, ia menggeser dirinya, sedikit melewati batas sunyi yang ada. Hanya untuk menghantarkan sekerat empati pada engkau yang sama-sama hancurnya. Di bawah langit yang meredup, nisan-nisan itu menjadi saksi bisu bagi dua jiwa terluka, yang bersandar satu sama lain
@merumbaila You are safe now, my darling; nothing can touch you here. Let the world and their cruelty fade away. Dwell inside this small heaven I have carved out of our wounds, our sorrows, meant only for you, and you alone.
kemudian mukjizat daripada cinta akan datang untuk memenuhi cawan-cawan hati, lalu melarungkan kesedihan dari sungai menuju lautan mati.
Duhai kekasih, tidakkah kau ingin membawa Midah kami menuju tempat yang paling aman di muka bumi? ..