abis baca konten dokter ttg ibu lahiran ter-plot twist yg pernah aku baca.
wanita usia 23th mengaku lagi hamil pertama kali, udh di induksi selama 24jam tp gagal. disarankan untuk operasi SC, beliau setuju. semua persiapan udh dilakuin, dr puasa, cek lab, informed consent, dll.
tiba diruang operasi si ibu dah rebahan tiba2 histeris menolak operasi. gmw di bius maunya lnjut induksi aja. udh diedukasi kekeh mau lnjut induksi aja.
akhirnya diturutin, gjdi SC. di edukasi sekeluarga dan pihak manajemen RS pun ikut andil. gak ada 1 jam si ibu minta SC lg krna abis dimarahin suamina.
tp pihak nakes blg egk bisa krna sdh ttd menolak tindakan dan sudah makan minum. dan trnyata yg paling gong tuh...
ini bkn kehamilan pertama, dr awal egk jujur. ini kehamilan ke 3.
👶anak pertama gak diakuin krna hamil diluar nikah dan lakinya kabur
👶anak kedua sm gk diakuin jg krna lakinya kabir dan masuk penjara
👶anak ketiga yg skrg lg dikandung, sudah nikah resmi sm suami yg skrg
tapi tapi tapi 3 anak diatas ternyata punya bapak yg SAMA. jdi laki yang kabur, dipenjara, dan sah skrg itu laki-laki yg sama😭😭
Izin memberikan sudut pandang lain.
Saat bekerja di RS sebagai dokter umum dan saat ini sebagai PPDS, tiba-tiba izin gak masuk itu memang sangat sulit, karena seringkali berhubungan dengan mencari orang yang mau dan bisa menggantikan secara mendadak. Beberapa kali ketika anak sakit, hanya istri yang menemani, dan saya harus ada di rumah sakit.
Namun penelitian sebenarnya menunjukkan bahwa menekan karyawan agar 'mengabaikan keluarga' demi kerja justru sering kontraproduktif jangka panjang. Efeknya tidak hanya ke keluarga, tapi juga bisa ke pekerjaan seperti kepuasan kerja rendah, burnout, dan turnover intention.
Selain itu, “istrinya ada di rumah, ayah tidak perlu ikut” juga bertentangan dengan bukti ilmiah tentang keterlibatan ayah di keluarga. Keterlibatan ayah yang aktif dalam pengasuhan anak berhubungan positif dengan perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan akademik anak.
Memberikan ruang untuk urusan keluarga mendesak, misalnya anak sakit, disertai dengan perencanaan matang justru berpotensi meningkatkan loyalitas, psychological safety, dan performa jangka panjang.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-Work-Family Conflict Impact on Psychological Safety and Psychological Well-Being.
-A meta-analysis of work-family conflict and various outcomes with a special emphasis on cross-domain versus matching-domain relations
Wkwkwkwwk bener iki
Mksudku logis ae.
Penyakit yg ditularkan dari tikus, iso2 ne nyebar di kapal pesiar yg notabene mewah.
🗿🗿🗿🗿🗿
Tau sendiri tikus hidupnya gimana.
Alhamdulillah
seorang ayah Mahfud (74) menyelamatkan putrinya Endang Kuswati (40), datang ke lokasi setelah menerima telepon dari putrinya yang terjebak di dalam gerbong. Dengan cemas, ia mencari di antara reruntuhan saat tim penyelamat bekerja.
Sang putri akhirnya ditemukan selamat setelah berjam-jam terjepit dan dievakuasi menggunakan tandu. Saat ini korban menjalani perawatan, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki.
bekasi Mantap gender pagiii
Pernah waktu itu ngasih edukasi ke pasien yg habis kontrol dari poli
👱🏼♂️ : mba obatnya tuh memang lama ya? Udah nunggu 1 jam kok ga jadi jadi sih obat saya
Aku : bapak nomor antrian berapa?
👱🏼♂️ : iniii (nunjukin nomer antrian)
Aku : bapak mohon maaf itu masih dalam proses dibelakang, nanti kalo sudah sesuai urutan nomernya akan dipanggil otomatis bapak
👱🏼♂️ : ya tapi kan lama mba, saya harus kerja juga
Aku : mau diambil nanti atau besok juga bisa bapak, atau mau pakai jasa pengiriman obat saja pak jika tidak berkenan menunggu terlalu lama
👱🏼♂️ : gimana to mba itu obatnya mau tak minum lho malah disuruh ambil nanti
Aku : kalo begitu silahkan ditunggu dulu ya pak, nanti akan dipanggil sesuai urutan nomernya nggih, pasien yg lain jg masih antri menunggu pak
👱🏼♂️ : berapa jam lagi to mba?
Aku : masih sekitar 20 antrian lagi pak
👱🏼♂️ : Lha itu i berapa jam? Saya butuhnya jawaban pasti berapa jam nya
Aku : saya tidak bisa memastikan pak karena setiap resep itu pengerjaannya berbeda, ada yg racikan ada yg non racikan juga pak
👱🏼♂️ : berarti ga pasti berapa jamnya kan? Yaudah tak ambil besok aja obatnya. Nunggu lama saya malah ga jadi kerja nanti
Aku : iya pak tidak apa apa kalo mau diambil besok
👱🏼♂️ : (masih nunggu depan farmasi)
Aku : (lanjut manggilin pasien anak dan bayi buat penyerahan obat)
👱🏼♂️ : loh kok malah anak yang dipanggil to mba, yg dewasa duluu
Aku : bapak saya manggil yg obatnya sudah siap untuk diserahkan pak, ini saya mau manggil pasien anak dan bayi yg obatnya sudah jadi
👱🏼♂️ : berarti resep saya ga diutamakan??????
Aku : resepnya bapak masih dibelakang masih proses nanti kalo sudah jadi akan dipanggil ya
👱🏼♂️ : yaaa, tak tunggu depan sini sampai obat saya dipanggil !!!
Aku : ...................... 😊😊😊😊😊
Terkait kasus rame2 d grup wa.
Hikmah yang diambil, tolong Biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yg dibawa terus menerus sampe dewasa.
Kalo ngacengan itu dikontrol.
Bukan ngacengan sak nggon2.
Otak kok isine kenta kentu