GMAIL LO BUKAN PENUH. CUMA KOTOR DOANG.
Tadi storage gue udah 13.8GB dari 15GB, hampir aja bayar Google tambahan.
Eh ternyata bisa dibersihin dalam 20 menit doang, tanpa ilang satu invoice penting pun.
Langsung pake 5 filter otomatis ini:
Murid gen-alpha pernah random nanya ke saya as millenials "bu, dulu tuh ibu pas istirahat ngapain? kan gak ada HP" 😂
Akhirnya setelah ngajar jam ke 3-4 tepat sebelum jam istirahat, saya ambil kesempatan.
"Ibu numpang istirahat di sini dulu ya"
10 menit kemudian anak-anak balik dari kantin. Ada yg bawa cup seblak, cup mie seduh, cilok, dan rupa-rupa jajanan kantin lainnya. Setelah itu?
Duduk doang mereka. Habisin jajan sambil rumpi. Tapi rumpinya unik nih. Hampir gak ada kontak mata, karena pada sibuk scroll tiktok masing-masing. Kalo ada yg nemu konten lucu, diliat bareng. Ada yg nemu tren dc tiktok, dicobain bareng. Dinamika sosialnya berlandaskan konten dunia maya.
Jaman saya dulu (kok kayak masa prasejarah ya jadinya), kami tuh doing silly things ketika jam istirahat. Kejar-kejaran lah. Jailin temen. Hujan-hujanan di lapangan. Ada yg pernah stand up di depan kelas and surprisingly kami pada ketawa. Planning mau rujakan dll.
To be fair waktu SMA, kegiatan saya dan temen-temen juga bergeser mengarah ke dunia digital sih. Kami suka banget foto mengabadikan momen untuk diupload di facebook page kelas. Ternyata socmed pretty much define teenage's self worth now and then ya. Itu juga yg sepertinya dilakukan murid-murid saya sekarang. Kalo gak join dc tiktok, gak trendy.
Perbedaannya, saya dan teman-teman waktu SMA knows when to stop. Keterbatasan akses internet menjadikan kami cuma bisa maen facebook sepulang sekolah di warnet. So we naturally have self-control, tapi tidak dengan murid-murid saya. Mereka kesusahan mengontrol diri kapan harus fokus belajar, kapan harus berbincang dengan melihat mata lawan bicara, kapan harus scroll sosmed.
Memangnya gimana supaya bisa mengontrol diri? Ya, saya juga gak tahu caranya.
dear @grok, kita kenal ada beberapa fallacy dalam berargumen;
judul berita di twit berikut ini termasuk fallacy jenis apa? tolong jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang seperti Bahlil agar tidak mengulangi di kemudian hari.
Terima kasih sebelumnya 🙏
Halo, #SahabatBahasa! Sebentar lagi kita akan memasuki minggu ketiga berpuasa nih. Apakah sahabat bahasa masih bertanya-tanya mengapa kata RAMADAN tidak ditulis menggunakan DH?
Berikut penjelasannya dari ahli bahasa, ya. Semoga bermanfaat. 😃
#CintaBahasaIndonesia#EYD
"Loh, demam tuh harusnya dikompres anget? Knp gak yg dingin aja biar suhu cepet turun gitu?"
Yah, sayangnya tubuh kita gak kek wajan panas yg bisa langsung adem klo disiram air dingin.
Kita ini berdarah panas, yg punya sistem sendiri buat ngatur suhu tubuh.
Tp gmn bisa ya? 🤔
Kalau dirunut dari Siaran Pers Perkara Tata Kelola Minyak Mentah di PT Pertamina, yang penting buat dipahami buat awam:
Tim Penyidik menyimpulkan dalam ekspose perkara bahwa telah terdapat serangkaian perbuatan tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara dari adanya alat bukti cukup, yakni:
• Pemeriksaan saksi sebanyak 96 (sembilan puluh enam) orang;
• Pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang ahli;
• Penyitaan terhadap 969 (sembilan ratus enam puluh sembilan) dokumen;
• Penyitaan terhadap 45 (empat puluh lima) barang bukti elektronik.
(1)
Pajak maunya kayak negara Nordic
Pendidikan maunya kayak kurikulum Finlandia
Tapi gurunya bisa ada yang digaji seminggu padahal ngajar 4 minggu
Tapi kasih UMR buat gaji orang kayak di Jogja
Tapi bikin transportasi umum kayak di Bandung
Bikin dan tegakin hukum ketenagakerjaan gak jelas
Lagi cuti atau libur dihubungi soal kerjaan kayak jaman Romusha
Terus minta kita setuju pajaknya dinaikin?
[INDONESIA BERDARAH: TRAGEDI SINILA DIENG]
Di kawasan Dataran Tinggi Dieng, berdiri Desa Kepucukan. Namun, desa ini kini sudah dihapus dari peta usai lebih dari 100 orang warga desa ditemukan tewas di jalanan.
Mereka keracunan gas mematikan dari kawah...
(Utas)
Guru abis gajian:
1) Kapur sama spidol beli sendiri,
2) Kertas buat kegiatan siswa di kelas beli sendiri,
3) Laptop, mic, dan speaker beli sendiri,
4) Printer buat ngeprint soal ulangan harian beli sendiri,
5) Fotokopi administrasi pakai uang sendiri,
6) Langganan software-software buat keperluan ngajar bayar sendiri,
7) Proyektor juga ada yang beli sendiri.
Udah gajinya kecil,
Dipotong juga buat operasional sekolah kaya gitu,
Kena juga pajak dinaikin.
Pajakin noh orang kaya.
Ngapain minta ke kita semua?
#PajakMencekik