Se-seru2nya perang antar proksi partai/golongan/kepentingan/geng, yang kena imbasnya ya para pembayar pajak juga. Mereka mah tinggal kerahin pendengung aja.
Rage is understatement.
selamat pagi antek2 soros! udah cair berapa hari ini dengan mengeluh semua harga pada naik, menyerukan protes or demo tp takut disiram air keras or ditangkep wercok, atau kritisi kebijakan pemerintah yg makin inkompeten dan kelakuan pejabat korup (eh tapi kena ban or uu ite)?
🇮🇩 Indonesia Color Revolution Attempt Fully Exposed
Leaked internal docs just published by @TheGrayzonenews lay it out: Soros’ Open Society Foundations routed millions through Jakarta’s Kurawal Foundation (their top recipient in the region) to youth networks, “independent” media, the Dirty Vote doc, lawfare, and “resistance” training aimed at “preventing the continuation” of Prabowo’s elected government.
Real economic pain (living costs, inequality) existed — but it was systematically amplified and directed. Gen Z mobilized, police reform pushed hard, civil society consolidated for “structural change.”
One Piece pirate flags as the unifying symbol?
Straight from the color revolution handbook.
Full Grayzone report (must read):
https://t.co/vmWtLud3aX
@BrianJBerletic has been exposing this network for over the years — NED, USAID, Soros-linked funding behind the 2025 Indonesia unrest while Western outlets cry “disinfo”:
https://t.co/Udm85gDdHv (and his deeper dives on the continuity of agenda).
My earlier thread connecting the dots (same symbols and tactics from Bangladesh to Nepal/Mexico):
https://t.co/sFxUMj4dJp
Indonesia is too important — massive population, resources, key sea lanes, BRICS interest.
Elected governments that don’t fully toe the line get the “civil society” treatment.
Sovereign nations have every right to push back on foreign foundations engineering instability under the banner of “dignified democracy.”
This kind always harbours the same condescending attitude towards the poor and disenchanted of poorer nations, always seeking to delegitimise any grievance, pain and suffering by insinuating that they are pawns and puppets of outside powers.
gw gak suka narasi sejenis ini, kesannya nyudutin rakyat LAGI. rakyat bisa apa sih? dihemat-hemat juga ga ngubah apa-apa. that’s government’s responsibility.
yang ada tuh rakyat stress ama keadaan negara jadi bentuk stress relievernya (bagi yang mampu) ya konseran, event
Semua krisis ini dimulai dari era 2014-2024, ketika:
- Oposisi yang luar biasa lemah di DPR, hanya 2 partai di 2014, dan 1 partai di 2019
- KPK dilemahkan lewat revisi UU KPK
- Omnibus Law disahkan padahal problematik
- Kriminalisasi tokoh-tokoh lewat UU ITE dkknya
- Proyek mercusuar kayak Kereta Cepat Bandung + IKN digalakkan, padahal beban fiskalnya luar biasa besar.
- Aparatur bersenjata pelan-pelan masuk ke sipil, awalnya cokelat, sekarang hijau.
- Putusan MK yang menggolkan Gibran jadi Wapres
- Dan gagalnya ekonomi bangkit pasca dihantam Covid-19.
Hayo.. siapa yang merintah Indo pas tahun segitu?
Dan jangan lupakan juga..
Yang bawa doi jadi Presiden salah satunya kan Pria Solo.
Apa yang terjadi saat ini adalah pemburukan situasi politik yang sudah runyam dari 10 tahun lalu.
Bedanya, yang dulu masih bisa ditutupi
Yang sekarang sudah terang-terangan.
Source Gambar: Detik (dot) com
Jawabannya satu: karena pertalite belum naik.
Pemerintah sekarang lagi berusaha keras menahan agar pertalite tidak naik. Tapi mereka gak bisa selamanya melakukan itu. Di titik tertentu amunisi akan habis, pertalite akan naik ke 16.000, di saat itulah baru amukan besar terjadi.
Dear Presiden @prabowo & Seskab Teddy,
Jadi apa ya HASIL NYATA dari Presiden lawatan ke luarnegeri sudah 50+ kali dalam 19 bulan menjabat??
Rakyat bertanya. Uang kami dipajaki, uang kami juga dihancurkan nilainya TIAP HARI.
Kalau menurut Faisal Basri.
Ada kemungkinan demonstrasi besar-besaran ketika
1. Kelas menengah tabungannya sudah habis, terlebih sebagian terjerat pinjaman online.
2. Kelas bawah sudah tidak kuat disubsidi pemerintah. BBM masih dijaga harganya kan sampai sekarang?
Padahal pas pemilu 2024, banyak pengusaha vote 02 karena butuh stabilitas politik dan ekonomi. Biar bisnisnya smooth. Berharap sama 02 karena ada anak presiden incumbent, biar pas transisi ga bergolak.
Yg kejadian beneran 180 derajat.
Stabilitas gone, politik chaotic, cuan bye.
Padahal pas pemilu 2024, banyak pengusaha vote 02 karena butuh stabilitas politik dan ekonomi. Biar bisnisnya smooth. Berharap sama 02 karena ada anak presiden incumbent, biar pas transisi ga bergolak.
Yg kejadian beneran 180 derajat.
Stabilitas gone, politik chaotic, cuan bye.