Bukan Sekadar Perkenalan Pemain
Semalam, saya menyaksikan satu momen yang rasanya akan diingat banyak orang: pengenalan Mariano Peralta di TikTok Live Persib.
Banyak momen yang benar-benar membuat saya merinding.
Coba perhatikan, ada berapa generasi yang berkumpul di sana. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga mereka yang rambutnya mulai memutih. Semua menunggu momen yang sama.
Lalu jubah hitam itu dibuka.
Sorak kegembiraan langsung pecah. Namun, yang paling nyaring justru suara anak-anak. Di situlah saya sadar, yang sedang diperkenalkan bukan hanya seorang pemain baru, melainkan juga sebuah kenangan yang kelak akan melahirkan generasi Bobotoh berikutnya.
Begitulah rasa memiliki diwariskan. Bukan lewat ceramah, bukan pula karena dipaksa, melainkan lewat momen-momen sederhana yang mereka alami sendiri.
Sulit menemukan klub yang begitu menyatu dengan budaya dan masyarakatnya seperti Persib. Klub ini bukan hanya bermain untuk sebuah kota, tetapi tumbuh bersama orang-orang yang mencintainya.
Mungkin dua puluh atau tiga puluh tahun lagi, anak-anak yang bersorak malam itu akan menggendong anak mereka sendiri. Lalu mereka akan bercerita, "Dulu saya ada di sana, saat Peralta pertama kali diperkenalkan."
Dan dari cerita-cerita sederhana seperti itulah, Persib akan terus hidup, berpindah dari hati satu generasi ke generasi berikutnya.
Bobotoh fokus mengkritisi persiapan timnya sendiri, Persib
Yang lainnya, fokus riding the wave dari residu kritikan Bobotoh ke Persib
Tah eta bedana he he he