Akhir-akhir ini sering banget nemuin case kaya gini. Hampir semuanya sama, pada akhirnya mencari pembenaran sendiri. Membangun narasi seolah benar.
Ya mau gimana lagi, pada akhirnya semesta sendiri yg menunjukkan semuanya.
@ridwankamil Justru harusnya paham dulu pernah nyinyir, pernah kritis. Karena merasakan sebagai rakyat. Sekarang ko malah semua aturan ditabrak ya. Mil mil.... piye toh
Hehe ga nyangka ya, udah bertahan hidup sejauh ini.
Waktu dibawah, ga ada yg ngulurin tangannya, atau cuma sekadar teriak "ayo lu bisa!"
Jalan aja sendiri, gatau juga mau kemana. Ga punya map buat ngikutin arah. Karena ga punya tujuan apa yg mau dicapai.