Ini Pola yang SAMA PERSIS saat di era jokowi, gue juga alami hal itu, di Intimidasi mulai dari Telp, Whatsapp, hingga Kantor gue
Makanya Twitter ini dulu mendadag unfollow begitu banyak akun lebih dari 50ribu yang out
temen2, perlu diingat ya kalo BPJS itu dibiayai dari iuran peserta dan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang publik, termasuk pajak yg kita bayarkan. jadi bukan dari kantong pribadi pak prabowo yaaa. itu hak peserta dlm sistem jaminan sosial, bukan kemurahan hati presiden.
temen2, ini namanya ngebuzzer dgn instruksi resmi ya wkwk. kegunaannya selain utk pencitraan, juga utk memengaruhi opini publik. makanya, mulai skrg lebih cermat yaaa. krn banyak buzzer rezim yg berkeliaran di sekitar kita dan mereka "dibina" serta "dilindungi" oleh pemerintah.
aktif twt lagi cm buat ngabarin klo aku (kami) disini masi terdampak kabut asap, bknnya mereda malah makin tebel and our government do nothing selain pasang baliho dan bagi bagi masker 🫰🏻
Sidang umum PBB: kami akan menjamin keamanan Israel
Acara Gontor: free Palestine
HUT PAN: pakar saking pinternya jadi goblok
Diskusi soal gambut: saya paling hormat sama pakar
Gaslighting, playing victim, manipulative! President Prabowo, the cognitive dissonance you are 🫵🏻
Bad news hari ini:
• Korban gempa NTT yang meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban yang meninggal secara langsung saat gempa.
• Pelajar yang demo tolak MBG di Papua ditangkap Polisi, ada isu diintimidasi juga.
• Kalimantan asap makin tebal, mati listrik dan langka BBM
Jayapura 15/9/2026
Puluhan siswa SMA ditangkap secara paksa oleh Kepolisian Resor Jayapura.
Peristiwa penangkapan itu terjadi Pada Selasa (15/9/2026), siswa SMA menggelar aksi protes terkait program makanan bergizi gratis di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.
Menangapi aksi tersebut, kepolisian melakukan tindakan represif berupa pemukulan dan penangkapan terhadap siswa di beberapa titik, yakni Pos 7 Sentani, Perumnas III Waena, Taruna Bakti Waena, dan Kotaraja.
Puluhan siswa yang ditangkap kemudian dibawa ke Polresta Jayapura Kota dan Polres Sentani. Dalam proses pembubaran massa tersebut, sebanyak 26 siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.