There is this guy on youtube name GAKHED who films his cats with a 1999 camcorder and in this time of brainrot and toxic internet it's the most calming and soothing thing i've seen.
This is what spring felt like as a kid. ❤️
Pola ini punya satu benang merah yang sama: mentingin diri sendiri.
Nggak pernah belajar nanya, "Kira-kira ini dampaknya ke dia gimana ya?" atau "Anak gue ngerasain apa dari situasi ini?"
Yang ada di kepala cuma: gue butuh ini, gue mau ini, gue nyaman di sini.
Dan yang paling menyakitkan adalah orang dengan pola kayak gini sering merasa mereka udah jadi suami atau ayah yang cukup baik.
Karena standar "baik" yang mereka pakai cuma satu: yang penting udah kasih nafkah.
Urusan emosi, kehadiran, dan perasaan keluarga? Itu dianggap bonus, bukan kewajiban.
Kenapa kontrol sepenting itu buat laki-laki?
Banyak laki-laki dibesarkan dengan narasi yang sama dari kecil: harus jadi kepala, harus pegang kendali, harus kuat, harus tahu arah. Kelemahan itu memalukan. Nangis itu lebay.
Tapi soal emosi?
Soal gimana cara hadir buat orang lain?
Soal tanggung jawab afektif dalam hubungan?
Nggak pernah diajarkan
Jadinya muncullah laki-laki dewasa yang mapan secara finansial, tapi secara emosional masih butuh tempat untuk "berkuasa" tanpa harus bertanggung jawab atas perasaan siapapun, termasuk perasaan mereka sendiri.
Dan ani-ani mengisi celah itu dengan sempurna. Makanya berbahaya.