@ArdieSuhardi321 Konsultan dan ahli ilmu pendidikan luar negeri aja menjelaskan ijazah Gibran asli dan bnyk yg menjadi saksi trmsk teman kuliahnya yg menjadi saksi hidup knp hrs diributkan, cuma barisan sakit hati & pengangguran beracara yg sdh tdk ada job/order ngurusin ijazah org.
@msaid_didu Klo barisan sakit hati Roy Panci cs menghasut, sebar fitnah ujaran kebencian mantan presiden bebas aja dibilang kriminalisasi tp wkt dilaporkan sbg warga negara ke Polda Metro Jaya dibilang dikriminalisasi pdhl sdh menghina, menginjak harkat martabat sbg warga negara.
@msaid_didu@YouTube Tiada hari tanpa menghasut dan sebar fitnah. Sebentar lg ikut nyusul para penghasut yg meninggal dunia krn Allah SWT murka dg org tukang hasut dan penebar fitnah.
@msaid_didu Kasiaaan deh loe barisan sakit hati ga sembuh2 sakitnya.
Klo benci dan sakit hati dg Joko Widodo sendirian aja jng ajak2 org lain agar ikut dgn sampeyan.
@muannas_alaidid Ex HTI lbh parah dari PKI...Krn ex HTI ingin mendirikan negara Khilafah dg menggantikan Pancasila, UUD dan meniadakan NKRI anda paham. Jng bawa2 PKI klo anda ga merasa bekas anggota organisasi terlarang HTI dan FPI. Jaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Gosip diciptakan oleh orang iri, dengki karena sakit hati, disebarkan oleh orang bodoh dan diterima sbg kebenaran oleh orang idiot. Sempurna sudah kerusakannya.
Ini dengerin KADRUN bin Badrun kt nya Roy Panci org paling berjasa krn kepakarannya dari ahli kesehatan beralih tanpa kuliah lg berubah jd ahli telematika.
@Bacoleng Ini dukungan pensiunan jenderal asli bukan abal2 yg punya wadah atau lembaga resmi mendukung pemerintahan yg sah dan taat konstitusi dan UUD 1945. Pilihan mayoritas rakyat adl suara Tuhan dan sdh ditakdirkan seseorang utk jadi presiden dan wakil presiden.
@democrazymedia Kebenaran pala bau menyan. Knp ijazah Joko Widodo yg loe teliti sdgkn ijazah aspal lie ga di teliti. Ngaku bergelar Doktor dari universitas YAMAGUCI taunya pihak rektorat dan akademisi dari universitas ybs tdk ada nama kamu sbg alumni universitas YAMAGUCI. Dasar org sakit jiwa