Intinya yang dilakuin Ferry itu dia cuma bikin asumsi sendiri range multiplier fiskal terhadap pertumbuhan (1.2 sampe 1.4?), terus bikin counterfactual growth sendiri dengan multiplier itu. Itu mah masih accounting exercise namanya.
Ga ada ekonometrikanya. Ga ada persamaan regresi, ga ada tabel regresi, murni bikin range fiscal multiplier sendiri (padahal ada di literatur dan tinggal dikutip) terus dikaliin dengan pertumbuhan pengeluaran pemerintah secara historis.
Lagian anak makro beneran juga tau approach ekonometrika sesimpel regresi makroekonometrika y x untuk simulasi counterfactual makro jelas-jelas udah ditinggalkan di ilmu makroekonomi. Perlu identifikasi tambahan untuk mencegah problem endogenitas, hence model ekonometrika di makro itu pake SVAR, local projections (ini yang gue handle waktu di IMF). Lebih afdhal lagi model sendiri pake model DSGE lah misalkan dengan microfoundations yang bener.
Tapi untuk mengerti ini semua perlu paham Lucas critique dan ekonometrika time series (materi S1 ilmu ekonomi lanjutan dan S2 ilmu ekonomi) jadi ya understandable lah kalau pemahaman ekonominya baru sebatas Mankiw.
Kalau sekadar komentar kualitatif emang ya ga perlu pendidikan tinggi di ilmu ekonomi (bisa otodidak), tapi kalo udh mau ngasih angka yang bisa dipertanggung jawabkan, bikin pemodelan, wajib hukumnya ikutin pendidikan formal di bidang ilmu ekonomi.
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
Boleh ga sih fundraising dari pajak ini dipisah per K/L aja? Jadi masing2 mereka effort sendiri buat fundraising, dan kita dibebasin mau bayar/ga, sama bayarnya ke K/L mana.
@muhzaidann Pas segitu rasanya ga gimana2 sih. Cuma segitu nyampenya pas emang lagi seru, atau pgn power gede. Gw tadi nyoba sepeda aja bisa nyentuk 189, pas mau nabrak motor
Jadi ya buat yg baru baca2 buku ekon, ga perlu terlalu overrate buku doi. Apalagi anak2 OSN ekon udh biasa bgt baca2 buku serupa. Mending langsung aja baca buku principle of econnya langsung aja, udh ada translatean indonya kok. Atau baca saran2 buku ini:
Mau belajar pengantar ekonomi?
Saran gue sih baca buku-buku ini:
1. Economics - The User’s Guide - Ha-Joon Chang
2. Talking to My Daughter about the Economy - Yanis Varoufakis
3. Why Nations Fail - Acemoglu & Robinson
Buku Prinsipil Ekonomi nih kek copas bgt bukunya Mankiw judulnya “Principle of Economics”. Isinya ya sama2 saja kyk buku2 pengantar ekon di kuliah or A level econ. Penulis indo jg udh byk yg buat “translatean” serupa. Biasanya dibuat kasus yg agak beda aja.
Bukunya Bung Ferry Irwandi - "Prinsipil Ekonomi" itu bagus buat pengantar mempelajari ekonomi. Fiskal & moneter yg belakangan tren di X juga dijelaskan dengan mudah.
Selanjutnya, buku "Prita Ghozie - Make It Happen, Now!" juga OK untuk memahami personal finance & belajar invest.
@farisrachman_1 Bener kak, buku prinsipil ekonnya FI nih terlalu mengindikasikan copas ke principle of economics nya Mankiw. Dari judul aja sama persis.
Kalo ternyata copas full, dan terciduk plagiat gimana ya…
@MNQashboyy Duh ini ada liriknya lagi di Mars Madrasah
Motto ikhlas beramal
Berkarya dan bermoral
Ayo2 tegakkan
Falsafah pancasila
Bhinneka tunggal ika
Semboyan bangsa Indonesia
Dst
Keknya yg bagus dari Kemenag cuma MAN IC deh, sama beberapa MAN unggulan. Sisanya, mayoritasnya ampas2, byk korupsi, pungli, dll
Padahal kementerian yg paling “islami” ya brandingannya