Kalau cabut sekolah, corat coret tembok atau merokok masih pantaslah disebut kenakalan remaja
Tapi kalau udah bawa senjata tajam terus bacok orang itu bukan kenakalan lagi, tapi kriminalitas remaja. Hukumannya harus berat biar jera
Terdapat pemuda yang pekerjaan sehari harinya hanya bermain game dan bermain medsos, ketika dinasehati dia berargumen bahwa ada banyak orang-orang yang seperti dia tapi sukses dan punya banyak uang luar biasa.
Kecanduan gadget bisa membuat kaya jika, kecanduan itu dialihkan dari mengkonsumsi konten orang lain menjadi memproduksi konten untuk dilihat orang lain. Sebuah Utas
Mestinya temen-temen yg di NU bisa paham pd akhirnya, bahwa mrk ini cuma mendekati NU demi kepentingan mrk sendiri. Berusaha terlihat dekat dan mempengaruhi NU agar terus mendukung narasi dan agenda yg mrk buat. Aslinya mah begini. Saya rasa mrk tdk sedikitpun peduli dgn NU.
Penulisan sejarah Islam kerap menonjolkan Individu individu cemerlang, yang mana dengan kemunculannya terselesaikan masalah masalah besar yang sedang melanda dunia Islam. Tersebutlah Sholahuddin Al Ayyubi contohnya, di saat dunia Islam sedang terpuruk akibat perang Salib.
Tanpa menafikan kebesaran beliau, penulisan sejarah yang hanya terfokus pada tokoh tokoh tertentu, tanpa melihat siapa yang ada sekelilingnya, menjadi pasukannya atau bagaimana lalu generasi nya bisa menjelma menjadi generasi pembawa perubahan bagi ummat.
Kerusakan pemikiran lebih gawat drpd badan. Mrk yg pemikirannya rusak bs jd tdk sadar akan kerusakan tsb. Contohnya yg ini. Kata mrk, it doesn't matter who you click with. But it does! Yang bisa 'klik' nyatanya cuma 1 pasang kan?
@muchlis_ar Tulisannya ulama ulama yang mewajibkan jilbab, eh isinya cuma pendapat satu cendekiawan Mesir moderen yang tafsir tafsir Quran menurut dia sendiri, gak ada menyertakan satupun pendapat ahli tafsir dan fiqih klasik. Ketahuan gak ada ulama yang mendukung tidak wajibnya Jilbab
Hal yang semacam ini sudah terjadi di Barat, akibat pengakuan terhadap kaum transgender. Sebenarnya yang banyak menjadi korban adalah kaum perempuan. Anehnya, feminislah yang paling banyak membela LGBT.