tukang nyatetin org yg bikin janji | ⚠️ NEVER asked to be followed ~ please follow at your risk ⚠️ | RT & Like ≠ Endorsement, bs aja kepencet. Maap dan makaciw!
lokasi ybs dari arah jalan akses ciliwung dari diponegoro mau berbelok ke arah jalan talang. kalau mau memulai penyelidikan, tinggal hubungi operator, semua no HP jam segitu yg aktif di triangle BTS, ditelisik satu per satu, coret yg milik penduduk setempat. mudah kok, kalau mau .....
Calling Muhammadiyah “divisive” ignores history. In the Soeharto era, state decisions often matched Muhammadiyah’s hisab, while many NU followers differed based on rukyat, yet no one accused NU of dividing the ummat.
It is merely political in Indonesia context.
@DivHumas_Polri tak benerin captionnya Pak
sbg bentuk pertanggungjawaban, Polri dg tegas memberikan sanksi seberat beratnya kpd petugas terkait. Dengan terjadinya insiden ini, kami berharap petugas akan lebih berhati-hati dlm memberikan pelayanan kpd masyarakat krn mereka yg memberi gaji kita
@DivHumas_Polri Pak Sudrajat itu mengalami 3 peristiwa, yaitu:
1. Penganiayaan.
2. Persekusi.
3. Fitnah dengan berita hoax yang sengaja diviralkan.
Tuh si Ikhwan kudunya dipidana dengan 3 pasal sekaligus! Bukan cuma berkunjung ke pak Sudrajat bikin pencitraan!
Polisi sedang mempertontonkan “semua bisa diselesaikan dengan uang”
hukuman untuk pelaku yang sudah merendahkan martabat, melukai tubuh dan mempermalukan pak Sudrajat, jadi tidak berlaku karna udah “minta maaf dan bayar”.
mengerikan.
...Anaknya Pandji gak pernah:
1. Hina fisik orang Papua sbg kulit gosong
2. Hina fisik SBY sbg kebo gendut
3. Hina fisik Prabowo sbg laki tanpa biji
4. Hina fisik anak Prabowo sbg homoseksual
5. Hina banyak artis perempuan dgn umpatan2 seksual
6. Acak2 Konstitusi... (``,)
Di depan rumah yang hancur, warga berkata. Bantuan kami sudah cukup bang, Allah akan mengganti, barangkali ke sana membutuhkan.
Rumahnya hancur cuy..... 😢
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
Ragamu mungkin tak sampai di sini.
Tetapi doa dan kepedulianmu lewat donasi menjadi penguat kami dan masyarakat yangvterdampak bencana banjir dan longsor dengan
n membawa baguan gunung dan gelondongan kayu2 besar di tapanuli tengah 😢
#PrayForSumatera
*Desa Sipange
Bismillah teman2 yang ingin bantu saya share rek dan Qris di bawah ya
Justru karena belum ditetapkan jd bencana nasional, upaya & dana penanganan minim.
Foto/video bantuan helikopter cuma berapa?
Yang kena dampak 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟭 𝗝𝗨𝗧𝗔 woy, meninggal + hilang >1000 orang.
Yang penting warga makan dulu! Udah gila kau ngomong invoice ?!