Setiap orang pasti pernah diperlakukan buruk oleh siapapun, ketika kita merasa sakit hati oleh perlakuan seseorang, lebih baik jadi pengingat supaya kita tidak seperti itu terhadap orang lain, bukan jadi pembenci atau pendendam.
Kamu tidak diciptakan untuk disukai semua orang. Kamu dipanggil untuk menaati Tuhan. Ketaatan kepada-Nya selalu lebih penting daripada tepuk tangan manusia.
Rasa takut boleh mengetuk pintu, tapi jangan biarkan tinggal. Kamu mungkin tidak tahu apa yang ada di depan, tapi kamu tahu Siapa yang berjalan mendahului. Ketika kamu tidak bisa melihat tangan-Nya, percayalah hati-Nya.
Apa yang kamu ucapkan kepada dirimu itu penting. Kamu bukan seperti dunia menilaimu; kamu adalah seperti Tuhan menyebutmu. Ucapkan hidup hari ini, karena kata-katamu membentuk masa depanmu.
Kita tidak bisa mempercayai Tuhan dan khawatir di waktu yang sama. Tangan yang memegang kecemasan tidak bisa memegang damai. Tuhan sudah ada di hari esok, menyelesaikan apa yang kita takutkan hari ini.
Musim ini, pertumbuhan menuntut kita untuk melepaskan. Tuhan tidak bisa memenuhi tangan yang masih menggenggam banyak hal. Ketika kita berani menyerahkan semuanya, di situ Tuhan mulai bekerja.
Yang kamu sebut kegagalan hari ini, bisa jadi bentuk perlindungan Tuhan yang baru kamu mengerti nanti.
Tuhan tidak pernah salah arah โ Ia mengarahkan jalan yang kamu belum pahami.
Ketakutan sering datang ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi di situlah Tuhan mengajarkan apa artinya percaya tanpa harus mengerti segalanya.
Menunggu itu tidak sia-sia jika di dalamnya kamu tetap setia.
Sebab di masa penantian, Tuhan tidak hanya mempersiapkan berkatnya โ Ia juga sedang mempersiapkan hatimu untuk menerimanya.
Kadang Tuhan tidak langsung memperbaiki hubungan, tapi lebih dulu memperbaiki hati.
Karena ketika hati disembuhkan, kasih bisa mengalir lagi tanpa syarat, seperti kasih Kristus kepada kita.
Titik Terendah sering menjadi ladang tempat benih iman tumbuh paling dalam, karena di sanalah kamu berhenti mengandalkan dirimu sendiri dan mulai bersandar penuh kepada-Nya.
Ketika Tuhan ingin menjadikan Musa seorang pemimpin, Ia tidak memberinya panggung โ Ia memberinya padang gurun. Kadang, kesendirian adalah tempat kelahiran dari sebuah pewahyuan.