Lagi skripsian, tiap hari aku browsing jurnalnya pake browser Microsoft Edge. Ternyata search-nya otomatis pake Bing, dan tiap browsing itu dapet poin. Poinnya bisa ditukerin jadi voucher Alfamart, grab gift card, donasi, zalora gift card, roblox digital card, dll.
Pas magang di Jepang kmrn, ada pegawai baru yg no experience di usia 30an. Pas gue nanya ke buchou di Jepang kek gt lazim apa ngga, jawabannya "iya wajar aja, dia lagian lulusan S3." Njir lulusan S3, first job, umur 35, bisa masuk kerja di industri entry level. Indo could never
Living abroad benar-benar mengubah perspektif & cara berpikir gue.
Ternyata, kita bisa mulai APAPUN dari nol tanpa melihat usia.
Standard sosial di Indonesia jadi terlihat toxic. Tentang, usia sekian harus lulus S1, usia sekian harus kerja, menikah, punya anak, yadda-yadda.
Guys‼️ jangan lupa aktifin fitur “HAPUS AKUN SETELAH MENINGGAL DUNIA” , supaya postinganmu gajadi penghalang diakhirat nanti 🤗
FITUR INI ADA DI SEMUA SOSMED META YA GUYS👍🏻
aku kalo ngomong belibet, gabisa sampein opini yg ada di kepala secara gamblang, seringnya bahkan nelen lg kata2 yg mau diucapin. iri bgt sm org2 yg pede mengeluarkan isi pikiran (dgn cara yg baik) dan bertanya2 tipsnya apaan biar bisa begitu.. ternyata semuanya berawal dr rumah
Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?