when lu tau lu punya potensi yang gede banget. tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing
@ZayanaZai65479 dan ketika kita bersuara, beberapa orang akan selalu bilang "ga boleh kaya gitu sama orang tua, nanti kamu nyesel pas mereka udah ga ada"
tapi ga pernah ada yang bilang "ga boleh kaya gitu sama anak, mereka juga perlu dihargai"
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
En 2018, cuando ser anti-genocidio todavía no era una “moda”. ahora quieren insultar a los argentinos y messi y acusarlos de ser sionistas.
La ironía se escribe sola…💀
Ini artikel sumpah bagus banget
Coba ini ga dikaitin ke bola. Misal mau jatuhin figur, lawan politik atau memantik perang:
Sebar hoax > dibalut sama AI > diboost sama algoritma > direcycle sama orang (karena engagement tinggi, bayaran tinggi) > yang biasa pasif, jadi ikutan > orang percaya > muter gitu terus
Ya ini yang dihadapi di jaman sekarang, udah terlihat juga patternnya.
Yakin perang dunia ketiga nanti dimulai oleh tipu daya AI dan massivenya efek sosmed 😂