Lecture "Just Transition & Climate Change: The Role of Social Protection and Impacts on Workers" at @feb_ugm@microdashboard Terimakasih.
https://t.co/xbDqnGcpIY
Untuk itu, kajian Microeconomics Dashboard edisi ini akan mengulas lebih lanjut mengenai peran dan fenomena AI terhadap kondisi pasar tenaga kerja.
Akses kajian lengkap pada tautan berikut ini:
https://t.co/N09Q67PGmG
Narahubung: Raniah (085156218268)
#micdashfebugm#FEBUGM
[Kajian Vol.9: Labor & Technology Economics: Apakah Artificial Intelligence akan Sepenuhnya Mensubtitusi Manusia?]
Kemajuan teknologi dianggap sebagai mesin kemajuan ekonomi, namun juga sebagai inovasi yang memengaruhi pengaturan pasar tenaga kerja.
Detail Acara
Hari/Tanggal : Sabtu, 23 November 2024
Tempat : Zoom Meeting
Waktu : 10.00-12.30 WIB
Acara ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan menggunakan Bahasa Indonesia.
Narahubung
Vika (081227556133)
#FEBUGM#MICDASH
[SHARING SESSION VOL.1 : MIGRATION ECONOMICS]
Sharing Session merupakan sesi diskusi yang membahas mengenai topik-topik mikroekonomi melalui kajian atau paper. Hal ini dilakukan untuk memperkaya pengetahuan masyarakat, khususnya mahasiswa FEB UGM mengenai isu-isu mikroekonomi.
Pemateri 2
Yoga Prasetyo
Migration Researcher
Integration-transnationalism nexus in the context of enforced transience: Managing racial harmony and temporary labor migration in Singapore
Untuk itu, kajian Microeconomics Dashboard edisi ini akan mengulas lebih lanjut mengenai upah minimum dan proses penentuan indeks alpha dalam formulasi pengupahan yang baru.
Maka, kajian edisi kali ini akan mengulas terkait peran penting perempuan dalam menyelamatkan dari kemerosotan ekonomi Jepang di masa depan.
Akses kajian lengkap pada tautan berikut ini:
https://t.co/YacvSMrzUc
Narahubung: Raniah (085156218268)
#micdashfebugm#FEBUGM#UGM
[Edisi Khusus Policy Paper: Labor & Population Economics: Menjembatani Peran Perempuan dalam Perekonomian Jepang untuk Mengatasi Fenomena Ageing Population]
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Jepang untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja perempuan. Namun, apakah pemerintah sesungguhnya menjunjung tinggi kapabilitas perempuan atau hanya berupaya mengisi kekosongan ekonomi yang terjadi?