@bengkett@_mnikhsan Maaf mas bukannya sekarang jamannya sosial media, apakah salah dengan nggenahke/mencoba berkomunikasi secara publik ben geg clear itu pandanganmu salah? Padahal 75% wong sesrawungan kui komunikasi loh, kalo misal pak pres respon lebih cepat mungkin tidak akan begitu
@northerncsl@ariefnugroho26 Nalar logika dan rasa sudah tiada, model ingin ikut fomo-fomo tapi keblinger. Alhasil gabut yg miris dan terlihat iri bila urat malunya masih ada.
Guys gw mau cerita tentang sesuatu yang jarang dibahas secara serius.
BJ Habibie menjabat presiden cuma 17 bulan.
Dan banyak orang mengenang dia cuma sebagai ilmuwan pesawat terbang yang romantis sama Ainun.
Padahal dia melakukan sesuatu yang secara ekonomi hampir tidak masuk akal.
Waktu Habibie naik jadi presiden Mei 1998 kondisi Indonesia sudah dalam kondisi kritis total.
Rupiah di angka Rp16.800 per dolar.
Seperempat rakyat Indonesia di bawah garis kemiskinan.
Bank-bank kolaps.
Orang antri panjang untuk tarik uang karena takut banknya tutup besok.
Perusahaan-perusahaan bangkrut karena utang dolarnya tiba-tiba membengkak seiring rupiah jatuh.
Dan dunia internasional tidak percaya sama Indonesia sama sekali.
Dalam 17 bulan Habibie balik rupiah dari Rp16.800 ke Rp7.000-an.
Hampir setengahnya.
Dalam waktu kurang dari dua tahun.
Gimana caranya?
Pertama dia beresin perbankan duluan.
Karena dia paham tidak ada kepercayaan ekonomi yang bisa dibangun kalau sistemnya sakit.
Bank-bank yang masih bisa diselamatkan direstrukturisasi.
Yang sudah terlalu parah ditutup.
Dan dari proses ini lahir Bank Mandiri gabungan empat bank pemerintah bermasalah yang sekarang jadi salah satu bank terbesar Indonesia.
BCA juga diselamatkan di era ini sebelum akhirnya dibeli konsorsium yang di dalamnya ada Grup Djarum.
Kedua dia pisahkan Bank Indonesia dari pemerintah. Ini krusial.
Karena selama BI masih bisa disetir presiden investor asing tidak akan percaya bahwa kebijakan moneter Indonesia itu serius dan independen.
Habibie undangkan itu tahun 1999.
Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia bank sentral benar-benar independen secara hukum.
Ketiga dia negosiasi dengan IMF dan dapat pinjaman 43 miliar dolar.
Tapi yang menarik dia tidak sepenuhnya nurut sama IMF.
IMF minta subsidi BBM dan listrik dicabut. Habibie menolak tegas.
Alasannya sederhana di tengah krisis yang sudah sepedas ini, kalau subsidi dicabut sekarang yang hancur adalah daya beli rakyat paling bawah. Dan tanpa daya beli ekonomi tidak akan pulih dari akar rumput.
Itu keputusan yang butuh nyali. Karena menolak syarat IMF waktu itu bukan hal yang gampang secara politik.
Keempat dia stabilkan politik.
Karena investor asing tidak akan masuk ke negara yang kondisi politiknya kacau. Habibie bebasan pers. Izinkan pemilu 1999. Lahirkan undang-undang partai politik yang mengakhiri monopoli Golkar selama 32 tahun.
Dan kelima dia selamatkan sektor swasta strategis. Astra hampir kolaps waktu itu karena beban utang dolar yang membengkak. Sinar Mas juga sama. Habibie intervensi lewat BPPN dan program restrukturisasi utang. Perusahaan-perusahaan itu berhasil diselamatkan dan sekarang masih jadi pemain besar di ekonomi Indonesia.
Dan utang IMF yang dia ambil itu lunas lebih cepat dari jadwal. Dilunasi di era SBY tahun 2006.
Gw cerita ini bukan untuk nostalgia.
Tapi karena sekarang rupiah lagi di Rp17.000-an. Defisit APBN hampir jebol. Harga minyak naik karena perang Iran. Dan banyak orang bingung mau pegang apa.
Habibie membuktikan bahwa kondisi yang kelihatannya tidak mungkin diperbaiki bisa diperbaiki. Tapi dengan syarat keputusannya diambil berdasarkan data dan logika. Bukan gengsi. Bukan pencitraan. Bukan ketakutan dikritik.
Dan yang paling penting dia tahu mana yang harus diselesaikan duluan sebelum yang lain.
Dapet bocoran dari orang laundry,
Vanish + Rinso, kekuningan ilang, dan warna baju tetep cerah gonjrengg
Kalo mau pakaian wangi, caranya setrika dulu, diemin sejam, terus kasih pewangi. Kalo langsung diawal yang ada nguap itu parfum
AND WORKS GUYS! Kemana aja gue selama ini 😭
Kalo gmail lo penuh, lo ga bisa nerima email baru. Semua email jawaban lamaran kerja dan project mental!
Solusi dari gmail: Bayar Google One 32ribu/bulan buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata lo gak harus beli.
15GB yang "penuh"? sebagian besar isinya sampah yang Google sembunyiin.
Lo bisa bersihin ini dalam 20 menit tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
Modalnya cuma sekitar Rp 3 juta, tapi RT 11 RW 07 di Gandaria Utara, Jakarta Selatan ini masuknya pakai gerbang akses kayak perumahan elit.
Ditambah CCTV dan lampu tenaga surya, curanmor jadi makin susah cari celah.
Gerbang canggih ini diberlakukan mulai diberlakukan pukul 24.00 WIB sampai 05.30 WIB.
Di RT kalian ada program sekreatif ini juga? Coba cerita di kolom komen!
Content Creator: Dian Reinis
Produser: Akhdi Martin
#Jakarta #gandaria #Rukuntetangga #revie
Suatu sore di IGD, seorang ibu muda usia 30-an datang bersama suaminya yang tampak tidak jauh berbeda usianya.
“Dok, dada kiri saya nggak enak. Jantung terasa berdebar-debar nggak keruan dan lemes banget rasanya, Dok,” keluh pasien.
“Oke, Bu. Ibu tiduran dulu ya, biar perawat saya periksa tensi dulu.”
Saat saya balik badan, suaminya sudah di depan saya.
“Dok, bisa pakai BPJS kan, Dok?” tanyanya dengan wajah acuh tak acuh, tampak sama sekali tidak khawatir dengan kondisi istrinya.
“Bisa, Pak. Tenang aja,” jawab saya sambil senyum.
“Saya sih tenang, Dok. Dia tuh, Dok, yang nggak tenang,” katanya sambil menunjuk istrinya dengan dagunya.
“Yaudah, Pak. Bapak daftarin Ibu dulu aja ke depan. Biar saya tangani Ibu.”
Tanpa menjawab, sang bapak melengos pergi begitu saja. Saya tetap tersenyum, lalu kembali ke ibu.
“Dok, takikardi, Dok!” lapor Ella.
Saya mengernyit. “Seberapa tinggi?”
“200, Dok.”
“Berapa SpO₂?”
“94 persen, Dok.”
“Oke. Minta Agus bantu pindahin ke bed resus. Kasih oksigen nasal kanul 4 liter per menit, pasang monitor, pasang IV line, terus rekam EKG 12-lead.”
“Siap, Dok,” jawab Ella cekatan.
Saya ambil stetoskop.
“Ibu jangan tidur ya. Ibu cerita apa aja ke saya, boleh.”
“Iya, Dok. Saya nggak tidur kok. Saya emang susah tidur, tapi ini kerasa sejak sejam yang lalu, sejak suami saya marah-marah dan bentak-bentakin saya,” ibu melanjutkan ceritanya. “Dulu waktu awal nikah, saya juga dibikin berdebar-debar sama suami, tapi bukan seperti ini.”
Saya masuk mode multitasking. Saya mendengar ceritanya sambil memeriksa, karena secara fisik banyak hal yang perlu saya tahu.
Wajahnya pucat. Tangannya mulai dingin. Saya tekan kuku pasien, warna merahnya baru kembali setelah empat detik. Saya amati dadanya, napasnya 28 kali per menit.
“Dok, tensinya 80/40, IV line terpasang,” lapor Agus.
“Oke, thank you, Gus.”
Saya lihat monitor. Grafiknya seperti sandi rumput, rumput semua, tidak ada lapang datarnya. Narrow QRS, reguler.
This is not good. SVT tidak stabil, saya ngomong dalam hati.
“Ella, tolong panggilin suaminya. Saya mau bicara. Agus, tolong ambilin Miloz 4 amp sama siapin ambubag.”
Keduanya mengangguk, lalu berkelebat pergi. Saya ke nurse station mengambil lembar persetujuan tindakan.
“Ya, Dok, manggil saya?” tanya suami.
Saya pasang wajah serius.
“Iya, Pak. Saya perlu bicara tentang kondisi istri. Jantungnya berdetak terlalu cepat. Jantung itu memompa seperti ini.”
Saya mengangkat tangan kanan, mengepal sempurna lalu membuka sempurna, mengepal lagi, membuka lagi.
“Dengan kecepatan normal 60 sampai 80 kali per menit. Nah, Ibu 200, Pak. Belum sempat membuka sempurna, sudah mengepal lagi.”
Saya mencontohkan tangan saya dengan kelima jari gemetaran.
Mata suaminya melebar. “Dok, tampaknya serius ya. Terus harus gimana?”
“Ya memang serius. Kecepatan segitu berarti daya pompanya turun. Tubuhnya jadi tidak mendapatkan darah dan oksigen yang cukup. Terlihat dari tensinya turun, mulai merasa sesak dan dingin.”
Raut sesal muncul di wajahnya. “Dok, jujur tadi saya abis bentak-bentak dia, Dok. Apa itu penyebabnya, Dok?”
Saya diam sejenak, tetap menjaga kontak mata.
“Kalau saya bilang iya, apa yang akan Bapak lakukan setelah ini?”
Dia tampak kaget, lalu terseret berpikir. Saya biarkan sepersekian detik, cukup untuk membuat pertanyaannya menancap.
“Bapak jawab nanti ya. Sekarang saya mau minta persetujuan melakukan tindakan namanya kardioversi. Ini prosedur di mana saya ngasih kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan ritme. Ini seperti mereset jantungnya agar berdetak dengan cara yang benar.”
“Lho, Dok, setrum jantung? Yang pakai kayak setrikaan itu, Dok? Kan istri saya belum meninggal, kok disetrum jantungnya?”
“Pak, sepertinya Bapak keseringan nonton sinetron,” jawab saya sambil senyum.
“Iya, Dok. Saya nonton, pemain utamanya nggak sadar, terus disetrum, terus hidup lagi, Dok,” katanya, tertawa kecil. Lalu dia lanjut, “Tapi aman, Dok? Risikonya apa?”
Bersama perwakilan Ultras PSS, kami telah bersilaturahmi dengan seluruh korban insiden pada laga PSS Sleman vs Barito Putera. Sebagai wujud tanggung jawab, Ultras PSS menegaskan komitmennya telah menanggung sanksi denda Komdis secara penuh. Matur nuwun atas cinta yg diberikan💚
@chocolime___ Sesepuh nya beelum ada regenerasi kah? Yg bisa berfikiran terbuka untuk bersudat pandang dan mau bertukar pikiran kak.. kek yg bisa diajak diskusi gituu
@chocolime___ Misal untuk acara berjalan seperti biasa, yg penting semua bisa kumpul sak putro-wayah. Tapi konsumsi mungkin cukup buat snack aja ndak usah makan besar. Seperti itu konsepnya kira-kira bisa diterima ndak kak
@chocolime___ Maaf yaa kak, mungkin untuk tradisi/budaya/kebiasaan/adat istiadat nya bagus, dan untuk konsep acaranya yg dirimu sayangkan kan kak? Kalo boleh mengusulkan Bisa dari pemangku adat bisa merubah peraturan nya dengan tidak mewajibkan makan2 yg berlebihan