Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Di monas malah ga ada mengheningkan cipta untuk 16 buruh perempuan ini. Malah dangdutan bareng prabowo yg buka-buka baju.
Aku yg bukan keluarga aja sakit hati. Harusnya masih masa berkabung, penuh duka. Mereka yg jadi korban itu juga buruh, mereka juga pekerja. Astagaaa
Negara terbesar keempat di dunia.
Negara paling rentan terancam bencana nomor dua di dunia.
Negara dengan gempa terbanyak 2023-2024 di dunia.
Negara dengan gunung api terbanyak ketiga di dunia.
Ini yang bodoh siapa?
#intinyadeh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo dpt ancaman pembunuhan.
"Kepala Balai Cabut Laporanmu atau Kepalamu Kami Cabut"
Kantor dirusak, motor petugas dibakar.
Luas kawasan TNTN yg 83rb ha, sisa 12,5rb ha yg masih hutan. Sisanya pemukiman, kebun sawit ilegal.
(1/2)
Within 3 hours:
• TNI and Polri stormed UNISBA and UNPAS, unprovokedly assaulted female students and security officers, fired tear gas, attacked medics, and blockaded all access.
• Pro-democracy activists Delpedro Marhaen and Syahdan Husein were forcibly detained.
nangkepin aktivis TENGAH MALEM??? persis playbook 1998 banget.
they thought they could kidnap someone in the middle of the night and have none notice. well NEWS FLASH, dickhead, it's 2025. we have internet and chronically online netizens.
FREE DELPREDO MARHAAEN.
Mahasiswa Rheza Sendy Pratama meninggal dunia setelah bentrok dengan aparat di sekitar Polda DIY, Minggu (31/08).
Saat mengambil jenazah Rheza di rumah sakit, ayah Rheza mengaku harus menandatangani surat yang menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun terkait kejadian ini.
Pada aksi 28 Agustus—1 September, 9 orang meninggal dunia akibat kekerasan aparat dan kebakaran oleh massa tak dikenal. Beberapa nama tersebut adalah:
1. Affan Kurniawan (21), Jakarta: dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya pada (28/8).
2. Septinus Sesa, Manokwari: korban diduga gas air mata oleh aparat kepolisian, tetapi ditolak oleh Polda Papua Barat (28/8).
3. Muhammad Akbar Basri (26), Makassar: korban kebakaran gedung DPRD Makassar pada (29/8).
4. Sarina Wati (25), Makassar: korban kebakaran gedung DPRD Makassar pada (29/8).
5. Saiful Akbar (43), Makassar: korban kebakaran gedung DPRD Makassar pada (29/8).
6. Rusdamdiansyah (26), Makassar: korban pengeroyokan oleh massa tak dikenal pada (29/8).
7. Rheza Sendy Pratama (21), Yogyakarta: korban kekerasan polisi pada (31/8).
8. Sumari (60), Solo: korban gas air mata polisi pada (29/8).
9. Andika Lutfi Falah, Tangerang: korban penyiksaan oleh polisi (1/9).
Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya para korban 🥀.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi kita bahwa tindak kekerasan dan represi oleh Negara masih saja berlanjut.
Di sela perjuangan yang belum selesai ini, kita telah kehilangan banyak nyawa. Selanjutnya, tak boleh lagi ada korban kekerasan dan jiwa akibat kekerasan negara.
Mereka yang gugur adalah kawan dan pejuang yang namanya akan selalu kami kenang.
#ACAB
#ResetIndonesia
#ReformasiAparat #AparatKeparat
Jakarta Situation Summary - 08:30 PM Today. Update by the Barang Warga Ground Reporting Team:
Slipi
A crowd was seen, but it appeared to be "suspicious participants". The action only lasted a few hours before dispersing. Sabhara conducted sweeps in the area.
Kwitang
The road from Kramat 4 was closed. From a distance, DLU and Fire Department officers were seen cleaning up. Security forces remained on guard.
DPR RI
Both the front and back gates were heavily guarded. Access to the front of the DPR building and the Pancasila Gate was closed. Transjakarta routes 1B and 1F were also affected.
Matraman & Otista
No protest activity was observed in these areas.