SURAT TERBUKA
Permintaan Klarifikasi atas Dugaan Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak di Mie Gacoan Cabang Marelan
Kepada Yth.
Direksi dan Manajemen PT Pesta Pora Abadi
(Mie Gacoan)
Dengan hormat,
Belakangan ini beredar luas di media sosial sebuah percakapan antara seorang karyawan Mie Gacoan cabang Marelan, Medan, dengan atasannya. Karyawan tersebut, yang telah bekerja selama kurang lebih 3 tahun, mengajukan izin cuti karena orang tuanya sakit dan dirawat di rumah sakit. Namun, balasan dari atasan justru meminta karyawan tersebut untuk segera mengajukan surat pengunduran diri (resign) dan menyatakan tidak dapat kembali bekerja di seluruh jaringan Gacoan.
Kejadian ini menuai banyak perhatian publik karena berpotensi merupakan pemutusan hubungan kerja sepihak yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami meminta dengan hormat agar Manajemen Mie Gacoan segera melakukan hal-hal berikut:
1. Memberikan klarifikasi resmi apakah percakapan dan kejadian tersebut benar-benar terjadi di dalam internal perusahaan, atau merupakan informasi yang tidak akurat/hoax. Klarifikasi ini diharapkan disampaikan secara terbuka melalui akun resmi perusahaan dalam waktu yang sesegera mungkin.
2. Apabila kejadian tersebut terbukti benar, agar Manajemen segera melakukan investigasi internal dan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum atasan yang bersangkutan atas perilaku semena-mena dan tidak manusiawi tersebut. Memaksa karyawan untuk resign hanya karena menggunakan hak cuti untuk alasan keluarga yang mendesak merupakan pelanggaran terhadap hak normatif karyawan.
3. Memastikan bahwa hak-hak karyawan dilindungi sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk prosedur yang benar dalam hal pemutusan hubungan kerja.
Kami percaya Mie Gacoan sebagai salah satu brand makanan ternama di Indonesia memiliki komitmen untuk menjaga budaya kerja yang baik dan menghargai karyawannya. Klarifikasi serta tindakan tegas dari pihak perusahaan akan sangat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat dan mencegah dampak negatif yang lebih luas.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
@garismerah_id
4 April 2026
Tag : @Xbacottetangga@mie_gacoan
kayak gini ini bukan toleransi ya ges ya
ibadah itu kegiatan yang sakral, khusyuk, personal penganut, bayangkan kalo banyak orang datang dengan alsan "ingin tau" cuman untuk sekedar tau gimana??, jadi tontonan, kira2 potensial mengganggu nggak??
GUE BONGKAR SOSOK JAKSA WIRA ARIZONA DI KASUS AMSAL SITEPU
Gue curiga, IG dia sekarang tiba² di-private. Tapi santai, gue udh ngamanin satu foto sblm dia ngumpet. Knp baru sekarang dikunci? Panik gara² mulai disorot netizen? Atau karena harta 2 miliar itu kebuka ke publik?
Mas, kamu gak sendirian. Saya juga bahas ini sama suami. Bahkan sebelum kami nikah. Karena beberapa teman baik kami juga punya pilihan hidup yang kami yakin gak mudah buat mereka, apalagi tinggal di Indonesia. Percayalah mereka ini bukan cuma baik, tapi reliable.
Jujur, DEG DEGan. Selalu berdoa semoga tidak, bukan karena bicara moral atau dosa, tapi lebih ke kami gak kebayang gimana bingungnya dia hidup di dunia yang belum bisa menerima hal-hal tersebut.
Sampai dengan saat ini selalu berdoa minta tuntunan menjadi bijak dan sebisa mungkin belajar terus bersama anak bagaimana membuat dia merasa disayang dan diterima, supaya apapun kelak pilihan hidupnya, dia gak bingung, meskipun seluruh dunia bikin dia bingung.
Itu aja yang bisa kami lakukan sebagai orang tua.
Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga.
"Kalau anak kita nanti gay, gimana??"
Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat."
Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini.
Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku.
Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu??
Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya.
Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?"
Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."
Aksi Premanisme Kayak Gini Kadang Harus di Kasih Salam Olahraga
Jadi pemuda ini marah-marag karena mobilnya membahayakan nyawanya saat berkendara dijalan.
Karna Emosi dia kejar mobil itu dan menghancurkan spion kanan bahkan memecahkan kaca depan dengan batu.
Sayangnya supirnya terlalu baik, harusnya kalau udah membahayakan kayak gini apalagi di dalam ada keluarganya bisa kok langsung di hajar aja.
One of my buddies a decade ago dated a rave girl. She would go off to festivals all the time with her girls(and one guy friend). My buddy obviously couldn't go because he had a job but he was never concerned.
I asked him if she could be doing something nefarious. He said "she would never do that." I simply asked because she would talk about how she looked forward to all the drugs and alcohol. Drugs and drinks never lead to good decisions.
Well long story short. She cheated on him with dozens of guys over a year and broke up with him for the guy friend who she went to the raves with.
bbrp tahun lalu, satu sepupuku bangkrut, katanya mau bunuh diri krn dikejar2 utang. mereka datang padaku mau minjam uang, nilainya ratusan juta. memikirkan keselamatannya, kucairkanlah sebagian investasi yg kupunya dan kupinjamkan. dia pun kami bawa ke dokter utk berobat stress dan depresinya itu. sayangnya, bertahun2 nggak dibayar. dicicil pun tdk, kyk dianggap lupa. saat kutagih dgn cara halus setelah sekian lama, aku dimaki-maki. orangtuaku, yg adalah tante dan om mereka, juga direndahkan. akhirnya setelah hampir 5 thn, lunas juga. tapi nggak kumaafkan lancangnya orang itu menghina orangtuaku.
saat pandemi, satu sepupu lain sekarat di rs, butuh pengobatan yg harganya mahal bgt. adiknya telp aku minta pinjam uang hampir seratus juta, katanya nanti akan jual mobil utk mengganti. krn memikirkan sekarat dan penanganan yg hrs segera, besoknya langsung kutrf. alhamdulillah dia selamat. pengobatannya berhasil. tapi tetap aja, nagih hutangnya susah banget. mobil nggak jd dijual. aku minta dicicil pun, nagihnya udh kayak ngemis. si adik lepas tangan dgn angkuhnya, bilang dia nggak ada minjam dan duit itu bukan dia yg menikmati, si kakaknya ternyata menipu banyak orang setelah sembuh dan berujung masuk penjara. dari balik tahanan pun, orangtuaku juga masih dihina-hina. sisa utangnya masih ada 40an juta.
di sisi beberapa sepupu ternyata ada pemikiran: "ngapain cuma 40an juta aja ditagih, duitnya kan banyak?" ketawa miris aku pas hal itu sampai ke telingaku. aku berusaha jadi orang baik, tapi ternyata aku jadi jahat di mata mereka ketika utang itu kutagih. di mata mereka, aku nggak boleh nagih.
aku cerita panjang begini utk pelajaran juga ke kalian: jgn gampang minjemin duit ke orang, apalagi dlm jumlah besar, meskipun mereka masih dlm lingkup keluarga dan kita nilai baik. yg baik itu bisa berubah jadi setan saat berutang.
Jadi keinget anaknya temen Mamah nikah 3 kali. Istri pertama meninggal, istri kedua diceraikan karena gak bisa hamil. Istri terakhir udh melahirkan anak dua, tapi malah diabaikan. Tweetnya kutaruh bawah
tebakkan gw.
ortunya minta duit ke anaknya buat “renovasi rumah”
pas pulang, kok lantai-nya belum di renov? kemana uangnya?.
jadi-nya pulang ajalah, kasih pelajaran ama ortu.
trus ortu-nya playing victim. kek familiar aja.
aneh bgt soalnya baru tahun ini complain masalah lantai
bukti bahwa women don’t just encounter the problem: they keep recreating it.
in relationship with bad men -> gets hurt -> generalizes all men -> hates men -> still attracted to bad men -> in relationship with bad men -> gets hurt again
gitu aja terus ampe dajjal dateng.
Ngobrol2 sama istri soal sperma suami itu bisa merubah tubuh istri, seperti twit yang viral beberapa waktu lalu.
Gw nanya gini
🧛🏻: yang, emang bener sperma tu bikin perubahan pada tubuh perempuan?
🧚🏻♀️: Bener, makanya kalo aku nyebelin ya gara-gara KAMU! Kan kamu nyebelin, semua orang bilang kamu nyebelin, jadi kalo aku NYEBELIN YA SALAH KAMU!
LAHHHHHH😂😂