Saya tidak punya kepentingan membela Anies (saya 03), tapi konteksnya memang berbeda.
Anies adalah aktor politik.
Bertemu, ngobrol, bahkan berfoto dengan lawan politik masih masuk dalam fungsi dan bahasa politik.
Publik sudah membaca dia sebagai orang yang bermain di arena itu.
Sebaliknya, Pancatera membawa posisi editorial dan identitas moral tertentu.
Di saat brand yang dibangun dari kritik sosial, independensi, dan keberpihakan pada isu tertentu, kedekatan simbolik dengan kekuasaan otomatis dibaca dengan standar berbeda.
Yang dipertaruhkan itu tidak hanya “boleh foto dengan siapa” saja, tapi konsistensi antara positioning yang dijual ke audiens dengan signalling yang ditampilkan ke publik.
Kalau kita membandingkan keduanya hanya dari tindakan “sama-sama foto”, maka kita sudah mengabaikan variabel paling penting:
siapa aktornya, dalam kapasitas apa dia hadir, dan ekspektasi apa yang selama ini dia bangun kepada publik.
Demikian.
Arsenal mampu mengkonversi skema defensive yang tidak sempurna dari City. Maresca tidak punya opsi menyerang yg solid. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yang sudah retweet
maksud gw kan orkes pensil alis tuh band yang dibangun bareng bareng gitu.
ko bisa saat ada satu personil naik eh personil2 yang lain seakan dilupakan dan ga dianggap?
tolong dong hargai band yang udah membantu kamu naik hey @hifdzikhoir.
tetap semangat mas @muktientut & lord @coipp 💪
Penasihat Khusus Komunikasi Presiden mau belain soal statemen Londo Ireng, tapi argumennya cuma sekelas, “Presiden kan sering dikatain oleh anda!! Ya Presiden boleh dong ngatain balik!!!”
Kabinet skill issue.
Pak @NasbiHasan
logika Anda keliru sejak premisnya.
Warga boleh mengkritik, mencela, bahkan mengata-ngatai pemerintah karena warga memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, sesuai Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945 yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat.
Sementara UU Administrasi Pemerintahan mewajibkan pejabat bertindak berdasarkan legalitas, kepentingan umum, ketidakberpihakan, dan larangan menyalahgunakan kewenangan.
Artinya, Pemerintah tidak memperoleh “hak membalas” hanya karena merasa tersinggung atau karena baper.
Anda sedang menyamakan pemerintah dengan akun media sosial yang bisa saling sindir dan saling balas.
Padahal pemerintah membawa jabatan, anggaran, serta kewenangan negara yang seluruhnya berdiri di atas mandat rakyat dan dibiayai oleh pajak rakyat.
Dan terakhir, Anda bekerja sebagai pejabat publik, bukan lagi sebagai buzzer.
Jadi tolong gunakan otak dan nalar Anda dengan benar, karena setiap gaji, dan fasilitas yang Anda nikmati berasal dari uang yang kami bayarkan melalui pajak.
Terima kasih.