2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.๐
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.
halo sender. gw boleh minta tolong di-takedown ga ya tweet ini? gw sebagai orang di foto ini merasa ga nyaman difoto tanpa consent. di situ gw mahasiswa tingkat akhir yg lagi nyari responden untuk penelitian trotoar di jakarta. mohon kesadarannya juga ya buat permohonan maafnya๐๐ผ
Indonesian President Prabowo Subianto took power in 2024 with a bold and simple pledge to deliver free school meals for every child โ a goal that seemed unimpeachably laudable for a nation with widespread malnutrition. But it all went wrong. Find out why: https://t.co/DpMaQiRuqv
Dibahas satu acara penuh dong di Yonhap News TV.
Tentang Prabowo mau ke Korut
Acara setengah jam.
Dibahas sama Profesor Bong Young-sik dari Yonsei University.
[ PPLI INA TOLONG MERAPAT ๐จ ]
Gue jelasin pake bahasa bayi biar kalian semua paham point terpenting di kasus yang menyeret OUR HAMIN ini.
1. Ada idol SMTR25 yang namanya Lee Hamin. Karena Maknae Plave juga namanya Hamin, jadi setelah pengumuman resmi, PPLI CN (cont...)
48 Laws, hukum ke 40 "JAUHI MAKAN SIANG GRATIS" ๐๏ธ๐๏ธ
Dan hal ini terjadi di Romawi loh, bahwa ketika program makan siang gratis dijalankan maka sudah sangat sulit dihentikan.
Jadi di Romawi tahun 123 SM Pemerintah awalnya membuat aturan gandum murah untuk rakyat miskin.
Akhirnya puluhan tahun kemudian, gandum ini digratiskan total.
Akibatnya, jumlah penerima meledak hingga lebih dari 300 ribu orang.
Julius Caesar sampai harus turun tangan memangkas jumlah penerimanya menjadi setengahnya karena anggaran negara terbebani.
Nah meskipun jumlah penerimanya boleh dikurangi, gak ada satu pun kaisar yang berani menghapus program ini.
Kalau dihapus, rakyat bisa mengamuk. Malah, kaisar-kaisar berikutnya terpaksa meningkatkan fasilitasnya dari sekadar memberi gandum mentah, diubah menjadi roti matang, ditambah daging dan minyak gratis.
Nah saking berbahayanya urusan "makanan gratis" ini, Mesir sebagai lumbung gandum utama dijadikan zona terlarang. ๐น
Maisar melarang keras para pejabat setingkat senator pergi ke Mesir tanpa izin khusus, karena siapa pun yang menguasai sumber makanan gratis tersebut bisa menggulingkan kekuasaan.
Soo ending nya gimana? Inflasi - krisis lumbung pangan - diserang kaum barbar. Yahh chaos banget saat itu ๐ท๐ท
Siapa belum ngantuk? Gila, ini ada konten keren banget dari Fristian Griec Media. Ngupas problematika dan masa depan kopdes dengan bahasa yang mudah dipahami oleh awam.
Are we truly ready for what we're about to face?
@Angga_Yunandaaa@shenacinnamon Nama anaknya wattpad-able banget ya angga. Segara tuh artinya lautan kalau di bahasa Jawa, tapi tadi baca komen di ig SEGARA kepanjangan Shenina Angga tiada tara. ๐ญ๐
inilah wajah wajah WNI yang menggugat MBG ke MK:
- Miftahul Arifin โ Ketua Taman Belajar Nusantara
- Umran Usman โ Divisi Hukum dan Advokasi Taman Belajar Nusantara
- Dzakwan Fadhil Putra Kusuma โ mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Muhammad Jundi Fathi Rizky โ mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Rikza Anung Andita โ mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Sae'd โ seorang guru honorer