Sangat besar kemungkinannya menag kita belajar perbandingan agama Yahudi tetapi basisnya adalah dari pandangan Zionis.
Makanya kita perlu kawal, jangan sampai kebijakan-kebijakan yang dibuat nantinya menguntungkan pihak Zionis.
Gengs, ada dua menteri yang perlu kita awasi karena terindikasi punya afiliasi dengan Zionis:
1. Menteri Agama: Nasiruddin Umar, beliau pernah ada fellowship dengan AJC (American Jewish Committee), lembaga Zionis Amerika.
2. Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi.
Catatan kritis, tapi begitu jadi menteri langsung muncul pujian mahakarya?
Pembangunan IKN tahap I bahkan belum selesai dan IKN berpotensi gagal karena memang tidak mudah memindahkan ibu kota.
Pujian mahakarya adalah prematur, hiperbola dan curry favor.
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
TABRAK LARI YANG DILAKUKAN OLEH PENGENDARA NMAX.
tolong bantu up. Subuh tadi om Aku ditabrak sama pengendara nmax (bukti cctv tertera). Pelakunya itu kabur sedangkan korban sampai sekarang belum sadar di rumah sakit, kondisinya kritis. Sudah buat laporan juga ke polisi.
Ganas-ganas benar ini para pemuja dinasti markobar. Siang-malam membombardir orang dengan caci-maki hanya karena tidak terima kejahatan junjungannya dikecam.
Memang benar, pendukung adalah cerminan dari yang didukung. Arogan, anti-kritik, bebal, dan otoriter. 👍🏼
Ganas-ganas benar ini para pemuja dinasti markobar. Siang-malam membombardir orang dengan caci-maki hanya karena tidak terima kejahatan junjungannya dikecam.
Memang benar, pendukung adalah cerminan dari yang didukung. Arogan, anti-kritik, bebal, dan otoriter. 👍🏼
@gagal_hijrah Lha pelajaran apa yang mau kita petik dari admin yang gagal hijrah? Bukannya menyatukan malah bikin heboh sesama muslim. Kita semua hargai pendapat ustadz tsb kok walau beda pendapat.
@picknava_tq Semua kesalahan hrs diusut. Krn seharusnya semua pndukung 01,02,03 sama sama nge push KPU utk ngasih data yang betul. Kerja event besar 5 tahun sekali tp aplikasi inti amburadul.
Yang kampanye beneran, Anies dan Ganjar. Yang menang, Prabowo.
Anies dan Ganjar: bangun tiap pagi dan harus menghadapi kampanye dialog 2 arah, mulut tak berhenti bicara, menyiapkan data buat dialog...
Prabowo kampanye jarang-jarang. Kalau kampanye juga banyak jogetnya.
Eh, menang.
Pemilih kita memang masih belum mau disuruh mikir sih. Butuhnya makan siang.
@Dependong0d@brother_djon Ada penggelembungan suara di 02. Kawal aja jangan pesimis. Buka Instagram Ubahbareng atau TimHukumAnis. Atau cek lgsg web KPU. Lihat data ga sesuai antara form C1 dengan yg diinput
Di TPS 014, Kemiling Raya, Bandar Lampung:
Jumlah suara sah: 239
Tapi perolehan 02 di web KPU: 677
Ajaib! Dan ini tidak hanya di satu TPS. Saya kasih link TPS mana aja yg sudah ditemukan “kesalahan” input yg spesifik ke calon tertentu ini.
Bantu kawal, mark upnya gila-gilaan.